
Pagi ini udara terasa dingin karena semalaman turun hujan cukup deras.Aruni dan Ines sudah bersiap untuk pulang,setelah semalaman bekerja sebagai seorang perawat.
Ketika Aruni sedang memakai jaket nya tiba-tiba ponsel nya bergetar.Pada saat dia melihat nya ternyata Reno yang menghubungi nya.
"Assalamulaikum." ucap Aruni sesaat setelah ia menggeser tombol hijau dilayar ponsel nya.
"Waalaikumsalam,lagi ngapain?" tanya Reno dari sebrang sanbungan telepon.
"Baru mau pulang,lagi siap-siap dulu." jawab Aruni malu-malu.
"Oh,hati-hati ya pulang nya.Nanti kalau sudah sampai rumah kabarin,nanti saya telepon lagi." Ucap Reno lembut.
"Iya." ucap Aruni singkat.
"Assalamualaikum." ucap Reno memberi salam.
"Waalaikumsalam." ucap Aruni yang kemudian memasukan ponsel nya kedalam tas.
"Cie..cie..yang abis ditelepon calon suami." ucap Ines menggoda.
"Ines apaan sih?"jawab Aruni malu-malu,dengan wajah yang sudah bersemu merah.
"Cie..hahahaha..muka lu jadi merah kaya tomat Run." ucap Ines sambil tertawa cekikikan.
"Ines..awas ya." ucap Aruni mencubit Ines.
"Aw..sakit..sakit." pekik Ines yang merasa kesakitan.
"Awas aja ya kalau masih ngeledekin." sambil masih mencubit lengan Ines.
"Iya,iya..ampun." rintih Ines kesakitan.
"Awas ya,klo ngegodain lagi." ancam Aruni.
"Iya..iya.." ucap Ines sambil meringis.
Kedua sahabat itu kini tengah berjalan menuju parkiran motor khusus karyawan rumah sakit.
"Runi,gue nebeng ya sampe depan?" tanya Ines meminta ijin.
"Lho,kok tumben lu ga bawa motor?" tanya Aruni heran.
"Iya,hari ini kan Kemal libur dia mau ngajakin gue kerumah main."ucap Ines sambil nyengir.
"Duh enak nya yang mau ngedate.Ketambah besok lu libur ya?" tanya Aruni dengan sendu.
"Iya,trus Kemal besok masuk malam.Jadi berasa liburan dua hari deh kita." ucap Ines sambil senyum-senyum.
"Iya deh,yang mau nngedate.Cemungut ya." ucap Aruni sambil menaiki motor nya.
Aruni dan Ines sudah berboncengan menuju pintu keluar rumah sakit.
"Tuh,pangeran lu udah berengger." ucap Aruni saat melihat Kemal.
"Bertengger,lu kira burung kutilang?!" ucap Ines kesal.
"Hai,Runi.Makasi ya udah mau boncengin,bebeb abang Kemal." ucap Kemal ketika motor Aruni sudah berhenti didepan nya.
"Iya,babang Kemal.Sama-sama,jangain sahabat Runi yang bawel ini ya.Jangan sampe lecet." ucap Aruni.
"Lecet,lu kira gue body motor kali." ucap Ines sambil tertawa.
"Tenang aja neng Runi,babang Kemal pasti jagain jantung hati babang Kemal yang demplon bangat kaya kue apem." ucap Kemal sambil meraih dagu Ines.Dan Ines pun hanya mesem-mesem malu.
"Udah ah,kelamaan disini bisa kering gue." ucap Aruni. " Gue duluan ya semua nya." ucap Aruni lagi sambil melajukan motor nya dengan kecepatan tidak lebih dari empat puluh km/jam.
...
Sementara di tempat lain,yang memiliki perbedaan waktu lebih cepat dua jam. Reno dan Ali tengah melakukan meeting dengan salah seorang klien nya. Kali ini klien nya seorang perempuan muda yang cantik asli keturunan dari jepang.
Wanita itu bermama Hanami. Dia seorang salah satu pemimpin perusahaan terkenal dijepang. Ayah nya merupakan pendiri perusahaan tersebut.
Reno tampak sedang membawakan presentasi meeting yang nantinya akan menjadi kesepakatan kerja sama antar dua belah pihak.
"Sā, anata wa kekkon shite imasu ka(Tuan,apa anda sudah menikah)?" tanya Hanami saat Reno sudah selesai mempresentasikan materi nya.
"Madadesuga, sugu ni kekkon shimasu(Belum,tapi akan segera menikah)." Jawab Reno tegas.Dia tidak ingin kejadian yang sama terulang saat dengan tuan Abraham dan putri nya nona Milly .
"Ā sonoyōni (oh,seperti itu)." ucap Hanami sambil tersenyum. "Raigetsu wa watashi no kekkonshiki no hidesu, anata no pātonā to issho ni kite kudasai(Bulan depan adalah hari pernikahan saya,datanglah dengan pasangan anda)." ucap Hanami sambil kembali tersenyum senang.
Reno yang merasa tidak enak Hati karena salah sangka dengan pertanyaan Hanami,hanya mampu tersenyum dan menganggukan kepala.
