Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 232


Sebulan lewat kini usia kandungan Lona sudah memasuki 9bulan dimana hanya tinggal menunggu saja perut mulasnya, walaupun memang Lona sering merasakan perut yang sakit namun pasti akan hilang kembali.


Zicko sama sekali tidak meninggalkan Lona dan dia hanya terus berada di rumah dan bekerja di rumah.


Kuliahnya pun kini hanya menunggu kelulusan saja dan Zicko kini lebih fokus di bisnisnya.


-


Lona kembali merasakan sakit di bagian perutnya dan dia berusaha menarik napasnya untuk meredakannya seperti yang dianjurkan dokter.


Namun saat ini bukan membaik malah perutnya semakin sakit bahkan berasa ingin ke kamar mandi.


" Kak,, Kak Zicko " Teriak Lona


" Kak,, perut aku sakit " Ulangnya


Sementara Zicko yang baru saja akan masuk ke dalam kamarnya langsung membuka pintu dan pandangannya menuju Lona yang memegang perutnya dengan wajahnya yang seperti menahan sakit.


" Astaga Sayang " Ucap Zicko panik


" Sayang kamu,, "


" Kak,, sepertinya aku mau melahirkan perut aku sakit banget Kak "


Tiba tiba Lona merasakan sesuatu yang mengalir di kakinya,,


Dia pun segera menunduk dan terlihat darah segar mengalir di kakinya.


" Darah " Ucap Lona ketakutan


" Kita ke rumah sakit" Ucap Zicko langsung membopong tubuh Lona dan berjalan keluar.


Zicko sangat panik dengan keadaan Lona saat ini, Lona yang terus meringis kesakitan dan Darah yang terus mengalir di kakinya.


Zicko takut terjadi sesuatu dengan Istri atau anaknya.


" Kak,, Sakit banget " rintih Lona


" Sabar Sayang,,, "


Lona terus memegang perutnya dengan kepala yang bersender.


Zicko benar benar harus ekstra sabar, antara mengemudi dengan pikirannya yang khawatir.


-


Sementara di rumah,,


Biyanka merasakan sesak di dadanya, dia teringat dengan anaknya.


Tian melihat istrinya yang sedang melamun langsung menghampirinya.


" Sayang,, Kamu kenapa " Ucap Tian


" Mas,, Gak tau dadaku tiba tiba sesak sekali "


" Kamu sakit,, Kita ke Dokter ya "


" Engga Mas,, Aku jadi kepikiran anak anak"


" Sayang, Barusan Mas telpon Abang dan Abang baik baik saja, Lona juga kan kamu habis telponan kan "


" Mas benar, ini mungkin cuma perasaan aku saja Mas "


Tian tersenyum dan mengusap kepala Biyanka, dia pun memeluknya memberikan ketenangan untuk istrinya.


-


Zicko langsung membawa Lona masuk ke dalam Rumah Sakit,,


Semua suster dan Dokter langsung menghampirinya dan membawa Lona masuk ke dalam ruangan.


" Maaf Tuan,, silahkan Anda menunggu di luar biar kami memeriksa Nyonya Fillona"


Zicko mengangguk dan menunggu di luar ruangan, dia pun teringat dengan Orang tua juga mertuanya.


Zicko mengeluarkan ponselnya dan menghubungi mereka memberitahu jika Lona akan melahirkan.


Beberapa saat menunggu, semua sudah berkumpul di sana dengan wajah mereka yang sangat khawatir.


" Maaf Tuan Zicko,, Nyonya Fillona terus mencari anda " Ucap salah seorang suster


" Kamu masuk ya Nak " Ucap Mama Mia dan Zicko mengangguk


Zicko masuk ke dalam dan terlihat Lona yang terbaring lemas dengan wajah yang pucat, tangannya pun terpasang jarum infus.


" Sayang,, " Ucap Zicko menggenggam tangan Lona dan mengusap keringat di keningnya


" Sakit Ka,, Sakit " Rintih Lona dengan air mata yang terus menetes


Entah apa yang harus Zicko lakukan saat ini, pikirannya campur aduk,, sangat tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti ini.


" Aki di sini temani kamu ya, Kamu kuat untuk anak kita "


Lona terus meneteskan air matanya, rasanya benar benar sangat sakit.


Zicko terus mengecup kening Lona dan terus membisikan kata kata sayang nya..