Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MENGANTAR PULANG


Meeting dengan pihak WO pun berjalan dengan alot.Banyak ketidak cocokan antara Aruni dan Reno. Reno bertahan dengan kemauan nya begitu pun dengan Aruni.Hingga membuat pikak WO kewalahan.Sampai akhirnya meeting pun selesai dengan kesepakatan yang ada.


Pihak WO pun berpamitan untuk kembali terlebih dahulu.Begitu pun Aruni, Reno dan Ali mereka bertiga pun memeutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.Aruni yang masih dengan muka kesal nya berjalan terlebih dahulu,sementara Reno dan Ali mengikuti di belakang nya.Sesampai nya diluar restoran mereka berjalan terpisah,karena Aruni yang saat itu membawa motor menuju tempat parkir motor.Reno yang sedang menunggu Ali untuk mengambil mobil pun dibuat terperanga karena melihat Aruni akan mengendarai sepeda motor matic nya. Waktu saat itu sudah menunjukan pukul dua puluh satu malam. Reno yang tidak tega melihat Aruni akan mengendarai sepeda motor itu pun lantas menghampiri Aruni.


"Mau kemana?" Tanya Reno basa basi.


"Ya mau pulanglah,pake tanya lagi."ucap Aruni Ketus.


"Pake ini?" Tanya Reno sambil menunjuk sepeda motor Aruni.


"Ya iyalah.Masa peke gerobak."Ucap Aruni makin ketus.


"Saya dari tadi tanya nya baik-baik ya?Kenapa kamu jawab nya ketus begitu?" ucap Reno tak kalah ketus dari Aruni.


"Lagian pertanyaan nya basa-basi banget!"seru Aruni kesal.


"Turun!" Seru Reno sambil mencabut kunci sepeda motor Aruni.


"Eh..apa-apan sih,kembaliin ga?" Pekik Aruni semakin kesal.


"Saya bilang turun!" Seru Reno. " Ali bawa motor nya.Saya akan antar dia." ucap Reno sambil melempar kunci sepeda motor Aruni pada Ali yang memang sudah berdiri dibelakang Reno beberapa saat lalu.Reno kemudian berjalan menuju mobil nya,tanpa menghiraukan Aruni.


"Maaf nona,biar saya yang bawa motor nya.Nona diantar saja oleh tuan,karena ini sudah malam nona,berbahaya mengendarai motor malam-malam begini." ucap Ali mencoba menjelaskan.


" Ga usah deh kak,aku naik motor ku aja.Lagi pula udah biasa kok aku bawa motor malam." ucap Aruni.


"Tapi nona ini sudah hampir pukul 21.30 malam. Sangat beresiko." ucap Ali.


Aruni mencoba berfikir.Dia sebenar nya juga takut berkendara sendiri dijam segini.Aruni tampak menoleh kearah mobil Reno dan kembali lagi pada motor nya.


"Ga usah deh kak,aku naik motor aja ya?"ucap Aruni yang enggan satu mobil dengan Reno.


"Maaf nona ini perintah dari Tuan kalau nona tidak mau tuan bisa akan memecat saya." ucap Ali penuh drama.Karena Ali tau Aruni tipe orang yang tidak tegaan.


Aruni tampak berfikir sejenak. Dan kemudian luluh.


"Yaudah deh kak,ni motor nya.Aku naik mobil sama si makhluk nyebelin itu!" ucap Aruni sambil memyerahkan motor nya. "Tapi inget ya kak,hati-hati bawa nya,dan si Angel harus selamat sampai rumah ga boleh ada lecet sedikit pun." ucap Aruni.


" Si Angel siapa nona?" tanya Ali sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Yaampun lama banget sih mereka,ngomongin apaan dulu sih?" ucap Reno kesal.Reno yang ada didalam mobil tampak mulai kesal melihat kelakuan dua orang di hadapan nya.


" Si Angen itu motor kesayangan ku ini kak." ucap Aruni sambil mengusap-usap body motor matic kesayangan nya.


"Ooh..baik nona jangan khawatir,saya pastikan si Angel akan sampai dengan selamat." Ucap Ali


"Oke,terimakasih ya kak."ucap Aruni sambil berjalan menuju mobil Reno.


Aruni berjalan menuju mobil Reno yang tak jauh dari tempat nya memarkirkan si Angel. Aruni pun membuka pintu penumpang dibelakang bangku kemudi.


"Eh,mau ngapain?" ucap Reno yang kesal melihat Aruni duduk di bangku belakang.


"Ya tapi ga duduk di belakang juga, memang nya saya supir apa?!" pekik Reno kesal. "Pindah ke depan!" seru Reno.


"Akh..Repot banget sih."ucap Aruni yang sedikit berteriak karena kesal,sambil keluar dari mobil dan pindah menuju bangku sebelah kemudi.


"Pasang seatbelt nya." ucap Reno yang sudah mendapati Aruni di bangku depan.


'Iya bawel.' gumam Aruni pelan.


"Apaan?kamu bilang apa?mau turun atau mau minta maaf." ucap Reno yang ternyata dapat mendengar ucapan Aruni.


"Iya maaf." ucap Aruni yang tak mau ribut lagi karena ia sudah lelah.


"Good." ucap Reno


Mobil Reno pun berjalan meninggalkan Restoran menuju rumah Aruni. Didalam mobil kedua insan itu tampak saling diam.Mereka larut dalam fikiran nya masing-masing.Aruni memalingkan wajah nya menghadap keluar jendela mobil.Sementara Reno fokus menyetir. Suasa didalam mobil tampak hening tak ada satupun kata yang keluar dari mulut masing-masing insan yang sedang dilanda kesal.


Tak lama kemudian mobil Reno pun sudah sampai di pelataran halaman rumah Aruni.Rumah yang memiliki halaman luas itu memang tak menggunakan pagar,sehingga mobil Reno bisa langsung masuk kehalaman. Disusul oleh Ali dengan motor matic milik Aruni.


Aruni yang keluar dari mobil terlebih dahulu dan langsung berjalan menuju ayah dan ibu nya yang sedang duduk diteras menunggu nya.


"Assalammualaikum." ucap Aruni yang langsung mencium tangan ayah dan ibu nya.


Tak lama Reno dan Ali pun melakukan hal yang sama dengan Aruni.


"Maaf tuan,sudah larut malam kami baru kembali." ucap Reno meminta maaf kepada ayah Aryni.


"Tidak apa-apa nak Reno, dan maaf panggil ayah saja ya.Jangan tuan itu terlalu canggung,lagi pula sebentar lagi kan ayah akan menjadi ayah nya nak Reno juga." ucap ayah senang.


"Baik ayah.." ucap Reno


"Sama ibu juga ya,panggil nya ibu saja." ucap ibu tak mau kalah.


"Baik ibu."ucap Reno sambil tersenyum.


"Mari masuk dulu,ibu buatin kopi." ucap ibu Aruni.


"Emm..tidak usah repot-repot,bu. Saya mau langsung pulang saja.Karena sudah malam." ucap Reno dengan sopan.


"Jadi ga masuk dulu ni." ucap ayah.


"Tidak usah yah,terimakasih." ucap Reno. "Assalammualikum." ucap Reno berpamitan sambil mencium tangan kedua orang tua Aruni.


"Nona maaf ini kunci motor nya." ucap Ali memberikan kunci motor pada Aruni.


"Iya,terimakasih ya kak." ucap Aruni pelan.


Dan kemudian kedua pria itu pun kembali kedalam mobil. Ali mulai mengemudikan mobil pelan meminggalkan pelataran halaman rumah Aruni.


next bab ya sahabat.