
Biyanka sedang memasak di dapur untuk makan siang kedua anaknya dibantu Bik Asih, dia pun berencana untuk ke kantor suaminya setelah menjemput anaknya,,
" Bik Asih tolong cuci Sayurannya ya..
" Baik Nyonya..
Biyanka sangat semangat memasak, namun terdengar suara telpon rumahnya..
Bik Asih segera berjalan untuk mengangkatnya..
" Selamat siang,, Oya Sebentar..
Bik Asih meletakan telponnya dan berjalan menghampiri Biyanka..
" Maaf Nyonya,, ada telpon dari sekolah.
" Sekolah menelpon,, ada apa Bik..
" Saya kurang tau Nyonya..
" Bik Asih tolong lanjut dulu ya,
Biyanka menganggakt telponnya..
" Halo selamat siang,,
Apa,, Lio jatuh,, baik saya akan segera ke sana..
Biyanka langsung menuju kamarnya dan mengambil tas juga langsung menghubungi Tian..
*****
Sementara di Kantor,,
Tian baru saja selesai meeting bersama Kliennya,,,
" Maaf sebentar,, Saya angkat telpon dulu Ucap Tian
Senyuman di wajahnya semakin lebar saat melihat jika istrinya lah yang menghubungi..
" Halo Sayang, ,
" Apa,, Oke Mas langsung ke sekolah.. Kamu jangan panik,, Abang pasti gak apa apa..
Tian langsung menuju parkiran dan melajukannya dengan kecepatan tinggi, dia sangat khawatir dengan keadaan Putranya dan semakin khawatir saat Biyanka menelponnya dan menangis..
-
Mobil Biyanka terparkir di parkiran sekolah disusul dengan mobil Tian yang baru saja datang..
Tian segera menghampiri Biyanka yang terlihat panik,,
" Mas,, Abang.. Ucap Biyanka
" Abang pasti gak papa sayang, sekarang kita masuk ya..
Siapa yang tidak mengenal mereka, bahkan Tian adalah salah satu donatur terbesar di sekolah International itu..
" Tuan,, Nyonya, silahkan masuk Ucap salah satu petugas sekolah
" Papa,, Mama,, Ucap Lona yang juga berada di dalam..
" Sayang,, kamu gak papa Nak,, Ucap Biyanka dan Tian bersamaan
" Lona gak papa tapi Abang jatuh Pa,, Ma,,
Tian langsung menggendong Lona dan mereka kembali berjalan terlihat Lio yang berbaring dengan sudah ada dokter di sana..
" Abang,, kamu gak papa sayang.. Ucap Biyanka
" Mama,, perih.. Rintih Lio saat luka di kakinya sedang di obati
" Tahan sayang,, Ucap Biyanka dengan mengecup kening putranya..
Tian terlihat emosi melihat Putranya mengalami cidera, walaupun hanya sedikit namun dia akan tetap marah dan akan menuntut siapa yang berani melukai keluarganya..
Dan semua penjaga sekolah bahkan kepala sekolah menunduk saat melihat ekspresi wajah dari Tian..
" Sudah,, Ucap Dokter yang menangani
" Mama,, Ucap Lioa bangun
" Hati hati sayang, kenapa Abang bisa seperti ini..
" Saya ingin bicara dengan anda,, Ucap Tian kepada kepala sekolah..
" Ba- Baik Tuan,,
Mereka menuju ruang kepala sekolah, sedangkan Biyanka masih berada di sana bersama Lio dan Lona..
" Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa putra saya bisa terjatuh Ucap Tian emosi
" Maaf Tuan,, ini kelalaian dari kami..
Kami tidak melihat Fillio yang sedang bertengkar dengan teman sekelasnya..
" APA,, Lio bertengkar,,
Kelas Lio dan Lona sedang melakukan olah raga, dan tiba tiba Lona tersenggol dan jatuh gara gara di tabrak oleh murid laki laki lain, dan murid laki laki itu langsung pergi tanpa meminta maaf.. sebagai seorang kakak, Lio tidak terima dan menarik murid laki laki tersebut..
Namun Lio semakin emosi saat malah Lona dijelek jelakan olehnya..
Sampai akhirnya mereka ribut dan Lio terjatuh, kakinya terkena batu..
Tian memijat keningnya,,
Dia bingung akan berbuat apa sekarang,, apa dia akan memberi pelajaran kepada kedua orang tuanya atau membiarkannya namun dia sangat menyayangi kedua anaknya dan dia sangat emosi ketika Lona terjatuh dan juga Lio yang terluka..