Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
KEMBALI KERUMAH


Hari ini Reno sudah sampai di perusahaan nya untuk bekerja.Dia harus bekerja hari ini karena banyak sekali pekerjaan yang sudah dia tunda beberapa minggu belakangan ini.


Sebenarnya hari ini Aruni keluar dari rumah sakit.Reno yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya itu pun menitipkan istri tercinta nya kepada orang tua dan juga mertua nya.


"Tuan,ini semua berkas yang anda minta." ucap Ali sambil meletakan beberap map dimeja Reno.


"Al,nanti saya harus jemput Aruni pulang dari rumah sakit.Jadi saya akan pulang lebih awal,tolong kamu handle sisa nya ya." ucap Reno sambil menatap Ali.


"Baik tuan." jawab Ali singkat.


"Oke,terimakasih ya Al." ucap Reno sambil mengecek berkas yang diberikan Ali.


"Kalau tidak ada perintah lain saya permisi untuk kembali keruangan saya." ucap Ali sopan.


"Untuk saat ini tidak ada.Kamu boleh kembali." jawab Reno.


...


Sementara dirumah sakit Aruni sudah siap untuk pulang.


"Run,sehat ya." ucap Ines sambil menempelkan plester pada tangan Aruni yang habis di infus.


"Terimakasih ya Nes,lu juga ya sehat-sehat jangan lupa gue tunggu undangan nya sampe kerumah gue." ucap Aruni menggoda Ines yang diketahui akan menikah minggu depan.


"Siap nyonya." jawab Ines sambil tersenyum.


"Bisa aja lu Nes." ucap Aruni pelan.


"Oke,udah selesai Run.Gue tinggal ya,maaf ga bisa sampai nganter pulang."


"Iya Nes gak apa-apa kan ada ibu sama mama nya Mas Reno."


"Ya udah gue keluar dulu ya Run,mari ibu,tante.Saya permisi."


"Iya Nes,terimakasih ya." ucap Ibu sambil tersenyum,sementara nyonya Herlambang hanya tersenyum ramah.


Ines pun keluar dari ruangan kamar rawat Aruni.


"Run,sudah tidak ada lagi yang dirasa kan?" tanya mama mertua nya.


"Sudah engga ma,aku sudah sehat.Lagi pula hanpir lima hari aku di rumah sakit ma.Kalau pasien lain paling lama hanya tiga hari di rumah sakit pasca tindakan kuret." jawab Aruni sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau kamu merasa sudah lebih baik.Kita pulang sekarang?" tanya Mama mertua nya lagi.


"Iya ma,tapi sebentar ya ma,bu.Aku mau pamitan dulu sama temen ku yang sedang di rawat dirumah sakit ini juga." jawab Aruni sambil memegang kedua tangan orang tua nya.


"Iya." jawab ibu nya dan didukung anggukan kepala oleh mama mertua nya.


Aruni,nyonya Baskara dan nyonya Herlambang pun keluar kamar perawatan bersamaan.Mereka berjalan sejajar menuju ruang ICU yang berada di lantai dua rumah sakit.


Ketiga wanita cantik itu pun memasuki lift untuk menuju lantai dua.


Sesampai nya di depan ruang ICU Aruni memui seorang perawat untuk meminta ijin agar dapat masuk kedalam ruang ICU tempat Natasya yang sedang terbaring koma.


"Ma,bu. Aku masuk dulu ya." ucap Aruni kepada ibu dan mama mertua nya saat sudah mendapat ijin dari perawat.


"Iya nak."Jawab ibu bersamaan dengan mama.


"Iya Run." jawab Mama bersamaan dengan ibu.


Aruni pun memasuki ruang ICU dengan menggunakan pakaian steril dr rumah sakit.


Aruni yang melihat Natasya terbaring koma dengan berbagai peralatan medis menempel dusekujur tubuh nya,tak kuasa menahan tangis. Air mata nya mengalir tanpa bisa ia tahan. Aruni merasa sedih,kecewa,kasihan dan juga marah pada Natasya.Dia sedih dan kasihan melihat kondisi Natasya saat ini,tapi dia jua marah dan kecewa saat mengingat tragedi penculikan yang menimpa nya ternyata ada keterlibatan Natasya disana.


Aruni duduk di bangku sebelah tempat tidur Natasya.Dia berusaha menyeka air mata nya dan beberapa kali terlihat menarik nafas panjan dan membuang perlahan.Aruni melakukan itu agar merasa lebih tenang dan berhenti menangis.


