
Reno dan Ali keluar dari rumah tuan Abraham. Ali mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.
"Segera lakukan apa yang saya mau." ucap Reno datar.
"Baik tuan."jawab Ali sambil menggagukan kepala.
"B**ng**k!" seru Reno sambil membuka dasi dan beberapa kancing kemeha nya. "Lebih cepat bawa bawa mobil nya.Saya sudah tidak kuat." ucap Reno sambil terus meraba dada bidang nya.
Ali yang sadar ada yang tidak beres dengan tuan nya segera memacu laju kendaraan nya lebih cepat lagi.
"Saya mau keapartemen." ucap Reno
"Baik tuan." jawab Ali patuh.
Tiga puluh menit kemudian Reno telah sampai di apartemen nya.Reno kemudian segera menanggalkan seluruh pakaian nya.Dan melemparkan nya kesembarang arah.Reno berjalan dengan cepat menuju kamar mandi apartemen nya. Dia segera menyalakan shower air dingin.Dan membiarkan tubuh nya di hujani Air dingin dari shower kamar mandi nya. Reno melakukan permainan solo dikamar mandi. Dia ingin segera menuntaskan hasrat b***h* nya.Dia tau bahwa obat perangsang yang diberikan nona Milly dosis nya tidak terlalu besar.Maka dari itu dia bisa mengatasi nya dengan bermain solo.
Reno terus membiarkkan tubuh nya diguyur oleh air yang keluar dari shower.Dia juga meraih sabun mandi yang tak jauh dari nya.Dia terus melakukan aksi nya sendiri dikamar mandi.
"Akh sial!" pekik Reno sembari tangan nya terus bekerja sendiri.
Reno terus melakukan pekerjaan itu berulang-ulang dengan menggunakan sabun mandi nya. Reno mulai menaikkan ritme gerakan tangan nya agar dapat menyelesaikan permaianan solo nya dengan segera.
Hampir dua puluh lima menit Reno larut dalam permainan solo nya. Sampai akhir nya Reno menggerang.
"Arrrrkh..!" gerang Reno ketika sudah mengeluarkan apa yang perlu dia keluarga sedari tadi.Reno menyudahi pernainan solo nya setelah semua nya keluar dengan baik.
Reno yang terlihat sudah lemas akibat mengeluarkan banyak tenaga,segera membasuh seluruh tubuh nya dengan sabun mandi dan air.Kemudian menyudahi mandi nya dan segera melangkahkan kaki nya keluar dari kamar mandi.
Reno segera menuju ruang Wadrobe nya.Dia menggambil pakaian santai nya,celana pendek dan kaos oblong.Reno segera menggunakan pakaian nya dan kemudian berjalan menuju tempat tidur nya.Reno merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur big size nya.Reno mencoba memejamkan mata nya dengan satu tangan nya di taro diatas dahi nya.
Reno teringat kembali akan kejadian tadi di Restoran.Sebenar nya Reno ingin sekali menikmati tubuh nona Milly,tapi dia sadar kalau dia melakukan hal itu dia kan mendapat banyak masalah setelah nya.Dia tidak ingin memiliki masalah dengan seorang wanita murahan seperti itu.Dia sadar kalau dia bukan laki-laki baik,tapi setidak nya dia berusaha untuk menjadi laki-laki baik.Reno mulai menerawang lagi,fikiran nya tertuju pada satu nama perempuan yaitu Aruni. Mengingat kejadian tadi,Reno jadi merasa bersalah pada Aruni.Dia merasa sudah menghianati Aruni.
Reno kemudian bangkit dari tidur nya.Dia berusaaha mencari ponsel nya.Reno mencari ponsel nya keseluruh sudut kamar dan ternya tidak ada.Reno berjalan keluar kamar dan mencari ponsel nya di ruang tamu.Ternyata Reno melemparkan ponsel nya di sofa ruang tamu apartemen nya.Reno segera mengambil ponsel itu dan segera duduk di sofa empuk milik nya.
Ada beberapa kali misscall dari Vero dan Aruni. Serta ada beberapa pesan juga yang dikirim oleh Aruni.
Aruni message : "Assalamualaikum,maaf mas Reno
mengganggu. Saya cuma mau
kasih liat undangan yang sudah
tercetak,dan mau tanya nama
apakah nama dan gelar nya
sudah benar ya?
Tulis Aruni pada pesan yang dikirim untuk Reno,aruni juga menyertakan foto undangan yang telah tercetak.
Reno pun segera membalas pesan Aruni sesaat setelah melihat foto undangan yang tercetak .
Reno message : "Waalaikumsalam.Iya sudah
benar."
Jawab Reno,pada pesan nya.Namun Aruni tak langsung membalas nya.Reno yang menunggu pesan dari Aruni mulai merasa kesal.
