Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
LDR


Pukul lima dini hari Reno dan Ali sudah berangkat menuju bandara.Reno dan Ali diantar oleh super keluarga Herlambang. Reno dan Ali melakukan perjalanan bisni ke negara matahari Terbit,yaitu Jepang.


Reno mencoba mengirim pesan pada Aruni. Entah mengapa saat ini dia ingin sekali mendengan suara Aruni.Reno selalu saja merasa rindu pada calon istrinya itu.Tetapi Reno masih sungkan mengakui nya.


Reno menghapus lagi pesan yang sudah ia ketik untuk dikirin pada Aruni.Dia merasa gengsi kalau harus memulai nya terlebih dahulu.


"Tuan kita sudah sampai." ucap ali yang sudah membuka pintu mobil.


"Ah,iya." ucap Reno yang tak sadar.


Ali dan Reno pun melangkah memasuki bandara. Mereka berjalan aga cepat karena mereka kan take off pukul enam pagi.Sementara sekarang sudah menunjukan pukul lima empat lima pagi.


Reno menaiki pesawat frist class milik salah satu maskapai penerbangan. Sebenar nya dia punya jet pribadi.Tapi Reno enggan menggunakan nya bila hanya untuk melakukan perjalanan bisnis. Jet pribadi nya biasa di gunakan untuk liburan atau keadaan darurat lain nya.


Reno dan Ali sudah berada di pesawat.Mereka akan menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam setengah.Dan mendarat di Tokyo Narita.


...


Sementara di rumah sakit Aruni yang baru selesai menunaikan ibadah nya.Kemudian melihat sebentar posel nya yang ada diloker.


'Mas Reno udah berangkat belum ya?' ucap Aruni dalam hati.


Aruni mencoba mengetikkan pesan untuk Reno.


Aruni message : " Assalamualaikum,mas Reno sudah berangkat kah?" tanya Aruni pada pesan yang akan dikirim pada Reno.


Tetapi rupa nya Ponsel Reno sedang tidak aktif.


'Kok,ceklis satu ya?Apa mas Reno sudah terbang ya?" ucap Aruni dalam hati.


Aruni kemudian memasukan lagi ponsel nya kedalam loker kerja nya. Kemudian kembali untuk bekerja.Fikiran nya mulai menerka-nerka.Apa yang sedang dilakukan Reno?Apakah Reno sudah berangkat atau mungkin sudah tiba di tempat tujuan? Aruni mulai gelisah memikirkan nya.


"Runi!" seru Ines yang berpapasan dengan Arunu. "Kenapa ko kaya nya gelisah gitu?" tanya Ines penasaran.


"Ah,engga kok." ucap Aruni mencoba menutupi.


"Jangan bohong,ayo cerita ada apa?" tanya Ines penasaran.


"Ga Nes,beneran ga apa-apa." jawab Aruni. " Aku cuma laper,lagi mikirin sebelum pulang nanti mau makan nasi kuning dulu di depan rumah sakit." ucap Aruni berbohong.


"Ooh,gitu. Ya udah nanti aku temenin makan ya?Aku juga laper ni." jawab Ines sambil memegang perut nya.


Kedua sahabat itu pun kembali melanjutkan Aktivitas nya.Masih ada dua jam lagi,jam kerja mereka sebelum mereka pulang.


Aruni sedang diminta untuk mengganti perban seorang pasien diruang Rawat.


Sementara Ines sedang mengantar obat kesalah satu pasien di ruangan rawat yang lain.


...


Akhir nya jam pulang kerja para perawat rumah sakit pun telah tiba. Aruni dan Ines keluar secara bersamaan dari dalam loker rumah sakit.


" Run,jadi kita makan nasi kuning dulu?" tanya Ines.


Aruni tak lantas menjawab Ines.Dia sedang memandangi ponsel nya. 'Kok,pesan ku untuk mas Reno masih pending ya?apa Mas Renon sudah dipesawat ya?' tanya Aruni dalam hati.


"Aruni Pratiwi!" seru Ines yang langsung mengagetkan Aruni.


"Ah,i..iya Nes.Kenapa?" tanya Aruni kaget.


"Jadi ga mau makan dulu?Sibuk banget sih sama handpone.Lagi ngechat siapa sih?" ucap Ines.


"Ah,engga.Jadi yuk makan.Aku laper ni." ucap Aruni sambil memasukkan ponsel nya kedalam saku baju nya dam lalu menggandeng tangan Ines untuk berjalan menuju tempat makan.


Sesampai nya Aruni dan Ines di tempat makan yang mereka tuju.Mereka langsung memesan nasi kuning yang sudah menjadi langganan mereka saat sarapan.


