
Setelah Acara selesai Lona dan Zicko langsung pamit pulang karena Lona merasa perutnya sakit,,
Zicko yang merasa khawatir langsung membawanya pulang dan sebenarnya Zicko akan membawanya ke rumah sakit namun Lona menolak dan hanya ingin segera berbaring.
Lona terus mengusap perutnya selama di mobil namun anaknya di dalam kandungnya terus menendangnya membuatnya sedikit nyeri.
Zicko yang melihatnya merasa tidak tega, dia pun mengusap lembut perut buncit Lona dan sedikit mengajak ngobrol anaknya..
" Sayang,, hei.. Diam dulu ya Mommy nya kesakitan,, Kasihan ini Mommy lagi capek ya.. Nurut dulu sama Daddy sayang "
Zicko terus mengusap lembut bahkan seperti mengerti dengan ucapan Zicko, kini anaknya diam hingga Lona tidak merasakan nyeri di perutnya.
" Kayaknya di akan nurut sama kamu deh Kak, dia selalu diem kalau kamu ngomong " Ucap Lona dan Zicko hanya tersenyum menatapnya
Lona kembali menatap lurus hingga mereka sampai di depan rumahnya.
Zicko menggandeng tangan Lona dan mereka berjalan masuk.
Lona mengganti pakaiannya dan membersihkan wajahnya, begitu juga Zicko yang sudah berada di atas ranjang.
" Aku seneng Kak Sandi dan Anisa sudah menikah, dan Bentar lagi Kak Reno dan Meylan juga menikah "
" Iya Sayang,, Sandi akhirnya menemukan wanita yang benar benar mencintainya "
Zicko teringat dengan Amanda yang hanya memainkan hatinya, Sandi akan hanya mencintai wanita yang dicintanya tanpa memikirkan wanita lain.
Tidak berbeda jauh dengan dirinya yang hanya akan ada Lona di hatinya untuk saat ini hingga selamanya.
" Perut kamu gimana Yang, bener gak papa atau besok kita ke Rumah Sakit ya "
" Udah gak papa Kak, lagian tadi karena kecapekan aja pasti "
Zicko mengangguk, dia pun menatap perut Lona dan wajahnya mendekat mengecupnya lembut dan mengusapnya.
" Selamat malam Anak Daddy, Istirahat ya Sayang "
" Selamat istirahat Sayang,, " Ucap Zicko menatap Lona yang tersenyum
Zicko mengecup kening Lona dan mereka berbaring dengan Lona yang memeluknya.
*********
Sandi dan Anisa sudah berada di Brians Hotel mereka akan menginap di sana sebagai kado dari Zicko atas pernikahan mereka, sebenarnya Zicko meminta mereka mengadakan pesta di hotel namun keduanya menolak dan akhirnya Zicko hanya memberikan dua tiket Honeymoon ke Bali selama seminggu.
Anisa masih berada di dalam kamar mandi, dia menatap wajahnya rasanya masih belum percaya dengan statusnya sekarang yang sudah menjadi seorang istri, pandangan nya pun melihat cincin cantik yang melingkar di jarinya.
Sebuah cincin yang sengaja mereka pesan bersama dan terukir nama mereka di sana.
Sandi merasa khawatir dengan Anisa yang tidak keluar, bahkan sudah Hampir satu jam Anisa berada di dalam kamar mandi.
Sandi berjalan menuju pintu kamar mandi dan mengetuk Pintunya..
" Sayang,, Kamu gak papa kan di dalam " Ucap Sandi cemas
" Iya Mas,, Aku gak papa " Ucap Anisa dengan membuka pintu.
Sandi menatap Anisa yang sudah berganti piyama,,
" Sayang kamu sakit " Ucap Sandi menatap wajah Anisa yang sedikit merah
Anisa menggeleng, Anisa hanya merasa gugup dengan Malam ini.
" A-aku gak papa Mas, Kita tidur yuk " Ucap Anisa berjalan namun langkahnya terhenti karena dia merasa pinggang nya di peluk dari belakang.
Sandi yang memeluknya dari belakang dan wajahnya yang berada pada bahunya membuat jantung Anisa berdetak sangat cepat bahkan mungkin Sandi pun bisa mendengarnya.
Hembusan napas Sandi pada tengkuk lehernya membuatnya merinding.