Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
KETEMUAN


Pagi hari nya Aruni sudah menyiapkan keperluan suami nya yang akan berangkat bekerja.Namun untuk pagi ini Aruni tidak memasak sarapan untuk suami nya.Karena dia merasa sangat lemas akibat perbuatan Reno semalam.


Aruni pun membatu suami nya mengancingkan kemeja nya dan juga memasangkan dasi.


"Sayang kamu hari ini ada rencana mau kemana?" tanya Reno sambil merangkul pinggang ramping istri nya.


"Aku ngerasa capek banget mas,hari ini aku males kemana-mana." jawab Aruni sambil terus memasangkan dasi untuk suami nya.


"Yaudah kamu istiraht aja.Jangan melakukan apa-apa.Kalau perlu sesuatu minta bu Sri untuk bantu kamu ya."


"Iya mas."


"Yaudah,kita sarapan yuk." ajak Reno sambil mengecup singkar bibir istri nya.


Pasangan suami istri itu pun melangkah bersama menuruni anak tangga untuk menuju ruang makan.


Sesampainya diruang makan Aruni pun mulai mengambilkan makanan untuk suami nya.Aruni terlihat cekatan melakukan nya.


Reno dan Aruni pun sarapan bersama,namun ditengah-tengah sarapan tiba-tiba Aruni berlari nenuju wastafel dan memuntahkan semua isi makanan yang sudah ia makan.


"Uuuuweekkk...uuuwweekkk..." suara Aruni yang sedang mengeluarkan isi perut nya.


"Sayang." ucap Reno pelan sambil memijat tengkuk Aruni.


Bu Sri yang melihar nyonya muda nya itu sedang memuntahkan makanan nya langsung kedapur dan membuatkan teh manis hangat untuk nyonya nya.


Selesai memuntahkan semua isi perutnya,Aruni pun terduduk lemas di lantai.Reno yang ada disamping Aruni langsung menggendong tubuh istri nya itu menuju kamar mereka.


Sesampainya nya didalam kamar Reno langsung merebahkan tubuh istri nya dengan hati-hati.


"Sayang,apa yang kamu rasain?"tanya Reno panik.


Aruni hanya menggelengkan kepala nya lemah.


Bersamaan dengan itu terdengar ketukan pintu dari luar,karena pintu tidak ditutup bu Sri sipemgetuk pun masuk untuk memberikan teh hangat untuk nyonya nya.


"Sayang,diminum dulu teh nya." ucap Reno sambil membantu istri nya untuk meminum teh.


Aruni pun mengikuti perintah suami nya untuk meminum teh.


"Sayang,panggil dokter aja ya untuk cek keadaan kamu?" tanya Reno sambil membenarkan posisi bantal istri nya.


"Ga usah mas.Aku baik-baik aja ko,ini cuma morning sicness aja." jawab Aruni pelan.


"Tapi sayang,beberapa hari ini kamu gak ngalamin morning sickness,kenapa sekarang kaya gini lagi. Ini pasti ada yang ga beres,dan kamu harus segera diperiksa."


"Ga mas,aku baik-baik aja,siangan dikit aku pasti sudah sehat lagi.Kamu jangan kawatir ya."


"Bagai mana saya ga kawatir,ini menyangkut kamu dan dia." ucap Reno sambil mengusap lembut perut istri nya.


"Kamu tenang aja mas,aku ga apa-apa.Aku minta maaf ya udah buat kamu cemas."


"Bener kamu ngerasa baik-baik aja?"


"Iya mas,aku udah baikkan kok.Kamu jangan kawatir ya,udah sekarang kamu berangkat kerja ya."


"Kamu yakin ga apa-apa kalau saya tinggal?"


"Yakin mas,aku baik-baik aja kok.Kan ada bu Sri juga dirumah."


"Ya sudah kalau begitu saya berangkat kekantor ya,kalau ada apa-apa langsung hubungi saya.Oke."


"Iya mas siap."


Reno pun kemudian mengecup kening Aruni dan menerima uluran tangan istri nya untuk bersalaman.


"Bu Sri,saya titip Aruni ya?kalau ada apa-apa langsung hubungi saya." ucap Reno sambil menatap kearah bu Sri.


"Baik den." jawab bu Sri.


Reno pun akhir nya berangkat kekantor untuk bekerja.


Sementara Aruni kembali berbaring untuk mengumpulkan lagi tenaga nya.


...


Sementara itu di tempat berbeda Ari yang kini telah sepenuh nya sembuh sudah bisa berjalan normal kembali tanpa bantuan tongkat.


Terlihat Ari dan Alan tengah berbincang serius disuatu ruangan yang hanya ada mereka berdua.


Ari tampak sangat serius mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Alan.


Entah apa yang sedang mereka berdua bicarakan, namun yang jelas mereka berdua tampak sangat serius.


Terlihat beberapa kali Ari tampak menganggukan kepala nya saat Alan berbicara pada nya.Mereka berdua kemudian menyudahi pembicaraan mereka berdua,dan kemudian mereka meninggalkan ruangan tersebut.


