Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 109


" Sorry Lon, gue ada urusan dan gak bisa gue tinggalin,, gue nitip salam aja buat Anisa " Ucap Sandi


Lona terus menatap Sandi dengan kedua tangan yang disilangkan diatas dada..



" Kak, Loe cuma gak mau ketemu Anisa kan bukan karena ada urusan, gue tau semua Kak Anisa udah cerita semua sama gue " Ucap Lona menatap Sandi namun Sandi hanya terdiam


Sementara Zicko, Reno juga Meylan meraka terus menatapnya..


" Gue Pergi dulu " Ucap Sandi membuka pintu mobilnya


" SEBENARNYA LOE COWOK APA BUKAN SIH KAK " Teriak Lona


" Astaga Sayang,, " Ucap Zicko menghampiri Lona


Brakkk..!!!


Sandi menutup pintu mobilnya dengan kasar mendengar ucapan Lona yang membentaknya,,


" Maksud Loe Lon " Ucap Sandi menatap Lona


" San,, Ini salah paham Oke kita bisa bicara " Ucap Zicko


" Gue gak ngerti maksud Kalian "


Lona menghela napasnya, dia terbawa emosi karena sikap Sandi yang seperti anak kecil.


" Ka, Sebenarnya Anis juga suka sama Loe dia cuma takut kalo dia gak di terima di keluarga Loe karena status kalian yang berbeda "


" Kemarin Anisa cerita semua sama gue, Dia juga gak mau nantinya Loe malah malu punya kekasih kaya dia "


" Semua yang Lona bilang bener San, sorry gue bilang ke Lona masalah Loe dan Anisa" Ucap Zicko


" Tapi Anisa bilang sama gue kalo selama ini dia cuma manfaatin gue aja "


" Loe cowok San, kejar cinta Loe,,


Apa cuma segini usaha Loe ngedapetin Cinta Loe "


" Loe dulu selalu bilang sama gue, kejar terus kalo Loe memang mencintainya terus kenapa sekarang Loe malah menyerah " Ucap Zicko


Sandi terdiam, dia hanya menunduk tanpa menjawab.


" Dulu Loe bilang ke gue, Ren Loe cowok masa cuma ngejar cewek aja gak bisa,, terus kenapa sekarang Loe kayak gini San, mana Sandi yang dulu, Sandi yang selalu semangat buat dapetin apa yang dia mau " Ucap Reno


" Kak,, Buktikan jika semua yang Anisa pikirkan itu salah, kita gak sama sekali memandang status " Ucap Lona


" Loe pikirkan semua baik baik San, dan gue harap Loe bisa dewasa dalam mengambil keputusan, Kita ke rumah Anisa " Ucap Zicko menggandeng tangan Lona menuju mobilnya


Sedangkan Reno kembali menghampiri Meylan yang sedari tadi hanya menatap mereka tanpa berkata apa pun.


*******


Sandi masuk ke dalam mobilnya, dia mengusap wajahnya kasar,, entah dia p


Bagaimana perasaan dia sekarang..


" Semua yang mereka katakan benar, tapi hati gue masih sakit mengingat ucapan Anisa saat itu,, gue mencintainya dengan tulus tanpa memandang apa pun "


Sandi melajukan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit dengan banyak pikiran, perasaanya campur aduk, ucapan Anisa juga semua teman temannya.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Dua mobil telah terparkir di depan rumah Anisa, dan terlihat ramai di sana terdengar suara obrolan juga tertawa mereka.


Zicko, Lona, Reno juga Meylan sudah sampai di rumah Anisa dan mereka duduk di ruang tamu,,


Anisa memaksa untuk berada di sana padahal Lona dan Meylan sudah memintanya untuk tetap istirahat di kamar.


" Ini diminum dulu " Ucap Tante Widia membawakan minuman ke mereka


" Wuidih tante tau aja kalo kita haus " Ucap Reno dan Meylan langsung menyiku perutnya


" Kamu tuh " Ucap Meylan


" Gak papa Mey,, lagian cuma minum "


" Maaf ya Tante " Ucap Meylan malu


Mereka menikmati minuman juga beberapa cemilan yang di bawanya, namun Anisa terlihat terus melihat keluar rumah..


Lona menatapnya, dia tau jika Anisa pasti mencari Sandi, dia berharap Sandi bisa ikut menjenguknya.


" Kak, Aku ke Anisa dulu " Ucap Lona


" Iya Sayang " Ucap Zicko tersenyum


Lona berjalan menghampiri Anisa dan duduk di sampingnya,,


" Loe pasti nyari Kak Sandi ya " Ucap Lona


" Engga Kok Lon " Ucap Anisa bohong


" Loe dari tadi terus melihat keluar, Kak Sandi gak bisa ikut dia ada urusan "


" Oh,, " Ucap Anisa kecewa


" Oya gimana badan Loe, udah mendingan "


" Udah mendingan Lon, mungkin kemarin hanya kelelahan aja "


Lona mengangguk dan menatap Anisa, wajahnya pucat namun terlihat dia juga kecewa karena Sandi tidak ikut ke rumahnya.


********


Mereka pamit pulang karena memang Anisa harus istirahat dan juga karena sudah sore..


Zicko menatap Lona yang duduk di sampingnya,,


" Kak Zicko kenapa liatin aku terus sih "


" Aku bangga sama kamu Yang,, "


Lona mengeryitkan keningnya,,


" Apa yang sudah kamu lakukan tadi siang, Aku gak nyangka jika Kamu bisa berbuat seperti itu"


" Oh,, habisnya aku tuh kesel Kak Sama Kak Sandi, udah tau dia suka Anisa tapi gak mau perjuangin "


Zicko tersenyum dan mengusap lembut wajah Lona,,


Lona menggenggam tangan Zicko dan mengecupnya,,


" Aku juga bangga dengan Kak Zicko " Ucap Lona tersenyum menatap laki laki tampan di sampingnya..


Zicko melirik,,


" Karena Kak Zicko udah melamar Aku " Ucap Lona memperlihatkan cincin pada jari maninya "


Zikco menepikan mobilnya dan berbalik menatap Lona yang masih tersenyum kepadanya.



Pandangan mereka terus bertemu dan Zicko mendekatkan wajahnya,,


Lona memejamkan matanya dengan sentuhan lembut di bibir Lona, tangan mereka pun tetap saling menggenggam..


" Karena kamu wanita spesial dan aku gak mau jika kamu di rebut laki laki lain " Ucap Zicko melepaskan ciumannya..


Lona tersenyum dan memeluknya,,


" Aku sayang Kak Zicko " Ucap Lona dalam pelukan


" Aku juga sangat sayang dan cinta kamu Yang "