
Sandi yang memeluknya dari belakang dan menyenderkan wajah pada bahunya membuat jantung Anisa berdetak sangat cepat bahkan mungkin Sandi pun bisa mendengarnya.
Hembusan napas Sandi pada tengkuk lehernya membuatnya merinding.
Anisa merasa belum siap jika ternyata Sandi meminta haknya malam ini.
" Sayang " Ucap Sandi tepat di telinga Anisa membuatnya semakin gugup
" A- Aku ngantuk Mas " Ucap Anisa gugup dan melepaskan tangan Sandi yang memeluknya dari belakang.
Anisa langsung menuju ranjang dan berbaring dengan selimut yang menutupi tubuhnya, Sandi menghela napasnya menatap istrinya yang meninggalkan nya begitu saja.
Dia pun berjalan mendekat dan berbaring di samping Anisa yang terlihat sudah memejamkan matanya.
" Good Night Sayang,, Mimpi Indah " Ucap Sandi dengan mengecup kepala Anisa yang tidur membelakanginya
Anisa yang belum tertidur pun membuka matanya, dia merasa tidak enak dengan suaminya tapi dia pun masih belum siap melakukannya.
Anisa mencoba memejamkan matanya kembali namun dia kembali merasakan pelukan dan ternyata Sandi yang memeluknya .
Anisa berusaha mengontrol detak jantungnya yang masih belum normal.
Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, namun Anisa masih belum bisa tidur sedangkan Sandi terlihat sudah terlelap di sampingnya dengan tangannya yang masih setia memeluknya.
Anisa memutar tubuhnya, dia menatap wajah laki laki yang kini sudah Sah menjadi suaminya dan sia teringat dengan kejadian dimana Sandi memeluknya.
Rasa bersalah menyelimutinya, dia pun mengusap lembut wajah Sandi.
" Maafin aku Mas, aku masih belum siap melakukannya malam ini "
Anisa pun mencoba memejamkan matanya, walaupun cukup sulit namun akhirnya dia pun bisa terlelap dengan pelukan hangat yang di berikan oleh suaminya.
-
Keesokan harinya,,
Sandi mengerjapkan matanya, dia menatap jam yang ternyata sudah pukul 7 pagi.
Matanya menatap wanita yang masih terlelap di sampingnya dengan wajah cantiknya membuat senyuman di wajahnya terukir.
Teringat jika mereka sudah menjadi sepasang suami istri.
Sandi terus memandang wajah Anisa, dia merasa bahagia bisa menikahi wanita yang di cintai selama ini.
Tangannya mulai mengusap lembut wajah Anisa,,,
Sandi kembali teringat semalam dimana mereka akan melakukan nya..
" Aku akan menunggu hingga kamu sudah siap untuk melakukan nya sayang "
Sandi mengecup kening Anisa dan berjalan turun, dia berjalan menuju kamar mandi dan membiarkan istrinya yang masih berdamai dalam tidurnya.
Anisa semalam tidak bisa tertidur dan dia baru bisa tidur ketika adzan subuh dan membuatnya sangat mengantuk sampai dia tidak menyadari jika suaminya telah bangun.
-
Hari semakin siang,,
Namun Anisa masih belum bangun dan bahkan dia menarik selimutnya, udara dingin membuatnya semakin ingin terus terlelap.
Sandi yang sudah terbangun hanya duduk menatap istri cantiknya, dia tidak tega untuk membangunkannya.
Tiba tiba Anisa mengerjabkan matanya, dia meregangkan otot tangannya,,
Anisa lupa jika saat ini dirinya sudah menjadi seorang istri dan tidak melihat jika Sandi suaminya duduk menatapnya.
Dengan santainya Anisa malah kembali berbaring dan mengambil ponselnya, dia malah asik bermain ponselnya di atas ranjang membuat Sandi hanya tersenyum.
" Sudah bangun " Ucap Sandi
Anisa yang mendengar suaran sesorang pun langsung beranjak dan mencarinya,,
Dia membulatkan matanya saat melihat Sandi yang duduk menatapnya sambil tersenyum.
" Mas Sandi,, astaga kenapa gue lupa jika gue udah menikah sekarang "
Sandi berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang menatap Anis yang masih bingung.
" Maaf Mas,, Kamu udah dari tadi bangunnya"
" Lumayan lah,, gimana tidurnya semalam hem"
" A- Aku gak bisa tidur semalam Mas "
Sandi mengusap rambut Anisa gemas, ,
" A - aku mandi dulu Mas "
Anisa langsung berjalan menuju kamar mandi, dan Sandi hanya menatapnya dengan senyuman di wajahnya melihat tingkah polos dan menggemaskan istrinya.