
Pagi hari nya seperti biasa Aruni telah menyiapkan sarapan untuk suami tercinta nya.
Reno dan Aruni pun sarapan bersama dengan tenang.
Selesai sarapan Aruni mengantar suami nya ke depan untuk bekerja.
"Kamu ikut saya kekantor aja yuk?" ajak Reno sambil memeluk pinggang istri nya.
"Ga ah mas,yang ada nanti kamu kerja nya ga fokus gara-gara ada aku."
"Dari pada kamu dirumah sendirian."
"Siapa bilang aku sendirian,kan ada pak Yus,bu Sri,inah sama yang lain nya."
" Beneran ga mau ikut?"
" Engga mas,aku dirmh aja.Aku mau belajar masak sama bu Sri."
"Ya udah,hati-hati ya dirumah.Kalau ada apa-apa langsung hubungin saya."
"Siap bos."
"Pinter,ya udah saya berangkat ya. Assalamualaikum."ucap Reno sambil mengecup kening istri nya
"Iya mas,waalaikumsalam.Hati-hati kerja nya ya mas."jawab Aruni sambil mencium punggung tangan suami nya.
"Iya." ucap Reno sambil berlalu memasuki mobil.
Hari ini Reno berangkat bekerja dengan diantar oleh supir.Dia sedang merasa tidak nyaman mengendarai mobil nya sendiri.Ia merasa sedang diikuti oleh seseorang.
Reno memang memiliki insting yang sangat kuat. Dia merasakan bila ada sesuatu yang tidak beres didekat nya.
Tak lama kemudian Reno telah sampai dikantor nya.Dia sudah disambut oleh Ali dan juga beberapa body guard nya.Reno dan team nya memasuki lift khusus petinggi perusahaan.
Keluar dari lift Reno langsung masuk keruangan tanpa pengawal nya.
Reno segera mendudukin kursi kebesaran nya.Disana sudah ada beberapa file yang tertata rapi diatas meja.
Reno tak langsung melakukan pekerjaan nya.Dia membuka rekaman cctv kantor nya dulu melalui laptop nya.Selesai melakukan pengecekan baru lah ia memulai pekerjaan nya.
Reno mulai memeriksa beberapa laporan yang dikirim Ali lewat email.Reno melakukan pekerjaan nya dengan teliti.
...
Sementara di tempat lain Ari yang sedang melakukan terapi,kini sudah semakin membaik keadaan nya.Dia sudah bisa berjalan dengan baik. luka bakar ditubuh nya juga sudah 90%membaik. Namun begitu banyak bekas luka bakar yang tertinggal disekujur tubuh Ari.Itu membuat penampilan Ari sedikit agak seram,karena luka bakar yang ia derita.
"Tenang aja,gue janji sama lu.Setelah situasi lebih aman gue akan bawa lu untuk oprasi plastik keluar negri." ucap Alan sambil memegang pundak Ari yang sedang bercermin.
"Thanks bro,lu ga usah melakukan apa-apa lagi untuk gue.Karena lu udah banyak banget bantu gue,gue takut ga bisa bales semua kebaikan lu." jawab Ari sambil membalikan badan nya mematap Alan.
"Gue ga minta balasan apapun dari lu.Gue tulus bantuin lu." ucap Alan sambil berlalu meninggalkan Ari.
Ari yang melihat kepergian Alan hanya dapat tersenyum.
"Gue beruntung ketemu orang seperti lu,Alan." gumam Ari sambil terus memandangi kepergian Alan.
...
Sementara ditempat lain,Aruni sedang belajar membuar kue dibantu oleh bu Sri dan Inah.Mereka bertiga terlihat akrab.Aruni yang memang memiliki sifat periang dan supel membuat nya mudah bergaul.
Aruni terlihat sangat serius dalam membuat kue tersebut.
"Assalamualaikum." Sapa mama nya Reno yang tiba-tiba datang kedapur.
"Waalaikumsalam."Jawab Aruni,bu Sri dan Inah secara bersamaan.
"Mama,kok kesini ga ngabarin dulu?" tanya Aruni yang terlihat panik.
"Mama mau kasih kejutan buat kamu sayang. Ngomong-ngomong kamu sedang membuat apa?" tanya mama mertua nya sambil tersenyum.
"Runi lagi belajar buat kue ma."jawab Aruni kikuk.
"Wah seru nih kaya nya.Mama ikutan boleh ya?"tanya mama Reno sambil menggulung lengan bajunya.
"Bo..bo..boleh banget ma." jawab Aruni terbata.
Akhir nya mama Reno pun ikut membuat kue disana.Mereka kini menjadi ber empat,terlihat sangat seru sekali.Keadaan dapur menjadi riuh. Karena suara mama mertua Aruni yang selalu berteriak manja memberikan arahan pada menantu kesayangan nya itu.
Acara membuat kue hari itu pun menjadi sangat ramai karena kedatangan mama mertua Aruni.
Hampir dua jam mereka berkutat di dapur membuat berbagai jenis kue,mulai dari cake,puding,cookie sdan beberapa pastry yang mereka buat.
"Nah,jadi deh semua nya." ucap mama Reno saat meletakan cookies terakhir didalam toples.
"Iya ma,ga nyangka hasil nya akan jadi sebanyak ini.Mama jago banget masak nya." ucap Aruni memuji ibu mertua nya.
