Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 62


Tian membawa Lona ke Rumah Sakit, dia sangat khawatir dengan keadaan Lona saat ini..


" Honey Please bangun sayang,, Ucap Tian mengusap wajah Lona dengan tetap fokus menyetir hingga akhirnya sampai di Rumah Sakit,,


Tian segera membopong Lona masuk ke dalam Rumah Sakit,,


" Astaga Tuan,, Kenapa Nona Fillona Ucap Dokter menghampiri


" Cepat periksa Putri saya sekarang,, Ucap Tian


" Baik Tuan,,


Lona di periksa di dalam ruangan sedangkan Tian berada di luar, Tian segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Halo Ben,,


Kamu cari tau siapa yang berani akan mencelakai anak saya, saya tunggu hari ini juga.


Tian langsung menutup panggilannya setelah berbicara seperti itu.


" Mas,, dimana Lona..


Dia baik baik aja Kan,, Ucap Biyanka menangis.


" Sayang,,, Ucap Tian memeluk istrinya..


" Lona masih di periksa di dalam,,


" Apa yang terjadi sebenarnya Ma,, kenapa bisa jadi seperti ini


Tian memeluk Biyanka, dia tau perasaan istrinya sekarang pasti sangat khawatir.


Ceklek,,


Pintu terbuka dan Dokter berjalan keluar,,


" Dokter,, bagaimana keadaan Putri saya


" Non Fillona tidak papa dan hanya Shok saja,,


Tian dan Biyanka menghela napasnya,,


" Silahkan jika kalian ingin masuk,,


Tian dan Biyanka langsung berjalan masuk dan terlihat Lona yang masih terbaring dengan selang inpus di tangannya.


" Maafin Papa Honey,, Papa gak bisa jaga kamu Ucap Tian mengusap kepala Lona


" Honey,, Mama seneng kamu gak papa Sayang,,


Lona mengerjabkan matanya, dia menatapa sekeliling dan menatap Tian dan Biyanka yang tersenyum.


" Honey,,


" Pa,, Ma,,


Ade takut,, Ucap Lona menangis


" Sst,, Udah ya Sayang,, ada Papa sama Mama di sini Honey


Biyanka memeluk putrinya yang terus menangis, Lona sangat takut dia teringat kejadian siang tadi.


-


Keadaan Lona sudah lebih baik, dia sudah bisa tenang dan kembali tertidur.


Biyanka selalu menggenggam tangan Lona tanpa melepaskannya.


" Sayang,, Mas angkat telpon sebentar ya Ucap Tian dan Biyanka mengangguk


Tian berjalan keluar dan mengangkat panggilannya


" APA,, Masih berani dia menggangu Lona..


Kamu langsung buat dia juga keluarganya menyesal.


Tian mengepalkan tangannya,, dia tidak menyangkan jika Dena masih berani mengganggu Lona bahkan berniat mencelakainya.


" Om Tian,, Gimana keadaan Lona sekarang Ucap Zicko yang baru saja sampai


" Lona hanya Shok,, dia berada di dalam sedang tidur


" Tapi Lona gak kenapa kenapa Kan Om


" Oya bagaimana masalah Cafe kamu apa sudah selesai


" Sudah Om,, Cuma kesalahan karyawan saja


" Syukur lah,,


Ya Sudah kamu tunggu Lona ya,, biar dia istirahat dulu.


Zicko mengangguk dan mereka duduk di kursi tunggu.


********


Sementara di tempat lain,


Terlihat seorang wanita yang terus memecahkan semua barang di rumahnya, dia terus berteriak tidak jelas..


..." Sial,, kenapa tadi Cewek itu gak ketabrak saja dan Mati" ucap Dena ...


Dena masih terus memperhatikan Lona, dia sangat membencinya bahkan sangat dendam. Bukan karena Zicko namun juga dia sudah tau berita keluarganya di Belanda yang sudah bangkrut.


" Gue gak bakal biarin Cewek itu hidup tenang, gue bakal bikin dia menderita seperti gue saat ini "


Dena langsung mengambil kunci mobilnya dan berniat keluar, namun tiba tiba terlihat beberapa orang berdiri tepat di depan pintu.


" Kalian siapa,, Ucap Dena


" Silahkan Anda ikut Kami,,


" Maksud kalian,,


Mereka langsung menarik tangan Dena namun Dena melepas paksa dan berlari keluar rumahnya.


Dia terus berlari dijalanan,,


" Nona Dena,, Anda gak bis kabur dari Kami


Dena menolah dan terlihat mereka terus mengejarnya dan saat kembali berlari tiba tiba


Brug..


Dena berguling di jalanan tertabrak mobil..


" Uh,,


" Astaga,, Ucap Salah satu dari mereka dan segera mengecek keadaan Dena dan memeriksanya namun keadaan Dena tidak tertolong karena luka di kepalanya yang terbentur aspal yang sangat keras.


Mereka segera menghubungi Ambulance dan mengabari Tian.


" Maaf Tuan,,


Nona Dena mengalami kecelakaan saat akan kami ke rumahnya dan tidak bisa tertolong,,


" Apa,, Ucap Tian di seberang


" Nona Dena meninggal Tuan


" Kalian urus semuanya,,


" Baik Tuan..


Mereka membawanya ke Rumah Sakit dan mengurus semua pemakamannya.


*******


Di Rumah Sakit sudah ada Meylan, Zicko, Sandi, Reno juga Manda di sana mereka segera ke Rumah Sakit saat mendapat kabar Jika Lona mengalami kecelakaan.


" Gimana keadaan Lona Kak,, Ucap Meylan


" Lona hanya shok dan dia harus banyak istirahat


" Sebenarnya apa yang terjadi sih Ko,, siapa yang berniat mencelakai Lona Ucap Sandi


" Gue juga belum tau pasti, Om Tian cuma bilang kalo ada yang berniat mencelakai Lona


" Gila berani banget dia,, Loe tau siapa dia Ko Ucap Rendi dan Zicko hanya menggeleng.


Semua merasa khawatir dengan keadaan Lona begitu juga Zicko yang terlihat jelas sangat mengkhawatirkan kekasihnya itu.


Manda yang juga berada di sana hanya terdiam dan terus menatap mereka.


Manda kini menatap Zicko yang tampak terdiam memikirkan sesuatu.