Setelah dirasa cukup tenang,Aruni mulai menatap lagi wajah Natasya yang tetap cantik meski ada perban melingkar dikepa nya dan juga selang medis yang ada di mulut nya.


Natasya yang menang sedang koma,namun dapat merespon kehadiran seseorang didekat nya.Natasya menggerakan jari-jari nya.


"Kamu apa kabar Nat?"tanya Aruni lagi,walau pun ia tahu pasti tak akan mendapatkan jawaban dari Natasya.


Namun kali ini Natasya merespon dengan meneteskan Air mata.


"Hei,kenapa kamu menangis." ucap Aruni sambil menghapus air mata Natasya. "Jangan menangis ya,kamu jelek kalau menangis." ucap Aruni lagi sambil tersenyum.


Walaupun dalam hati nya ada rasa marah dan kecewa terhadap apa yang sudah Natasya lakukan sebelum nya.Akan tetapi melihat kondisi Natasya saat ini membuat hati Aruni tak tega.


Aruni mencoba meredam emosi nya,dia mencoba melupakan semua yang sudah terjadi.


"Nat,selamat ya kamu sudah menjadi ibu sekarang." ucap Aruni lagi sambil tersenyum riang.Natasya hanya merespon lewat gerak jari nya. "Kamu cepet bangun ya,kalau engga aku akan culik bayi kamu." ucap Aruni lagi sambil tersenyum. Dan kali ini Natasya merespon nya dengan menggerakan jari tangan nya dan juga kaki.


Aruni yang melihat itu merasa sangat senang, karena Natasya sebenar nya mendengar ucapan nya.


"Tuh kan marah denger bayi nya mau diculik, maka nya buruan bangun.Memang nya kamu gak cape tidur terus." ucap Aruni lagi dengan gaya sok galak.


Lagi-lagi Natasya menjawab nya dengan gerakan jari tangan dan juga kaki nya.


"Huh,cape akh ngomong sama kamu Nat.Aku nya di cuekin kamu nya tidur terus.Nat aku pulang ya,nanti aku kesini lagi.Tapi kamu harus janji kalau aku kesini lagi, kamu harus sudah bangun dari tidur ya." ucap Aruni sambil mengusap lembut tangan Natasya.


Dan lagi-lagi Natasya hanya menggerakan jari-jari tangan nya untuk merespon ucapan Aruni.


"Nah gitu dong,kan aku jadi seneng denger nya. Ya udah aku pulang dulu ya Nat,bye." ucap Aruni dan kemudian berjalan keluar ruangan Natasya.


Aruni pun keluar dari dalam ruangan ICU tempat Natasya dirawat.Aruni berjalan dengan perasaan campur aduk,dia merasa sedih,kesal dan juga kasihan.


"Sayang." panggil Reno pelan yang memang sudah sampai dirumah sakit sesaat setelah Aruni memasuki ruang ICU.


"Lho mas,kok kamu sudah ada disini?" tanya Aruni kaget.


"Iya,pekerjaan saya sudah selesai." jawab Reno lembut.


"Oh." jawab Aruni pelan.


"Sayang kita pulang sekarang ya?"tanya Reno pada istri nya,dan di jawab anggukan oleh istri nya.


Reno pun menuntun istri nya keluar dari rumah sakit.Karena sebelum nya Aruni menolak untuk menggunakan kursi roda.


...


Hampir empat puluh lima menit mereka menempuh perjalanan.Untung nya hari ini tidak begitu macet dan memang bukan dijam sibuk.


Mobil Reno pun memasuki pelataran parkir rumah nya.


Reno membuka pintu untuk istri nya dan memapah nya memasuki rumah mereka disusul oleh mama dan juga ibu mertua nya.


Dan saat didalam rumah Aruni sudah disambut oleh Kak Arini,Veronica,dan juga ayah dan juga papa mertua nya.Mereka satu persatu memberikan ucapan selamat atas kembali nya Aruni kerumah.


Aruni pun merasa terharu,tanpa dia sadari air mata nya nya pun menetes membasahi pipi chaby nya.


"Runi." ucap Kak Arini sambil memluk adik tercinta nya.


"Kak Rini,terimakasih banyak ya." ucap Aruni sambil memeluk erat kakak nya.


"Iya Run,kamu sehat-sehat ya." ucap kak Arini sambil melepas pelukan nya.


Aruni pun hanya menggangukan kepala nya.Dan dia beralih pada Veronica,Aruni memluk Veronica sambil mengucapkan terimakasih atas doa dan dukungan nya.


Semua pun bergembira atas kempulangan Aruni kerumah.Semua merasa lega karena Aruni terlihat baik-baik saja.


next bab ya..