"Mama memang punya hobi memasak,ketambah lagi papa tuh orang nya ga suka makanan diluar,maka nya sebisa mungkin mama harus kasih papa banyak menu makanan biar papa ga bosen juga di rumah."
"Pantes aja mama sama papa masih tetap romantis sampai sekarang.Ternyata ini rahasia nya."
"Hahahaha,kamu bisa aja deh Run.Ya tapi bener juga sih,kata papa rasa masakan mama yang membuat papa tuh jatuh cinta setiap hari sama mama."
"Percaya aku ma,orang masakan mama tuh enak banget."
"Biasa aja kamu.Eh puding nya taro di lemari es dulu ya,Reno paling suka puding ini deh.Nanti kamu sajikan untuk dia ya."
"Ga usah sayang mama bisa ambil sendiri,lagian kan mama bukan tamu."
"Tapi kan mama belum minum dari semenjak datang tadi."
"Iya,ni mama ambil sendiri minuman nya." ucap ibu mertua Aruni sambil menuangkan orange jus yang ia ambil dari lemari es.
"Hehehe,maaf ya ma jadi ambil minuman nya sendiri deh."ucap Aruni canggung.
"Ga apa-apa sayang.Oh iya,hari ini kamu ada acara ga?"
"Emm..ga ada sih ma,memang ada apa ma?"
"Ikut mama yuk,keacara arisan mama sama temen-temen mama?"
"Kapan ma?"
"Nanti sekitar jam 1an kita berangkat ya."
"Aku ijin dulu sama mas Reno ya?"
"Iya udah telepon Reno sekarang gih."
"Iya ma,aku ambil handphone dulu ya ma di kamar."
"Kelamaan,ni pake handphone mama aja." ucap ibu mertua Aruni sambil menyodorkan ponsel nya.
"Tapi ma.." ucap Aruni terputus.
"Udah ga usah tapi-tapi,telepon Reno sekarang gih."
"I..iya mah."Ucap Aruni yang kemudian menekan tombol memanggil pada layar ponsel tersebut.
"Assalamualaikum mas,ini aku bukan mama." ucap Aruni saat sambungan telepon itu telah tersambung.
"Lho kok kamu sayang,kenapa pake handphone mama?"tanya Reno bingung dari sebrang sambungan telepon.
"Iya mas,kebetulan mama lagi main.Oh iya mas,aku mau ijin ya.Mau ikut mama pergi arisan."
"Pergi Arisan sama mama?Kamu yakin,itu bakalan lama banget lho sayang.Takut nya nanti kamu bosen lho."
"Ga lah mas,masa bosen kan banyak orang nya."
"Ya udah kalau kamu mau ikut mama,saya ijinin. Tapi kamu harus janji jangan ngelirik laki-laki lain ya."
"Astagfirllah aladzim mas,kok kamu ngomong nya gitu sih?"
"Hahahaha,ga sayang saya bercanda kok.Ya udah kamu hati-hati ya.Bilang sama mama jangan lama-lama gitu ya."
"Iya mas,ya udah assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." ucap Reno dan Aruni langsung memutuskan sambungan telepon nya.
"Ma,ini handphone nya.Terimakasih ya ma." ucap Aruni sambil menyerahkan ponsel kepada ibu mertua nya itu.
"Sudah sayang?bagai mana boleh ga sama Reno?"
tanya mertua Aruni sambil menerima ponsel nya.
"Boleh ma,mas Reno ngasih ijin kok."
"Alhamdulillah."
"Ya udah,aku siap-siap dulu ya ma.Aku kekamar dulu."
"Iya sayang.Mama tunggu disini ya."
"Iya ma." ucap Aruni sambil berlalu meninggalkan mertua nya.
Aruni menuju kamar nya,dia kemudian bergegas untuk mandi dan shalat dzuhur.Selesai shalat Dzuhur Aruni langsung duduk diatas kursi meja rias nya.Dia memoles sedikit wajah nya dengan riasa.Wajah Aruni tampak sangat cantik dengan make up tipis natural nya.Aruni memang tidak menyukai make up yang terlalu tebal.Bagi nya make up yang terlalu tebal itu menyiksa kulit wajah nya.
Selesai merias wajah nya Aruni langsung mengenakan hijab nya,dia pun memakai sepatu yang dibelikan oleh suami nya ketika mereka diparis,serta tak lupa hand bag yang juga dibelikan oleh Reno ketika diparis.
Aruni terlihar sangat anggun denga gamis berwarna pastel.Sangat cocok dengan warna kulit nya yang putih.
Aruni pun keluar dari kamar nya ketika sudah rapi.Dia berjalan menuju tenpat ibu mertua nya menunggu nya.
"Ayo ma,aku udah siap." ucap Aruni ketika didekat mertua nya.
"Yaampun kamu cantik banget sayang.Yaudah yuk kita jalan sekarang,mama udah ga sabar mau memamerkan kamu sama teman-teman arisan mama."ucap ibu mertua Aruni dengan senang nya.
"Ah,mama bisa aja."
"Ya udah jalan sekarang ya."
"Iya ma."
Dua wanita beda generasi itu pun berjalan bersamaan menuju mobil,disana sudah ada supir yang menunggu mereka.
Mobil pun keluar dari gerbang dan menuju tempat dimana diselenggarakan nya arisan tersebut.
next bab ya..