...


Sementara di tempat berbeda jam sudah menunjukan hampir masuk jam makan siang ,Aruni yang sudah mereasa lebih baikan setelah mengalami morning sickness tengah berdandan karena akan pergi makan bakmi bersama bu Sri.Aruni yang sedang merasakan ngidam ingin sekali memakan bakmi.


"Non,non yakin jadi mau makan bakmi?" tanya bu Sri tampak sangat khawatir.


"Iya bu Sri,aku udah baik-baik aja kok." jawab Aruni dengan riang.


"Tapi non sudah ijin den Reno kan ya,kalau kita akan makan bakmi?" tanya bu Sri lagi.


"Iya bu,ini aku baru mau telepon mas Reno.Aku telepon mas Reno dulu ya." sambil menekan nomer telepon suami nya.


Aruni menunggu suami nya mengangkat sambungan telepon nya sambil mengenakan hijab nya.


"Assalamualaikum mas." ucap Aruni saat sambungan telepon dengan suaminya sudah tersambung.


"Waalaikumsalam,ada apa sayang?" tanya Reno dari sebrang sambungan telepon.


"Mas,aku mau minta ijin ya,aku sama bu Sri mau makan bakmi diwarung yang deket rumah sakit tempat aku kerja dulu,boleh ya mas."


"Makan bakmi,tapi saya ada meeting setengah jam lagi,bagai mana kalau nanti malam aja?"


"Aku mau nya sekarang mas,kamu ga apa-apa meeting aja mas.Aku sama bu Sri kok mas." ucap Aruni sambil merengek.


"Yaudah boleh,tapi kamu dianter sam supir ya?" ucap Reno dengan lembut.


"Siap mas ku."


"Tapi kamu janji ya harus hati-hati dan jangan makan terlalu pedas."


"Siap bos."


"Good.Yaudah saya mau lanjut kerja ya.Love you."


"Love you to mas.Waalaikumsalam."ucap Aruni sambil menutup sambungan telepon nya.


Aruni pun kemudian pergi menuju warung bakmi langganan nya semasa kerja dulu.


Aruni sudah membayangkan rasa dari bakmi langganan nya itu.Rasa pedas dan gurih serta sedikit aga manis sudah sangat terasa didalam mulut Aruni.Tanpa sadar Aruni pun meneteskan air liur nya.


Bu Sri yang melihat itu hanya dapat tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Non,ini tissue nya." ucap bu Sri membuyarkan lamunan Aruni sambil menyodorkan satu lembar tissue.


"Ah,yaallah.Maaf bu Sri saking pengen nya saya sampe ngiler ya?"tanya Aruni sambil menerima tissue dari bu Sri dan langsung mengelap air liur nya yang sudah hampir menetes kebawah.


"Iya bu,rasa bakmi nya udah ada dimulut bu.Maka nya saya sampai ngiler banget." jawab Aruni sambil mengelap ujung bibir nya dengan tisu.


...


Tak lama beselang Aruni dan bu Sri pun sudah sampai di kedai bakmi langganan nya.Tepat berada di sebrang rumah sakit tempat dia dulu bekerja.


Aruni dan bu Sri pun turun dari mobil dan menuju kedai bakmi tersebut.


Aruni memasuki kedai sambil mengedarkan pandangan nya,mencari sesuatu.


Dan tak lama ada seseorang yang duduk disudut kedai sambil melambaikan tangan kearah Aruni.


Aruni pun langsung menghampiri orang tersebut.


"Maaf ya,kamu udah lama nunggu nya?" tanya Aruni pasa seseorang yang tadi melambaikan tangan nya.


"Gak kok,aku juga baru aja sampai dan duduk disini."jawab wanita itu yang tak lain adalah Natasya.


"Oh iya kamu sudah pesan?" tanya Aruni pelan.


"Belum,aku sengaja tunggu kamu biar bisa makan nya barengan." jawab Natasya ramah.


"Oke,kalau gitu aku yang pesenin ya?" ucap Aruni penuh semangat dan di jawab anggukan oleh Natasya. "Bu Sri duduk dulu disini ya,aku pesen dulu bakmi nya." ucap Aruni sambil berlalu.Dan bu Sri pun hanya bisa pasrah.


Aruni sudah berlajan menuju pak de penjual bakmi.


"Mbak nya temen non Aruni dimana?" tanya Bu Sri yang sedikit curiga.


"Oh,saya kebetulan istri dari sahabat nya." jawab Natasya berbohong.


"Mbak nya mau apa ajak non Aruni ketemuan disini?" tanya Bu Sri tak bersahabat.


"Oh,cuma mau ketemuan aja,sebab sudah lama kita tidak bertemu." jawab Natasya sedikit ragu. 'Sial ni pembokat,rese banget sih.' batin Natasya.


Aruni dan Natasya memang sudah sengaja membuat janji untuk bertemu disitu.Natasya sering sekali menghubungi Aruni.Dia dan Aruni kini berteman.


Tak lama kemudian Aruni datang,setelah memesan bakmi untuk mereka semua.


