Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
BERANGKAT KERJA


Pagi ini Aruni yang terbangun terlebih dahulu merasa ada yang tidak beres diatas lerut nya.Karena perut nya terasa sangat sakit,seperti tertimpa beda yang sangat berat.Dan ketika dia tersadar itu adalah tangan suami nya yang sedang memeluk dirinya.


Pelan-pelan Aruni menggeser tangan milik suami nya.Namun seperti sertahan,dia mencoba mengangkat lagi tangan suami nya itu namun Reno makin mengeratkan pelukan nya.


"Jangan dilepas,biarin seperti ini dulu sebentar lagi saja." ucap Reno dengan mata yang masih terpejam.


Aruni yang mendengar itu lantas hanya bisa pasrah dan membiarkan suami nya itu memeluk nya dengan erat.


Reno menyusupkan wajah nya di tengkuk leher istri nya.Dia sangat menyukai aroma tubuh istri nya yang baru bangun tidur itu.


"Mas,sudah waktu nya shalat subuh.Kamu shalat subuh dulu gih." ucap Aruni karena takut kejadian semalam terulang lagi.


"Emm..." jawab Reno sambil terus mengecup tengkuk istri nya.


"Mas,aku masih halangan lho mas." ucap Aruni pelan.


"Iya."jawab Reno dengan malas dan langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.


Aruni yang melihat tingkah laku suami nya itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Lima belas menit kemudian Reno telah selesai mandi dan langsung menuju ruang wadrobe milik nya.


Aruni yang melihat suami nya itu sudah memasuki ruang wadrobe,kemudian langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.


Hampir dua puluh menit Aruni mandi.Dan dia pun keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi yang menutupi tubuh nya.


Saat itu Reno yang baru saja selesai melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim,hanya dapat menelan saliva nya dengan susah payah.


Aruni yang melihat suami nya sedang berdiri hanya melewati nya begitu saja.Dan langsung menuju ruang wadrobe.


"Ampun deh,punya istri ga peka banget,sabar ya tong.Kalau sibewok udah ga muntah darah,kita hajar abis-abisan ya." gumam Reno sambil mengarahkan wajah nya pada junior nya.


Aruni kemudian keluar dari ruangan wadrobe dengan sudah menggunakan pakaian kerja nya.


"Kamu sudah siap?" tanya Reno ketika Aruni sudah keluar daru ruang wadrobe nya.


"Iya mas,kan jarak dari sini ke rumah sakit lebih jauh mas,jadi aku harus berangkat lebih awal." ucap Aruni menjelaskan.


"Oke,kamu tunggu sebentar ya.Saya ganti baju dulu." ucap Reno.


"Iya mas." ucap Aruni.


Sambil Aruni menunggu suami nya yang sedang ganti pakaian.Dia memoles sedikit wajah nya dengan make up,agar tidak terlalu pucat dan agar tidak perlu make up lagi ketika sampai di rumah sakit.


"Sudah yuk." ucap Reno ketika sudah mengganti pakaian nya.


"Iya mas sebentar aku rapiin ini dulu." ucap Aruni sambil merapikan make up nya dan memasukan nya kedalam pouch make up nya.


Aruni dan Reno pun menuruni tangga untuk keluar rumah.Ketika tiba di lantai satu Reno dan Aruni bertemu dengan mama Reno yang akan menuju dapur.


"Lho,kalian mau keman pagi-pagi gini?" tanya mama Reno sambil melihat jam yang melingkar ditangan ya.


"Aruni masuk pagi ma,aku mau anterin dia dulu." jawab Reno.


"Sepagi ini?ini baru jam setengah enam pagi lho sayang.Kamu juga belum sarapan,sarapan dulu ya?nanti baru berengkat." ucap mama Reno.


"Ga usah ma,Runi nanti sarapan dirumah sakit aja.Soal nya jarak dari sini kerumah sakit cukup jauh.Runi takut kesiangan." ucap Aruni menjelaskan.


"Ren kamu kan bisa.." ucap mama terpotong.


"Ma,udah ya.Aku sama Aruni berangkat sekarang ya.Assalamualaikum" ucap Reno memotong ucapan mama nya,sambil mengecup punggung tangan mama nya,dan di susul dengan Aruni.


"Waalaikumsalam." jawab mama Reno.


Reno dan Aruni pun sudah berada dalan perjalanan menuju rumah sakit.


"Mas,maafin aku ya.Kamu berangkat kerja nanti aku nya ga ada." ucap Aruni sedih.


"Ga apa-apa." jawab Reno sambil tersenyum.


"Mas,apa aku berhenti kerja aja ya mas?"


"Kenapa?"


"Supaya aku bisa melayani kamu pas kamu mau berangkat kerja."


"Kamu cukup melayani saya pas diatas ranjang aja." ucap Reno sambil megusap pipi chuby istri nya.


