Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
Semakin Posesif


Sudah seminggu Biyanka pulang dari rumah sakit dan luka di pelipisnya pun sudah sembuh, Biyanka sudah melakukan aktifitas seperti biasanya..


Walaupun sebenarnya Tian selalu melarangnya untuk melakukan apa pun, karena menurutnya Biyanka hanya butuh istirahat dan dia tidak mau jika Biyanka kembali terluka.


Biyanka membuka matanya dan menatap jam yang baru menunjukan pukul 5 pagi..


Dan inilah Biyanka, dia selalu bangun pagi dan melakukan semua sendiri walaupun di rumahnya banyak pelayan.


Biyanka menatap wajah Tian yang masih terlelap dengan tangan yang selalu memeluknya,, Biyanka mengusap wajah tampan suaminya dan tersenyum..


Suami yang menyayanginya, yang selalu posesif kepadanya namum membuatnya semakin mencintainya..


Biyanka tersenyum dan mengecup kening, pipi juga bibir Tian..


Dia pun beranjak dan berjalan menuju kamar mandi,,


Sebenarnya Tian sudah terbangun, namun dia pura pura tertidur karena melihat Biyanka yang akan menciumnya..


Tian membuka matanya dan tersenyum,,


-


Biyanka berjalan keluar kamar mandi dan berjalan menuju meja rias,,


Namun tiba tiba dia merasakan pelukan dari belakang, dia pun tersenyum..


" Kenapa udah bangun, Ucap Biyanka mengusap wajah suaminya


" kamu juga udah bangun, ini masih pagi Yang..


Biyanka memutar tubuhnya dan tangannya memeluk leher Tian,


Biyanka mengecup singkat suaminya dan tersenyum..



" Aku mau siapin sarapan buat Mas juga anak anak,, boleh ya..


Tian menatap wajah istrinya yang tersenyum manis kepadanya..


" No Sayang,, sudah ada Bik Asih juga yang lain..


" Tapi Mas,, aku bosen kalo cuma tiduran terus.. Boleh yah,, please..


Tian tersenyum, Istrinya memang selalu saja bersikap seperti ini membuatnya tidak bisa menolaknya..


" Tapi jangan kelelahan Oke,,


Biyanka tersenyum, dan melepaskan pelukannya namun tiba tiba Tian kembali menarik tangannya dan mencium Bibirnya..


Biyanka membalas ciuman suaminya dan mengalungkan tangannya di leher Tian..


Tian melepaskan ciumannya dan membopong tubuh istrinya membawa ke atas ranjang, mereka kembali menikmati ciumannya dan sampai akhirnya mereka pun melakukan olah raga pagi yang sudah seminggu Tian menahannya karena Biyanka sedang sakit..


*****


Tian beranjak ke kamar mandi dan tersenyum menatap istrinya yang tertidur karena ulahnya..


Biyanka kelelahan dan langsung tertidur setelah olah raga paginya..


-


Dia kembali berjalan turun dan membiarkan orang orang yang di Sayanginya tertidur..


" Pagi Tuan,, sapa Bik Asih saat melihat Tian masuk ke dalam dapur


" Pagi Bik,,


Bik Asih menatap Tian yang berjalan menuju lemari es dan mengambil beberapa bahan makanan..


" Biar saya yang masak Tuan,,


" Gak Usah Bik,, Bik Asih kerjain yang lain saja


" Baik Tuan..


Bik Asih berjalan keluar dan membiarkan majikannya berada di Dapur, ini bukan pemandangan pertama Bik Asih melihat Tian memasak karena Tian memang sering memasak untuk istri juga anaknya..


*****


Sementara di Kamar,


Biyanka membuka matanya, dia pun beranjak duduk..


" Astaga Mas Tian,, benar benar membuatku gak bisa jalan " gumam Biyanka dengan memegang pinggangnya..


Dia pun menuju Kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya..


-


Biyanka duduk di depan meja rias sambil memberikan wajahnya, dia membiarkan rambutnya yang masih basah..


Tian yang baru saja masuk tersenyum dan langsung mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut istrinya..


Biyanka tersenyum melihat sikap suaminya dari pantulan cermin..


" Anak anak belum bangun Mas,,


" Belum Yang,, biarin saja semalam mereka tidur malam..


Semalam Lio dan Lona tidak mau tidur, mereka terus minta Tian menemaninya menonton film kesukaannya..


Biyanka dan Tian mengijinkannya karena hari ini mereka libur berbeda jika mereka akan sekolah, Baik Biyanka ataupun Tian Tidak mengijinkan mereka tidur malam..


" Mama,,, Ucap Lona tiba tiba masuk ke dalam kamarnya..


Biyanka tersenyum melihat putrinya yang baru bangun tidur,,


" Loh kenapa belum mandi Nak,, Ucap Biyanka mengusap kepala Lona yang memeluknya..


Lona hanya menggelengkan kepalanya dan terus memeluknya..


" Mandi sama Mama yuk,, Ajak Biyanka


Lona melepaskan pelukannya dan mengangguk..


" Ya Sudah,, Yuk sayang..


Biyanka menggandeng Lona ke dalam kamar mandi dan membantunya mandi..


Tian berjalan menuju sofa dan membuka laptopnya dia akan mengecek email yang di kirim Ben semalam