"Nes,emang jarak dari sini ke Jepang berapa jam?" Tanya Aruni pada sahabat nya itu.


"Ya kali aja lu tau Nes,kan gue cuma tanya." jawab Aruni pelan.


"Emang mau ngapain lu tanya begitu.Lu mau kejepang?" ucap Ines sambil menyuapi makan kemulut nya.


"Engga." jawab Aruni singkat.


"Terus ngapain nanyain jarak kejepang?" tanya Ines penasaran.


"Mas Reno,kata nya hari ini dia mau kejepang.Ada perjalanan bisnis kata nya." jawab Aruni sambil memgunyah makanan nya.


"Ooh,si Mas lu lagi kejepang.Pantesan lu uring-uringan gitu." ucap Ines sambil tertawa.


"Ih,Ines apaan sih.Siapa yang uring-uringan?!" jawab Aruni malu-malu.


"Ya lu lah,siapa lagi.Kan yang di tinggal LDR lu." ucap Ines .


Aruni tak memjawab lagi ucapan Ines dia sibuk dengan makanan nya.


" Eh,Run.Calon suami lu orang kaya ya?Bukti nya dia melakukan perjalanan bisnis sampe keluar negri." tanya Ines.


"Alhamdulillah Nes,dia CEO INTERMATE CONSTRUCTION." ucap Aruni menjelaskan.


"APAAA?!" pekik Ines sambil menutup mulut nya karena tidak percaya."Run,lu serius?jangan ngadi-ngadi deh lu." ucap Ines yang masih tak percaya.


" Gue serius. Ni lu liat foto nya.Terus lu serching deh siapa dia." ucap Aruni sambil memperlihatkan foto Reno.


"Yaampun gue ga nyangka.Ternyata sahabat gue calon ibu CEO." ucap Ines sambil memeluk Aruni.


" Ines apaan sih ah,lebay deh." ucap Aruni.


"Tapi Run,bagus juga.Lu buang batu kali buat dapetin batu berlian." ucap Ines


"Maksud nya bagai mana?"tanya Aruni penasaran.


"Ya maksud nya.Ari tuh bukan yang terbaik.Dia ibarat batu kali yang bersanding dengan Reno si berlian.Lu akan pilih berlian dong dari pada batu kali?" ucap Ines menjelaskan.


" Ya iya lah,emang gue cewe bego.Yang mau di kasih makan sama batu.Heheheheh." ucap Aruni sambil tertawa. " Munafik jaman sekarang kalau ada cewe bilang nya ga apa-apa kamu ga punya harta,yang penting kamu punya cinta. Emang nya makan cinta aja kenyang?" ucap Aruni panjang lebar.


" Lu ngehina gue ya Run.Pacar gue kan cuma perawat doang." jawab Ines pelan.


"Ih,Ines ga gitu.Maksud nya buat cewe-cewe yang punya pasangan nya pengaguran gitu." ucap Aruni menjelaskan.


"Tapi kan cowo gue ga kaya calon suami lu,yang Seorang CEO." ucap Ines tampak kesal.


"Ines maaf ya,maksud gue ga gitu.Kemal kan kerja juga Nes,ga mungkin dia kasih lu makan batu.Dia juga udah punya rumah kan? Jangan marah dong.Gue minta maaf ya?" ucap Aruni yang merasa tak enak hati.


" Hemm." ucap Ines singkat. "Mang berapa?Nasi kuning satu sama teh manis anget nya satu." ucap Ines pada penjual nasi kuning.


"Nes biar sama gue aja bayar nya.Sekalian ya,oke." ucap Aruni sambil menyodorkan uang pada penjual nasi kuning.


"Neng ini makan nya sama?" tanya penjual nasi kuning tersebut sambil menerima uang pecahan lima puluh ribu dari Aruni.


" Iya mang sama.Nasi kuning dua sama teh manis anget dua." ucap Aruni menjelaskan.


Setelah mendapat kembalian dari pedagang nasi kuning tersebut,Aruni dan Ines segera meninggalkan tempat itu. Mereka kembali ke parkiran khusus karyawan rumah sakit tempat mereka bekerja.Karena mereka harus mengambil motor mereka masing-masing.


"Run,gue duluan ya?" ucap Ines sambil tancap gas.


" Iya...Nes." jawab Aruni sambil terperangah yang melihat Ines sudah tancap gas.


'Kaya nya Ines marah sama aku.' ucap Aruni dalam hati.


Kemudian Aruni mulai mengendarai motor nya keluar parkiran rumah sakit dan menuju rumah nya.


Next bab ya