
Sebulan Kemudian
Kondisi Lona sudah sembuh, bahkan dua minggu yang lalu Lona sudah di ijinkan pulang dan Luka di lehernya pun sudah kering namun berbeda dengan Zicko yang masih betah dengan koma nya,
Walaupun Zicko sudah berada di ruang rawat namun kondisinya masih sama, dia masih koma namun Dokter terus menganjurkan agar Zicko selalu di anak komunikasi karena semakin hari sebenarnya kondisinya sudah semakin membaik.
Lona sendiri, hampir setiap hari dia selalu datang ke Rumah Sakit, bahkan dia selalu menginap di sana saat hari libur.
Rasa lelah setelah kuliah pun sama sekali tidak di rasakannya, dia selalu senang jika menemani Kekasih yang sudah menjadi tunangannya.
Sepeti saat ini,,
Sepulang Kuliah, Lona langsung menuju Rumah Sakit dia akan berada di sana hingga malam hari untuk menggantikan Tante Mia menjaga Zicko.
Sandi berada di Bandung mengurus Hotel dan Cafe menggantikan Zicko sekarang.
" Hai Kak,, " Sapa Lona dengan menggenggam tangan Zicko dan mengecupnya
" Sudah sebulan berlalu, Kakak tau Luka di leher Aku udah sembuh dan kondisi aku juga sudah sangat baik, dan aku harus tetap baik untuk menjaga Kak Zicko di sini "
" Banyak kejadian yang hanya aku lewati sendiri Kak, Aku kangen saat kita bersama, Saat Kak Zicko menemani aku belajar, Jalan jalan bahkan saat Kak Zicko suapi aku, Semenjak kenal dengan Kak Zicko aku merasa menjadi wanita yang sangat spesial di dunia ini Kak, dari pertama kita bertemu sampai sekarang Kak Zicko selalu baik, perhatian bahkan selalu ada buat aku "
" Aku kangen saat saat kita bersama, dimana kita selalu tersenyum, bercerita juga tertawa bersama kak "
Lona menghentikan ucapannya, dia tidak bisa lagi menahan air matanya,,
Sebisa mungkin dia menahan namun rasanya sangat menyesak dan menetes begitu saja di pipinya.
Lona mengusap air matanya dan kembali menatap wajah Zicko yang sangat damai berbaring di depannya.
" Maaf Kak, Aku sudah janji untuk tidak
Kembali menangis tapi aku gak bisa Kak, Aku kangen,, kangen banget dengan Kak Zicko..
Seharusnya aku harus kuat melewati semua ini, harusnya aku bisa sabar menunggu Kak Zicko yang pasti akan segera sadar, tapi aku gak kuat Kak sekarang, aku rapuh,,
Aku gak bisa melewati semua ini sendiri,,, "
" Kak, Apa Kakak sangat senang berada di sana, Apa kakak sama sekali melupakan semua tentang kita, Apa kakak sama sekali tidak ingin kembali bertemu dengan Aku,,
Kakak Lihat, Kita masih memakai cincin pertunangan kita, Apa Kak Zicko menyerah dan gak mau lagi berjuang untuk masa depan kita Kak,, "
Lona kembali mengusap air matanya yang sudah membasahi pipi mulusnya,,
" Entahlah Kak,,
Entah aku harus bagaimana lagi sekarang, Aku terlalu rapuh untuk saat ini,,
Padahal, Dokter menyarankan untuk selalu mengajak ngobrol Kak Zicko tapi aku sudah sangat lelah, Aku berharap Kak Zicko kembali dan menjadi semangat untuk ku, namun rasanya sangat tidak mungkin karena Kak Zicko sudah sangat nyaman dengan seperti ini, Kakak sudah melupakan janji Kakak jika Kakak akan selalu ada untuk aku, Kakak Akan selalu menjadi pelindung aku, Kakak akan selalu membuatku tersenyum dan tidak menangis, tapi Mana Kak,, semua itu hanya ucapan manis saja dan buktinya sekarang Kak Zicko kembali membuat aku nangis "
Dia sangat emosi, bukan karena keadaan namun karena dia merasa lelah dengan kondisi saat ini, di sangat berharap jika Zicko akan segera sadar namun nyatanya Zicko sama sekali belum sadar.
Lona terus menangis, dia tidak mau menatap wajah Zicko saat seperti ini, dia tau jika sebenarnya orang koma akan mendengar ucapan dari seseorang bahkan bisa merasakan kesedihan atau kebahagiaan seseorang di sampingnya.
Lona terus menangis, dia ingin sekali keluar meninggalkan Zicko dan berteriak di luar namun untuk saat ini tidak mungkin, Mama Mia ataupun Sandi tidak ada di Rumah Sakit, dia pun hanya menahannya,
Tangisannya pecah menahan kesedihannya sendiri,,
Namun tanpa Lona sadari, terlihat air mata yang menetes di wajah Zicko,,,
" Maaf Kak, gak seharusnya aku seperti ini,, " Ucap Lona mengusap air matanya..
Lona langsung menatap Zicko, dia melihat wajah Zicko yang basah dan air yang menetes di sana.
" Kak,, Kak Zicko pasti denger aku Kan Kak..
Please Kak, bangun,, aku kangen pelukan Kak Zicko, Aku kangen kembali di suapi, Aku kangen kita jalan jalan,, "
Lona kaget saat tiba tiba Bedside monitor bergerak lebih cepat, dan tubuh Zicko yang kejang,,
" Astaga Kak Zicko,, "
" Dokter,, Suster " Teriak Lona
" Maaf Nona,, silahkan tunggu di luar " Ucap Suster
Lona terus menangis, dia takut akan terjadi sesuatu dengan Zicko ,,
" Kak Zicko,, Please bertahan Kak..
Aku gak mau terjadi sesuatu dengan Kak Zicko, "
Lona langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Papa Tian,,
Tut,, tut,, tut,,
Tidak lama terdengar suara Tian dari seberang,,
" Halo Pa,, Kak Zicko Pa " Ucap Lona terisak
" Honey,, kamu kenapa Sayang,, "
" Kak Zicko kejang kejang, Lona takut "
" Tenang Sayang,, kamu tunggu di sana Papa ke sana sekarang "
Lona menutup telponnya, dia pun duduk dan terus menangis di sana menunggu Dokter yang masih terus memeriksa kondisi Zicko di dalam ruangan..