
Setelah melakukan olah raga pagi mereka terlihat kembali tidur dengan tubuh yang dibiarkan polos hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.
Tertampang jelas banyak bekas merah di leher juga dada Lona.
Zicko memang selalu saja membuat hiasa ditubuh Lona tanpa mendengarkan ocehan Lona setelah melihat seluruh tubuhnya.
*****
Sementara di Kampus, terlihat dua pasang kekasih yang duduk di kantin dengan ponsel mereka masing masing.
Siapa lagi kalau bukan Sandi, Reno, Anisa juga Meylan.
Mereka terus menghubungi ponsel Zicko dan Lona namun dari mereka juga sama sekali tidak ada yang diangkatnya.
" Gimana " Ucap Sandi
" Gak diangkat " Ucap Reno
" Sama gue juga "
" Iya Nih, kemana mereka ya " Ucap Anisa heran karena tumben Lona tidak mengangkat telpon
" Atau mereka masih tidur " Ucap Reno dan mendapat tatapan dari semua
" Sst,, Bisa kan gak usah kenceng kenceng Ka" Ucap Meylan karena hampir semua yabg berada di kantin menatap mereka
Reno menatap sekeliling dan tersenyum karena tatapan dari semua mahasiswa.
Namun tiba tiba ponselnya berdering dan terpampang nama Zicko di layar ponselnya.
" Nih dia telpon " Ucap Reno langsung menggeser tombol hijau
" Halo ko,, Loe kemana sih gak Loe gak Lona di telpon gak diangkat " Ucap Reno tanpa memberikan celah Zicko bicara
" Atau kalian habis bikinin gue ponakan terus kelelahan dan tidur, Loe lupa kalau kalian masih kuliah " Lanjut Reno panjang lebar
Sandi yang merasa kesal langsung merebut ponsel Reno.
" Halo Ko, ini gue Sandi "
" Itu si Reno habis makan apa sih nyerocos terus " Ucap Zicko di seberang
" Loe kan tau cemilan Reno petasan " Ucap Sandi dan langsung dapat tatapan tajam dari Reno berbeda dengan Anisa dan meylan yang malah cekikikan
" Loe dimana Ko " Lanjut Sandi
" Di rumah "
" Hah,, terus kenapa Loe sama Lona gak kuliah"
" Gue Lupa ketiduran "
" Astaga "
" Ya Udah gue mau mandi " Ucap Zicko memutuskan teleponnya.
" Mereka di rumah baru bangun " Ucap Sandi sambil mengembalikan ponsel Reno
" Pasti habis enak enak sampai lupa mereka " Ucap Reno, Anisa dan Meylan hanya menggeleng
-
Sementara Zicko menatap kearah Lona yang masih terlelap, dia tersenyum dan mengusap wajah cantiknya.
Dia pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Lona meregangkan tangannya dan menyentuh sampingnya yang terasa kosong dia pun membuka matanya.
" Kak Zicko kemana " Ucap Lona dengan suara khas bangun tidur namun terdengar suara air dari dalam kamar mandi dan sudah pasti Zicko tengah mandi.
Lona mengambil ponselnya dan matanya membulat saat melihat banyak chat masuk juga panggilan dari sahabat sahabatnya.
Tidak lama Zicko keluar hanya dengan menggunakan handuk di pinggangnya dan menatap Lona yang masih diatas ranjang dan malah memainkan ponselnya.
" Sayang,, " Ucap Zicko berdiri di depan Lona
Lona menoleh, lagi lagi pemandangan Indah di depan matanya.
Tubuh atletis, rambut Zicko yang masih basah membuatnya terlihat makin sexi sampai Lona tidak mengedipkan matanya padahal pemandangan itu setiap hari dilihatnya namun masih saja Lona menara canggung dan terpesona.
" Sayang Hei " Ulang Zicko dengan menggerakan tangan di depan waja Lona
" Ah Ya Kak, kenapa " Ucap Lona mengalihkan pandangannya
" Kamu ngapain "
" Oh,, ini pada telpon Kak.. Sekarang jam berapa sih "
" Jam 11 Sayang "
" Astaga,, Aku ada kuliah Kak " rengek Lona
" Terus mau gimana sayang, ini udah siang dan kelas kamu udah selesai "
Lona diam dan menunduk, dia benar benar lupa dengan kuliahnya hari ini.
" Udah,, mandi terus kita jalan jalan gimana"
" Engga mau " Ucap Lona kesal karena Zicko dia jadi gak kuliah
" Beneran gak mau,, padahal aku mau ajak kamu Makan, jalan jalan dan Nonton kan kita udah lama gak pacaran " Goda Zicko
Lona terdiam, sebenarnya dia sudah kangen dimana saat mereka dulu.
" Ya udah gak jadi " Ucap Zicko berjalan namun tangannya di tahan Lona
" Jadi Kak, Aku mau " Ucap Lona manja
Zicko tersenyum dan mengusap kepala Lona,,
" Ya Sudah,, kamu mandi dulu ya "
Lona mengangguk, dia langsung berlari menuju kamar mandi dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
Zicko hanya menggeleng melihat tingkah istrinya yang selalu saja sangat menggemaskan.