"Oh iya,bu Sri kenalin ini Natasya.Natasya kenalin ini bu Sri." ucap Aruni mengenalkan kedua orang yang ada disamping nya itu.


"Hallo.."ucap Natasya pada bu Sri.Dan bu Sri hanya menganggukan kepala nya. 'Sialan ni orang sombong banget.' ucap Natasya dalam hati.


Bakmi pesanan mereka pun telah tersaji di meja.Aruni,Natasya dan bu Sri bun langsung menyantap makanan mereka.


Aruni nampak sangat lahap menyantap bakmi yang ia pesan tadi.Dengan sambal dan saus yang banyak dan sangat terlihat pedas.


"Non,jangan banyak-banyak sambel nya.Nanti kalau tuan tahu bisa marah." ucap Bu Sri mengingatkan yang nampak khawatir.


"Tenang aja bu,mas Reno ga akan tahu kok,kalau ibu ga ngomgong." jawab Aruni sambil tersenyum.


"Tapi non inget sama yang diperut." ucap Bu Sri yang masih tampak sangat khawatir.


"Huk..huk.."tiba-tiba Natasya tersedak dan batuk.


"Nat,kamu kenapa?Minum dulu ni!" seru Aruni sambil memberikan minuman milik Natasya.


Natasya pun mengambil minuman nya dan langsung meminum nya.


"Aruni kamu sedang hamil?" tanya Natasya setelah meminun minuman nya.


"Iya Nat,alhamdulillah."jawab Aruni sambil tersenyum


"Oh,selamat ya." jawab Natasya tampak ragu dan juga kaget.


"Terimakasih ya Nat."jawab Aruni sambil tersenyum,dan dibalas senyuman oleh Natasya.


Dan kembali menyantap makanan mereka masing-masing.Tak banyak obrolan yang keluar dari mulut Aruni dan Natasya.Karena mereka masih merasa canggung satu sama lain.


Setengah jam pun berlalu,akhir nya Aruni pun pamit pulang pada Natasya.


"Nat,kamu pulang sama siapa?" tanya Aruni perhatian.


"Aku bawa mobil Run." jawab Natasya sambil tersenyum.


"Oh gitu.Yasudah aku duluan ya Nat." ucap Aruni sambil berjalan menuju mobil nya yang sudah berada tepat di depan nya.


"Iya,hati-hati dijalan ya Run." jawab Natasya ramah.


"Iya kamu juga ya,hati-hati nyetir nya.Inget sama si utun ni yang sebentar lagi launching." ucap Aruni sambil mengelus perut buncit Natasya.


"Iya,see you ya Run."


"Iya Nat,bye.."


"Bye."


Aruni pun kemudian memasuki mobil nya.Dan tak lama mobil pun bergerak melaju meninggalkan kedai bakmu beserta Natasya.


Aruni dan Bu sri hanya terdiam didalam mobil.Aruni nampak sangat kelelahan,dia bersandar di sandaran mobil.


"Non,baik-baik saja non?" tanya bu Sri panik yang melihat Aruni tampak lemas.


"Iya bu,aku baik-baik aja ko.Cuma sedikit capek." jawab Aruni pelan.


"Yasudah non sandaran di bahu ibu sini." ucap bu Sri sambil memberikan bahu nya.Dan Aruni pun menuruti nya tanpa menjawab apapun.


Tib-tiba ditengah perjalanan,mobil yang ditumpangi Aruni dipepet oleh delapan orang bersenjata menggunakan sepeda motor.


Mereka mengacungkan senjata mereka kearah supir untuk menghentikan laju mobil.


Jeki sang supir pun terus memacu mobil nya sambil berusaha menghubungi rekan bodyguard nya dibelakang.Namun tak ada jawaban.


Sementara Aruni dan bu Sri yang duduk di bangku belakang pun nampak panik.Mereka saling berpelukan satu sama lain.


"Jek,ini ada pa sih? mereka itu siapa?" tanya bu Sri ketakutan.


"Gak tahu bu,kaya nya mereka ini begal bu." jawab Jeki sambil terus menambah kecepatan mobil nya.


Jeki terus berusaha menghubungi rekan nya yang lain.


"Hallo bang,tolongin bang.Gue sama bu Aruni lagi di kejar-kejar orang bersenjata!" seru Jeki pada sambungan telepon yang tertuju pada rekanannya.


"Kirim posisi lu sekarang." ucap Sang rekan dari sebrang sambungan telepon.


"86 bang." jawab Jeki.


Sementara itu diluar para pria bersenjata itu terus saja menggedor-gedor mobil untuk segera menepi dan berhenti.


"Jeki,udah Jek berhenti aja.Bahaya kalau kita terus kabur gini.Mereka bawa senjata." ucap Aruni berusaha tetap tenang.


"Tapi bu,mereka bawa senjata."


"Iya justru mereka bawa senjata maka nya kamu minggir aja.Kalau mereka begal biar mereka ambil mobil ini."


"Baik bu."


Jeki pun mulai menepikan mobil nya.


next bab ya...😊