
Sandi dan Anisa sudah berada di salah satu Hotel milik yang sudah Zicko siapkan sebelum, bukan hanya tiket pesawat bahkan hotel dan semua keperluan mereka selama di Honeymoon Zicko sudah siapkan semuanya.
" Uh,, akhirnya sampai juga Mas " Ucap Anisa menjatuhkan tubuhnya di ranjang
Sandi tersenyum sambil meletakan koper mereka, dan dia pun berjalan menghampiri istrinya dia pun membaringkan tubuhnya di samping Anisa.
Anisa memejamkan matanya, rasanya sedikit lelah apalagi dia yang merasa mabuk perjalanan dan selama dalam pesawat Anisa terus tertidur.
Sandi berbaring menyamping dan menatap wajah cantik istrinya dia tersenyum bahagia bahkan bukan hanya sekarang setiap hari dia akan terus melihat wajah perempuan yang di cintai nya dan dia pun berjanji untuk membahagiakan Anisa.
Anisa menoleh dan tersenyum menatap wajah tampan suaminya, rasanya masih belum percaya jika mereka menikah.
Anisa memejamkan matanya dan merasakan sentuhan hangat di bibirnya, semula Anisa merasa biasa namun dia menikmatinya hingga Sandi berinisiatif menggigit bibir bawah Anisa,,
Anisa pun membuka mulutnya dan dengan leluasa Sandi mengabsennya setiap inci tanpa terlewatkan bahkan kini tangannya sudah mulai aktif masuk ke dalam kemeja yang di pakai Anisa.
Anis menahan tangan Sandi, namun Sandi tetap saja melakukannya.
Tiba tiba terdengar suara Ponsel Anisa yang berdering, Anisa langsung mendorong tubuh Sandi dan beranjak duduk.
" Maaf Mas ada telpon " Ucap Anisa langsung berjalan mengambil tasnya dan senyuman di wajahnya terukir saat melihat Ibu Widia yang menelponnya.
" Halo Bu,, " Ucap Anisa duduk di sofa
Sandi yang Melihat nya pun hanya mengisa menghela napas dan mengusap wajahnya kasar.
Dia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
" Anisa baru saja sampai, Ibu gimana di sana sudah makan juga minum obat kan "
" Sudah Nisa,, Ibu sudah makan juga minum obat "
" Ibu Jaga kesehatan selama Anisa di Bali ya, Anisa gak mau Ibu sakit "
" Astaga Nisa,, Ibu baik baik saja..
Kamu gak usah mikirin Ibu di sini Sayang, nikmati lah liburan kamu bersama suami kamu "
" Iya Bu,, Pokoknya Ibu jangan telat makan dan jangan lupa minum obatnya ya, Jangan tidur malam dan jangan kecapekan "
" Pokoknya Langsung telpon Anisa jika ada sesuatu ya Bu "
" Iya, Ya Sudah kamu istirahat kan baru sampai, Salam buat Sandi ya Nak "
" Iya Bu,, Bye Ibu "
Anisa menutup panggilannya, dan dia bingung tidak melihat Sandi di ranjang..
" Loh,, kemana Mas Sandi bukannya tadi di ranjang,, Apa lagi mandi ya "
Anisa berjalan dan membuka pintu Bakon kamarnya, dia berdiri di sana dan memandang pemandangan di sana.
Anisa merasa senang, ini kali pertama dia pergi mengunjungi Bali apalagi bersama laki laki yang di cintai nya.
-
Di dalam kamar mandi,
Sandi terus menyiram tubuhnya dengan air dingin berharap bisa membantunya.
Jika tidak ada telpon mungkin mereka sudah melakukan nya tadi,,
Namun walaupun begitu Sandi akan tetap menunggu hingga Anisa siap dan tidak akan memaksakannya walaupun sebenarnya sudah sangat menginginkan nya.
Setelah sekita 30menit,
Sandi keluar dengan hanya menggunakan handuk di pinggang nya dia menatap heran dengan Anisa yang malah sudah terlelap di ranjang bahkan entah sejak kapan Anisa tertidur.
Sandi membuka kopernya dan mengambil celana juga kaos santainya.
Dia pun kembali menatap istrinya, rasa nya tidak tega untuk membangunkannya.
Sandi berjalan mendekat dan menyelimuti tubuhnya, dia pun mengecup kening Anisa.
" Anisa Anisa,, segitu sukanya kamu tidur hem,, dimana saja kamu gampang tidur,, ". Gumam Sandi tersenyum menatap wajah istrinya yang sudah damai dengan alam tidurnya.