
Banyak belanjaan yang di beli Lona hampir semua yang di lihatnya lucu dia langsung membelinya.
Tidak hanya satu warna, Lona bahkan mengambil beberapa macam warna dan semua kebutuhan baby dibelinya.
Semua belanjaan diletakan di atas kursi dan rasanya sangat lelah,
Lona duduk dengan kaki yang di luruskan, Zicko yang melihatnya pun berjalan mendekat..
" Capek " Ucap Zicko dan Lona mengangguk.
Zicko duduk berjongkok dan memijat kaki Lona,,
Lona tersenyum dan menatapnya, rasanya sangat enak pijatan Zicko yang membuat kaki pegalnya sedikit menghilang.
Zicko memijatnya dengan sangat lembut membuat rasa nikmat yang Lona rasakan.
" Sayang lihat,, Daddy kamu baik baik pijitin Mommy " Ucap Lona mengusap perut buncitnya
Seperti menjawab, Lona langsung merintih saat merasakan sebuah tendangan kecil di perutnya.
" Aw,, " Rintih Lona
" Sayang,, kenapa " Ucap Zicko panik
" Anak kamu Kak,, "
" Pengin dipijitin Daddy juga ya " Lanjut Lona dengan mengelus elus perutnya dan kembali di jawab tendangan anak mereka.
tangan Zicko segera menyentuh perut Lona,,
" Sayang,, Kenapa nendang nendang, mau Daddy pijitin juga " Ucap Zicko dan lagi lagi tendangan Anak mereka di rasakannya
Lona tersenyum bahagia, bahkan rasanya sudah tidak sabar menunggu nya lahir ke dunia dan menjadikan keluarga mereka lengkap.
Zicko terus mengusap perut Lona dan mengecupnya, Lona merasakan geli dengan apa yang Zicko lakukan.
" Kak,, Udah ya geli " Ucap Lona
Zicko tersenyum dan malah menggoda Lona dengan melanjutkan aksinya.
Lona yang merasakan geli menundukan wajahnya hingga berada sangat dekat dengan wajah tampan Zicko,, bahkan hembusan napas keduanya terasa pada kulit wajah.
Zicko memangkup wajah cantik Lona, rasanya Lona semakin cantik setelah mengandung dan rasa cintanya semakin bertambah.
Zicko mendekatkan wajahnya hingga tidak lagi ada jarak diantara mereka,
Lona memejamkan matanya dan merasakan sentuhan lembut di bibirnya, sentuhan hangat yang selalu Zicko berikan kepadanya dan membuatnya merasa nyaman.
Lona mengalungkan kedua tangannya pada leher Zicko dan membuka sedikit mulutnya untuk memudahkan Zicko mengabsen semua isi di dalamnya.
Lona mendorong dada Zicko karena merasa pasokan oksigen yang hampir habis,,
Sorot mata sayu Zicko membuat Lona mengerti kelanjutan yang akan mereka lakukan.
Sexi,,
Itulah satu kata yang Zicko ucapkan saat melihat Lona saat ini,,
Seperti biasa Zicko memberikan tanda kepemilikan di leher juga dada Lona hingga akhirnya mereka melakukan olah raga sore.
Zicko melakukannya dengan sangat hati hati karena tidak ingin menyakiti Lona juga anak di dalam perut Lona.
Bukan Zicko namanya jika tidak membuat Lona terkapar lemas,,
Karena saat ini Lona sudah terlelap dengan tubuh yang membelakanginya,,
Zicko mengusap rambut Lona dan mengecupnya hangat.
" Maaf sayang sudah membuat kamu lemas"
Zicko memeluknya dari belakang dan dia pun ikut terlelap.
-
Sementara di bawah,,
Semua makan malam sudah siap Bik Usi siapkan bahkan sampai dingin namun kedua majikannya belum juga terlihat.
Bik Usi pun tidak enak untuk memanggilnya ke kamar.
" Ya Sudah mending aku bawa kembali ke dapur dan nanti aku kembali panaskan jika mereka sudah akan makan "
Bik Usi membawanya kembali ke dapur dan tiba tiba terdengar suara telpon rumah.
Bik Usi segera mengangkatnya..
" Halo selamat sore " Ucap bik Usi
" Halo Bik,, Ini saya Biyanka " Ucap seseorang di seberang
" Iya Nyonya,, Ada yang bisa saya bantu Nyonya "
" Bik,, Lona dan Zicko lagi dimana ya.. Saya telpon mereka gak ada yang jawab, mereka di rumah kan "
" Mas Zicko dan Mba Lona di rumah nyonya, mereka ada di kamarnya "
" Apa mereka tidur ya "
" Sepertinya Nyonya, karena mereka memang baru saja pulang setelah hampir seharian keluar membeli keperluan baby "
" Ya Sudah Bik,, nanti bilang saja jika saya menelpon ya "
" Baik Nyonya " 1
Bik Usi meletakan kembali telponnya dan membereskan meja makan.