
Lona, Anisa juga Meyla berjalan menuju Kantin.
Meylan sudah lebih baik dan dia sudah bisa kembali tersenyum.
Namun saat mereka sudah sampai di sana, Meylan melihat Reno yang juga masih berada di sana dia pun segera membalikan tubuhnya namun Lona langsung menahannya dan menarik tangannya menuju dimana ketiga cowok tampan duduk.
" Hai,, " Ucap Lona tersenyum Cantik
" Sayang,, duduk sini " Ucap Zicko dan Lona duduk di samping Zicko
Sandi menggeser duduknya dan Anisa duduk di sampingnya namun berbeda dengan Meylan yang masih berdiri.
" Yang,, duduk sini " Ucap Reno dan Meylan duduk namun wajahnya sama sekali tidak menatap Reno
" Kamu mau pesan apa, aku pesenin ya" lanjutnya
" Terserah " Ucap singkat Meylan tanpa menatap Reno
" Kak,, Aku pengin somai yang di depan kampus deh " Ucap Lona manja
" Ya Udah yuk "
" Nis, Loe mau ikut gak " Ucap Lona
" Boleh Lah,, Yuk Mas " Ucap Anisa dan Sandi mengangguk
" Bentar ya Mey "
" Kalian mau kemana, gue ikut "
" Sayang,, Kan aku sudah pesenin makan buat kamu " Ucap Reno menahan tangan Meylan
Meylan mengangguk dan kembali duduk di sana namun dia masih tidak mau menatap Reno.
-
Zicko, Lona, Sandi dan Anis berjalan keluar sebenarnya ini hanya akal akalan mereka keluar karena supaya Reno dan Meylan bisa saling bicara dan menyelesaikan masalah mereka.
" Terus kita mau kemana " Ucap Anisa bingung
" Ya Udah deh, beli somai beneran aja " Ucap Lona dan semua mengangguk.
-
Sementara di Kantin,,
Reno memberanikan dirinya menggenggam kedua tangan Meylan.
" Sayang,, Aku jelasin semua ya "
" Kamu hanya salah paham Yang, Aku gak selingkuh "
" Kalo Loe gak selingkuh terus siapa wanita kemarin dan kenapa kalian bisa makan bareng di resto "
" Oke aku jelasin semua, tapi Please kamu jangan seperti ini Yang.. Kamu menghindar kamu gak mau ketemu, natap juga angkat telpon aku itu malah buat aku frustasi "
" Mau jelasin sekarang atau gue pulang "
" Oke,, Aku jelasin semua.. "
" Dia Rina asisten aku di Kantor "
" Di kantor Maksud kamu "
Reno menghela napasnya, mungkin sudah waktunya Meylan tau dan sudah sebaiknya dia jujur jika sebenarnya dirinya sudah bekerja di kantor Ayahnya.
" Sebenarnya aku selama ini kerja yang di kantor Ayah,, Aku gantiin Ayah di Perusahaan karen Ayah yang minta dan melihat kondisi Ayah yang sudah harus banyak istirahat"
" Kamu dulu yang bilang sama aku, kalau kamu pengin aku melamar kamu tapi aku menolak karena aku belum bekerja dan aku gak mau nantinya kamu menderita saat kita menikah karena aku belum kerja dan menghasilkan uang"
" Tapi kenapa kamu harus bohong dan gak jujur sama aku "
" Aku cuma ingin kasih kamu surprise "
Meylan tidak lagi bisa berbicara dia langsung berhambur memeluk kekasihnya itu, dia merasa bersalah selama ini karena mencurigai kekasihnya padahal Reno hanya ingin membuatnya surprise dan membahagiakannya.
" Maafin aku " Ucap Meylan dalam pelukan Reno
Reno membalas pelukan gadis yang selama ini di rindukannya, gadis yang selalu membuatnya tertawa dengan sifat gesreknya dan hanya bersama Meylan lah dia selalu tertawa.
" Sudah ya gak usah minta Maaf,, Selama ini aku yang salah udah gak jujur sama kamu " Ucap Reno menangkup wajah Meylan dan mengusap air mata yang terus mengalir.
" Jangan ada lagi sesuatu yang kamu tutupi dari aku "
" Iya Sayang aku janji "
Meylan tersenyum dan kembali memeluk kekasihnya, pelukan hangat yang selama ini dia rindukan karena kesibukan Reno yang harus bekerja setelah pulang kuliah.