
Reno berjalan turun dan terlihat ke dua orang tuanya sudah menunggu di meja makan,,
" Duduk sayang "
" Makasih Bun "
" Bagaimana keadaan perusahaan Ren "
" Lancar Yah, Beberapa Klien juga mau bekerja sama dengan kita "
" Ayah tau kamu pasti bisa meneruskan usaha Ayah "
Reno tersenyum sambil terus menikmati makan malamnya.
Semenjak bekerja, Reno memang sedikit lebih diam entah karena kesibukannya atau karena capek dia harus kuliah dan bekerja di Perusahaan.
Padahal sebenarnya, selama ini Reno sama sekali tidak di lepas begitu saja.
Orang tuanya masih andil dalam mengembangkan perusahaan mereka dan Setiap Hari Rina akan terus memberi tahu tentang keadaan Kantor.
" Oya Ren,, Ayah mau bicara tentang hubungan kamu dengan Meylan "
Reno menghentikan makannya dan menatap mereka,,
" Maksud Ayah "
" Ayah melihat jika kalian sudah sangat dekat, Apa kamu tidak berencana untuk melamarnya".
" Sebenarnya Reno sudah memikirkan semua itu,, "
" Terus apa lagi yang kamu tunggu Reno,, Bunda menyukai Meylan, dia anak yang baik juga sopan
" Rencana baik harus di segerakan Ren, jangan di tunda tunda.. "
" Iya Yah,, Bun,, Nanti Reno bicarakan dengan Meylan "
" Lusa Ayah dan Bunda akan menemui orang tua Meylan "
Reno mengangguk dan tersenyum, dia membayangkan Meylan yang pasti akan sangat gembira mendengar berita baik ini.
*******
Sementara di Rumah,,
Zicko merasa kembali mual juga kepalanya yang sedikit pusing.
Entah kenapa beberapa hari ini dia merasakannya mungkin karena dia terlalu lelah mengurusi bisnisnya.
Zicko memijat pelipisnya, memjamkan matanya dengan kepala yang bersender pada tepi ranjang.
Lona yang baru saja masuk ke dalam terus menatap suaminya, Dia segera berjalan menghampiri Zicko dan duduk di sampingnya..
" Kak Zicko kenapa " Ucap Lona menyentuh kening Zicko
" Sayang,, Gak papa kok " Ucap Zicko tersenyum.
Zicko tidak mau membuat Lona khawatir, dia tidak mau terjadi sesuatu dengan kandungan Lona.
" Tapi wajah Kakak pucat, Kaka sakit "
" Engga sayang,, mungkin kecapekan saja "
" Pokoknya mulai besok Kakak gak usah ngurusin Hotel juga Kantor, Kakak harus istirahat gak boleh capek biar Kak Sandi yang mengurus semuanya "
" Iya Sayang,, Aku bakal nurut "
" Harus dong Kak,, Kakak harus banyak istirahat pasti selama di Yogya kakak kurang istirahat karena sibuk kan "
" Sayang kamu lihat,, Mommy begitu perhatian dengan Daddy semakin membuat Daddy sayang dan cinta Mommy " Ucap Zicko mengusap bibir Lona perut Lona
Lona malah tersenyum dengan tingkah suaminya yang selalu saja mengajak anaknya berbicara padahal pasti anak mereka belum bisa mendengar dan mengerti.
" Kita tidur yuk sayang " Ucap Zicko dan Lona mengangguk
Mereka berbaring dengan Lona yang memeluk tubuh Zicko dan berbantal lengan suaminya,,
Beberapa hari tidak bertemu membuatnya sangat rindu.
Zicko mengusap lembut rambut Lona dan mengecupnya.
Tidak membutuhkan waktu Lama sudah terdengar suara napas teratur dan Zicko tersenyum saat melihat Lona yang sudah terlelap dalam dekapannya.
" Mimpi indah Sayang,, I love you " Ucap Zicko mengecup kening Lona dan dia pun memejamkan matanya.
*******
Berbeda dengan sahabat sahabatnya yang pasti mereka sudah beristirahat,,
Anisa malah baru saja selesai bekerja dan baru akan pulang dari Cafe.
Setiap hari Sandi selalu setia menunggu kekasihnya pulang bekerja dan dia akan setia mengantarnya pulang.
" Maaf ya Mas, Lama nunggu " Ucap Anisa menghampiri Sandi yang berdiri di depan mobilnya
" Gak ko,, Aku juga baru sampai "
" Kita langsung pulang yuk, " Ucap Anisa dan Sandi langsung membuka pintu mobilnya
Sandi melajukan mobilnya dengan kecepatan standar menikmati waktu berdua dengan kekasihnya dan suasanya malam yang terasa dingin.
Anisa hanya diam menikmati perjalanan mereka rasanya sangat lelah hari ini.
Sandi melihat Anisa yang terus terdiam dia pun menggenggam tangan Anisa.
" Kenapa " Ucap Sandi
Anisa tersenyum dan menggeleng
" Kamu pasti lelah kan,, Sayang mending kamu jangan kerja ya,, aku gak mau nantinya malah kamu sakit "
" Gak Kok Mas,, Aku gak papa cuma sedikit capek aja "
" Kamu sudah kuliah dan harus kerja sorenya,, sebenarnya aku gak tega lihat kamu seperti ini "
" Tapi aku harus kerja Mas,, Ibu masih harus berobat dan kami juga butuh makan "
" Aku bisa menanggung semua itu Sayang "
" Engga Mas, Aku gak mau repotin kamu lagian kita belum menikah dan semua itu belum menjadi tanggung jawab kamu "
" Tapi sayang,, "
" Mas Please, Aku gak papa Kok "
Sandi menghela napasnya, dia pun hanya mengangguk mengikuti ucapan Anisa walaupun berat .