Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 95


Zicko, Sandi juga Reno masih berada di kelasnya padahal kelas sudah berakhir, mereka sedikit malas untuk ke kantin karena pasti di sana ramai dengan para mahasiswi dan sudah pasti mereka akan mengerubunginya, walaupun tepatnya mereka mengincar Zicko namun Sandi dan Reno pasti akan kena juga apa lagi para kekasih mereka tidaka ada di samping mereka.


" San,, gimana Anisa " Goda Reno


" Gak gimana gimana " Ucap Sandi dengan memainkan ponselnya


" Ajib,, maksud gue hubungan Loe dengan Anisa Bambang "


" Oh,, makanya kalo tanya tuh yang jelas, Loe tanya gimana Anisa kan ya udah gue jawab bener dong "


Reno menatap malas ke arah Sandi, memang Sandi selalu menyebalkan dari dulu.


" Oya Ko,, Gimana Hotel " Ucap Reno


" Masih belum kelar, kenapa Loe mau daftar jadi Kuli di sana "


" Enggak Loe Enggak Sandi sama aja, sering ngebuly gue "


" Tapi gue heran, Kenapa Loe kuat dengan kita Bully ya Ren " Ucap Sandi tertawa dan Zicko hanya menggeleng


Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba seseorang datang menghampiri mereka.


" Sorry,, Loe yang namanya Zicko "


Zicko menolah dan dia menatap seorang laki laki yang tengah berdiri di depannya, dan dia mengingat jika tadi pagi mereka berpapasan di lorong Kampus.


" Ya Gue Zicko,, kenapa "


" Gue Galang, mahasiswa baru Kedokteran dan ini semua Berkas pindahan gue, Gue di suruh ngasih ini semua ke Loe "


Zicko menerima sebuah Map berisi beberapa berkas pindahan Galang dari Surabaya.


" Oke gue terima,, "


" Oke kalo gitu gue pergi dulu " Ucap Galang dan Zicko mengangguk.


Sandi dan Reno saling pandang, pasalnya dia tidak tau jika ada mahasiswa baru di kampusnya.


" Ko,, Loe mau kemana " Ucap Sandi


" Ngurus ini " Ucap Zicko mengangkat Map dan berjalan keluar.


Ternyata memang benar jika mahasiswa baru itu merupakan Galang, teman Lona dulu yang pernah membullynya.


*******


Sementara di kelas lain,


Lona, Meylan juga Anisa baru saja selesai kelasnya, mereka membereskan tasnya dan berjalan keluar


" Ketiga cowok Tampan ada yang ngechat kalian gak mereka sekarang dimana " Ucap Meylan


Anisa dan Lona saling pandang dan menggeleng memang sedari tadi ponsel mereka sama sekali tidak berdering.


" Ya Udah gue telpon bebeb gue dulu " Ucap Meylan


" Gue ke toilet bentar deh,," Ucap Lona dan Anisa mengangguk


Lona berjalan menuju toilet yang tidak jauh dari mereka berdiri,,


Sedangkan Meylan masih menghubungi Reno dan Anisa hanya menatap sekeliling.


-


Lona keluar toilet dan membenarkan ikat rambutnya, namun dia kaget saat menatap laki laki yang tengah berdiri di depannya,


Dia adalah Galang yang menatap ke arahnya..


Lona langsung berjalan namun Galang menghadangnya,,


" Gue mau lewat,, Loe bisa minggir kan " Ucap Lona


" Lon,, Ada yang mau gue omongin sama Loe". ucap Galang


" Sorry gue udah di tunggu " Ucap Lona dan langsung menghampiri kedua temannya.


Lona berusaha menutupi kecemasannya, dan dia berusaha agar terlihat biasa.


" Yuk,, " Ajak Lona dan kedua temannya pun berjalan mengikuti


" Ya Udah kita samperin aja ke sana " Ucap Anisa dan mereka mengangguk


Lona hanya diam dan menuju kelas mereka dan ternyata benar jika ke tiga cowok tampan mereka masih berada di dalam kelasnya.


" Weis,, para bidadari kita nih " Ucap Reno


Sandi dan Zicko menoleh,,


" Hai " Ucap Anisa dan Sandi tersenyum


" Ke Kantin yuk, gue laper kalian tumben banget di kelas sih " Ucap Meylan


" Kan nunggu kalian sweety " Ucap Reno


" Ya Udah kita udah di sini, yuk ke kantin "


Meylan langsung menarik tangan Reno keluar kelasnya,


Anisa menatap Sandi dan mereka terlihat sama sama salah tingkah namun akhirnya mereka pun berjalan keluar.


Tinggal Zicko dan Lona yang masih berada di sana.


Zicko menatap Lona yang masih terdiam hingga akhirnya Zicko meniup wajah Lona..


" Kak zicko " Ucap Lona kaget


" Kamu ngelamunin apa sih Yang " Ucap Zicko menatap Lona


Lona menggeleng dan tersenyum,,


" Gak Usah bohong,, Aku tau kamu lagi mikirin sesuatu, apa tentang Galang "


Lona terdiam dan mengangguk,,


Memang Galang sudah sangat keterlaluan dulu, hingga Lona belum bisa melupakan semua itu.


Zicko menggenggam kedua tangan Lona,,


" Gak usah khawatir, Aku gak akan biarin dia kembali ganggu kamu Yang,, "


Lona menatap Zicko dan langsung memeluknya,, dulu Lio selalu ada untuknya dan kini Zicko pun sama selalu ada untuknya.


" Jangan mikirin itu lagi ya,, " Ucap Zicko mengusap punggung Lona yang mengangguk dalam dekapannya..


" Jadi sekarang kita ke Kantin " Ucap Zicko menangkup wajah Lona


" Iya,, aku laper Kak "


" Ya Udah yuk "


Zicko menggandeng tangan Lona keluar kelasnya dan menuju Kantin.


Dan kini wajah Lona sudah kembali tersenyum dia merasa tenang jika selalu bersama Zicko.


" Astaga,, Kalian dari mana coba baru dateng" Ucap Reno saat melihat Zicko dan Lona


" Pacaran " Ucap Zicko singkat


Sandi terkekeh mendengar jawaban Zicko yang langsung membuat Reno diam tanpa kembali bertanya.


" Eh Lon,, Loe mau pesen apa biar sekalian gue pesenin " Ucap Anisa yang baru saja datang dengan membawa nampan


" Gue pesen sendiri deh Nis, Thanks ya " Ucap Lona beranjak namun Zicko menahannya..


" Kamu tunggu di sini, Aku pesenin "


Lona tersenyum dan Zicko mengacak rambutnya.


Lona menatap Mereka yang sudah menikmati makanannya dan tidak lama Zicko kembali dengan membawa dua mangkuk bakso juga jus jeruk.


" Mau disuapin atau"-


" Makan sendiri, " Ucap Lona dan Zicko memberikan semangkuk Bakso yang sudah di potong kecil sehingga Lona akan mudah memakannya.


Mereka menikmatinya, namun siapa sangka dari kursi lain terlihat Galang yang terus menatap ke arah mereka dengan tatapan sulit di artika.