"Ish,mas Reno mesum!" ucap Aruni sambil memukul lengan suami nya itu.


"Abis nya kamu mesum banget sih mas jadi Suami."


"Ya mesum sama istri sendiri mah ga apa-apa dong?"


"Ya ga boleh juga lah!Eh,mas bagai mana?apa aku berhenti kerja aja ya?"


"Saya ga maksa kamu bekerja,saya juga ga melarang kamu untuk bekerja.Jadi kalau kamu mau berhenti bekerja itu semua keputusan nya ada di tangan kamu.Saya selalu mendukung kamu disetiap keputusan yang kamu ambil."


"Tapi,kalau aku berhenti kerja.Kegiatan aku ngapain dong?"


"Saya ini CEO perusahaan besar.Kamu ga perlu ngapa-ngapain cukup tunggu saya pulang kerja saja.Saya akan berikan nafkah lahir batin semampu saya.Insyaallah saya akan penuhi semua kebutuhan kamu."


"Akh,bosen ah.Kalau cuma nungguin mas Reno pulang kerja.Yang ada aku tua didalam rumah."


"Ya terserah kamu mau buat usaha apa pun saya pasti dukung."


"Ya udah deh.Gimana nanti aja ya mas.Kita juga nikah baru empat hari ya.Jadi nikmatin aja dulu ya proses nya."


"Iya."jawab Reno sambil tersenyum.


Mobil Reno telah sampai di pelataran parkir rumah sakit tempat Aruni bekerja.


"Nanti kalau saya ga sempet jemput kamu,kamu pulang sama supir ga apa-apa ya?"


"Iya mas.Kalo ga aku naik ojek online juga ga apa-apa."


"Jangan! Nanti saya suruh supir buat jemput kamu."


"Iya mas,ya udah aku kerja ya.Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Aruni pun turun dari mobil mewah milik Reno.Dia kemudian berjalan menuju pintu karyawan rumah sakit tempat nya bekerja.


Aruni yang sedang berjalan menuju pintu karyawan rumah sakit tiba-tiba dikejutkan oleh seorang wanita yang menarik tangan nya.


"Lu kan yang nama nya Aruni." ucap wanita itu yang tak lain adalah Natasya.


"Iya,anda siapa?" tanya Aruni kaget sekaligus bingung.


"Gue Natasya Afandie!" ucap Natasya sambil melotot.


"Kamu...istrinya Ari." ucap Aruni yang sudah bisa menebak.Karena Natasya menggunakan nama belakang Ari.


"Iya,gue istri nya Ari.Gue mau ngomong sama lu. Ini penting." ucap Natasya ketus.


Aruni kemudian melihat jam ditangan nya.Masih ada waktu sekitar tiga puluh menitan sampai ia masuk kerja.


"Oke,kita ngobrol disana.Tapi waktu saya ga banyak." ucap Aruni sambil menunjuk bangku panjang di taman rumah sakit.


"Oke." ucap Natasya menyetujui.


Mereka berdua berjalan menuju bangku yang tadi ditunjuk oleh Aruni.


"Ya udah buruan mau ngomong apa?" ucap Aruni pelan.


"Gue mau lu cabut laporan polisi mengenai Ari.Lu liat kan didalam perut gue ini ada anak nya Ari.Lu tega misahin anak ini dari papa nya?" tanya Natasya sambil memegangi perut nya.


"Maaf,saya ga bisa mencabut laporan itu.Karna yang membuat laporan polisi itu suami saya.Jadi mba salah orang kalau minta sama saya." ucap Aruni pelan


"Lu sama suami lu sama aja.Kalian berdua tuh iblis,ga punya hati nurani.Lu kan sama-sama perempuan,lu harus nya tahu dong bagai mana hancur nya perasaan gue,saat sedang hamil dan suami dipenjara." ucap Natasya sambil menangis.


"Mba saya tahu betul perasaan mba nya.Tapi mba harus sadar juga kalau suami mba nya itu bersalah.Jadi mba nya jangan belain dia terus." ucap Aruni sambil mengusap pundak Natasya.


"Ga usah lu pegang-pegang gue.Gue ga butuk kasian lu.Gue cuma minta lu bebasin suami gue, Kalau engga gue akan buat lu nyesel." ucap Natasya mengancam.


"Sialahkan anda lakukan apa pun yang anda mau. Saya tidak peduli,dan tidak mau ikut campur." ucap Aruni sambil beranjak dari tempat itu.


"Dasar lu wanita ga punya hati.Wanita iblis!" teriak Natasya.


Aruni tak menggubris ucapan Natasya.Dia terus saja melangkah kan kaki nya menuju pintu karyawan.


Natasya yang melihat Aruni meninggalkan nya hanya dapat mengumpat Aruni sambil menghentak-hentakkan kaki nya.


next bab ya..😊