Dan tiba-tiba ponsel nya berdering.Ketika dilihat bukan nama Aruni yang terlihat dalam layar ponsel nya,tetapi nama Ali.
"Hallo." jawab Reno sesaat setelah ia menggeser tombol hijau pada ponsel nya.
"Hallo tuan,ssemua yang anada perintahkan sudah beres.Widuru corp telah diakuisisi,tuan Abraham dan putri nya pun sudah dikirim keluar negri.Seluruh Aset tuan Abraham sudah di ambil alih,seperti saham milik tuan Abraham di berbagai perusahaan lain,rumah,tanah,kendaraaan,villa dan lain nya,tidak ada yang tertinggal." ucap Ali menjelaskan.
"Good."jawab Reno singkat.
"Cukup,hari ini kamu buleh istirahat lebih awal." ucap Reno hangat.
"Baik tuan." ucap Ali.
Reno pun memutuskan sambungan telepon nya dengan Ali.
Reno kembali tringat Aruni.Dia membuka menu pesan pada ponsel nya,namun belum ada pesan balasan yang terkirim dari Aruni.
Reno mencoba menghubungi Aruni,tetapi Aruni tak menjawab panggilan telepon dari Reno. Reno terus mencoba menghubungi Aruni hingga lima kali.
"Sial,kemana sih dia?!" ucap Reno kesal.
Reno kemudian beranjak dari sofa nya.Dia mulai melangkahkan kaki nya menuju ruang wadrobe nya.Reno segera mengganti pakaian nya.Dia sekarang sudah mengenakan celana panjang warna hitam dan kaos lengan panjang berwarna mocca.
Reno segera meraih kunci mobil nya.Dan keluar dari apartemen nya menuju tempat parkir. Sesampai nya di tempat parkir Reno segera masuk kedalam mobil nya dan melaju meninggalkan parkiran apartemen.Reno mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang. Reno membawa mobil nya menuju rumah tuan Baskara,yang tak lain adalah ayah dari Aruni. Di tengah jalan dia teringat akan Aruni yang pernah membawa buah tangan pada saat kerumah nya.
Reno kemudian menghentikan laju mobil nya di depan sebuah toko buah.Dia keluar dari mobil nya.Dan masuk kedalam toko buah tersebut. Reno menemui seorang karyawan toko.
"Permisi." ucap Reno pada karyawan toko tersebut.
"Iya,ada yang bisa saya bantu,tuan." ucap karyawan toko tersebut sambil terpesona melihat ketampanan Reno.
"Tolong buatkan saya parcel buah,tapi dengan buah-buahan yang berkualitas baik." ucap Reno.
"Baik tuan,sebelum nya silahkan pilih keranjang nya terlebih dahulu." ucap karyawan toko sambil memperlihatkan berbagai jenis keranjang buah.
"Yang itu aja." ucap Reno sambil menunjuk sebuah keranjang yang paling besar.
"Baik tuan.Silahkan ditunggu tuan." ucap karyawan toko .
Dan Reno hanya menjawab dengan Anggukan kepala.Dia kemudian berjalan memuju deretan kursi tunggu didalam toko tersebut.
Sambil menunggu parcel nya,Reno mencoba menghubungi Aruni. Dan ternyata Aruni menjawab panggilan telepon nya.
"Assalamualaiku."jawab Aruni pada sambungan telepon
"Waalaikumsalam,maaf tdi telepon ga keangkat. Saya sedang dijalan." ucap Reno berbohong.
"Oh,iya ga apa-apa."jawab Aruni. "Oh,iya.Bagai mana udh liat undangan nya kan?kira-kira ada kesalahan ga?" tanya Aruni pelan.
"Iya sudah lihat.Engga ada kesalahan ko.Tadi kan saya sudah kirim pesan.Memang nya belum dibaca?" tanya Reno.
"Hah!masa sih,maaf belum kebaca.Soal nya baru pegang handphone." jawab Aruni.
"Ooh.Eh iya,saya sedang dijalan mau kerumah tuan Baskara.Kamu ada dirumah kan?" tanya Reno.
"Hah! mau ngapain?"tanya Aruni.
"Mau ngajak kamu keluar."jawab Reno.
"Kemana?" tanya Aruni
"Akh,banyak tanya. Sudah saya lagi di jalan." ucap Reno kesal yang kemudian memutuskan sambungan telepon nya.
Aruni yang kaget pun hanya bisa diam tak bersuara.
Tak berapalama kemudian seorang karyawan toko menghampirinya,dan memberi tahukan nya bahwa parcel yang ia pesan telah selesai dibuat.
Reno pun lantas segera membayar parcel tersebut dan segera membawa parcel tersebut keluar untuk menuju rumah tuan Baskara.
Tiga puluh lima menit kemudian Reno telah sampai dihalaman rumah Aruni.Dia segera turun dari mobil nya dan tak lupa parcel buah nya dia bawa juga.
next bab yaaaa