"Anata no bōifurendo wa utsukushikunakereba narimasen(Kekasih mu pasti cantik)." ucap Hanami
" Hai, kanojo wa watashinohaha ni tsugu mottomo utsukushī joseidesu(Ya,dia wanita paling cantik setelah ibu saya)." Jawab Reno bangga.
Dan Hanami hanya tersenyum senang mendengar mya.
Reno dan Hanami melanjutkan meeting mereka. Mereka kembali fokus pada proyek kerja sama mereka.
...
Sementara Aruni sudah sampai di rumah nya. Dia memarkirkan motor matic kesayangan nya di depan teras rumah nya. Aruni langsung masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum." ucap Aruni saat sampai didalam rumah.
"Waalaikumsalam." jawab Ibu yang saat itu ada di dapur.
"Lho,ibu sendiri? Ka Arini mana?" tanya Aruni saat menghampiri ibu nya.
"Kak Arini sedang kesupermarket sama kak putra." ucap Ibu.
"Ooh,aku ke kamar dulu ya bu." ucap Aruni meminta ijin.
"Iya." jawab ibu.
Aruni melangkahkan kaki nya kekamar. Sesampai nya dikamar Aruni langsung meletakan tas nya diatas nakas.Dan langsung berjalan menuju kamar mandi.Aruni langsung mandi,ia merasa tubuh nya sangat lengket oleh keringat.
Setelah selesai mandi Aruni merebahkan tubuh nya diatas ranjang milik nya.Ia merasa sangat lelah. Saat Aruni sedang merebahkan tubuh nya, tiba-tiba ponsel nya berdering.
Aruni langsung beranjak dari tidurnya,dan segera meraih ponsel yang ia taruh diatas nakas nya.
Saat dilihat layar ponsel nya,bukan no Reno yang menghubungi.Aruni langsung lemas.Dia berharap yang menghubungi nya Reno tapi ternyata Ari.
Aruni enggan mengangkat panggilan telepon dari Ari.Aruni sengaja meletakan ponsel nya di atas nakas.Dia sengaja melakukan itu karean dia tak ingin lagi berurusan dengan Ari.
Sudah lima kali Ari melakukan panggilan telepon pada Aruni.Hingga satu pesan pun masuk kedalam posel Aruni.Aruni yang hanya melihat notifikasi nya langsung menelan ludah.
"Angkat telepon nya,kalau ga Ari kerumah sekarang." begitu isi pesan Ari untuk Aruni.
Tak lama ponsel Aruni kembali berdering.Dia melihat nama Ari lagi disana.
"Assalamualaikum." ucap Aruni saat dia mengangkat panggilan telepon dari Ari.
"Waalikum salam,Runi tolong kasih Ari kesempatan sekali lagi.Ari mau memperbaiki semua nya.Ari nyesel udah nyia-nyiain Aruni.Ari janji Ari mau berubah demi Aruni.Ari cinta sama Aruni." Racau Ari yang tanpa henti.
Aruni hanya diam mendengar ucapan Ari,air mata nya menetes tiba-tiba.Ada rasa sakit dalam hati Aruni saat Ari yang terus saja berbicara tadi. Aruni yang memang selama ini merasa disakiti oleh Ari,terus teringat akan perlakuan Ari kepada nya saat tempo hari.Dimana saat itu Ari mencoba melecehkan nya.
"Aruni,please jangan diem aja.Ari minta maaf,Ari khilaf saat itu. Jangan hukum Ari kaya gini.Ari g mau kehilangan Aruni."Ucap Ari yang terus menerus.
"Ari cukup!" pekik Aruni sambil mencoba mengatur nafas nya."Sekarang kamu kan sudah punya istri.Tolong hargai istri kamu.Jangan terus-terusan bersikap seperti ini sama aku." ucap Aruni dengan suara bergetar.
"Tapi Ari ga cinta sama dia,Ari cinta nya sama Aruni." ucap Ari sambil terisak.
"Aku mohon jangan seperti ini,apapun perasaan kamu terhadap aku,tolong buang jauh-jauh.Aku juga harus menghargai calon suami aku.Kamu tolong bersikap lebih dewasa ya,anggap aja kisah kita dulu sebagai pelengkap kisah hidup kita.Ari harus bisa terima kenyataan kalau Ari sudah beristri dan aku sudah memiliki yang lain.Jadi jangan bersikap berlebihan seperti ini.Kasihan istri kamu kalau dia tau suami nya mengejar-ngejar wanita lain.Ari janji sama Runi ya,akan jadi suami yang baik untuk istri Ari." ucap Aruni panjang lebar.
"Ari mau istri Ari tuh kamu,bukan yang lain." ucap Ari masih tak mau mengerti.
Aruni menghembuskan nafas nya dengan kasar. Dia bingung harus bersikap seperti apa lagi pada pria itu.
"Ari,kalau Ari seperti ini terus,Aruni udah ga mau lagi kenal sama kamu." ucap Aruni tegas.
"Aruni,jangan gitu dong ngomong nya.Aruni harus jadi milik Ari,apapun cara nya." ucap Ari sambil tertawa.Dan membuat Aruni seketika ketakutan. Aruni langsung memutuskan sambungan telepon nya.Dia kemudian melempar ponsel nya keatas kasur.Aruni merasa takut karena ucapan Ari tadi mengandung makna lain.
next bab ya..