
Berbeda dengan Sandi yang mengalami kecemasan, Zicko dan Lona malah sedang menikmati masa masa dimana mereka sedang di sibukkan dengan si kecil.
Zilo sudah berumur sebulan dan wajahnya yang tampan membuat siapa saja merasa gemas bahkan ingin menggendong nya.
Lona berada ruang tengah dengan Zilo, Zicko dan Lona memang tidak menggunakan Baby sister untuk membantu mereka karena mereka ingin melihat tumbuh kembang putranya.
Sedangkan semua anggota keluarga lainnya sudah kembali ke rumah, Lio dan Sasya pun sudah kembali ke Bandung karena mereka harus kuliah.
Zicko melihat Lona yang sedari pagi terus menggendong Zilo dan belum menyentuh sarapannya sama sekali,
" Sayang,, Kenapa sarapan kamu masih utuh hem " Ucap Zicko menghampiri mereka
" Aku belum laper Kak, lagian Zilo gak lagi pengin di gendong terus "
Zicko tidak menjawab dan kembali berjalan untuk mengambil sarapan Lona.
" Tapi kamu harus tetap sarapan, Zilo kan masih Asi " Ucap Zicko menyendok nasi dan menyuapi Lona
Lona tersenyum menatapnya namun dia pun menurut dan membuka mulutnya.
Bik Usi yang kebetulan lewat tersenyum bahagia melihat pemandangan yang membuat hatinya sangat tersentuh, selama dia bekerja di sana belum pernah sama sekali melihat majikannya bertengkar dan malah keharmonisan lah yang selalu mereka lihatkan.
Usia muda tidak menjadi penghalang untuk mengikat sebuah ikatan pernikahan terlihat Zicko dan Lona mampu melaluinya dengan bahagia hingga memiliki seorang putra.
Zicko terus menyuapi Lona hingga habis,,
" Makasih Kak,, Kak Zicko sudah makan "
" Sudah Yang, Aku ke dapur bentar ya "
Lona mengangguk dan kembali menatap wajah putranya yang masih anteng di gendongannya..
*******
Sementara Biyanka teringat dengan Lona, sebenarnya dia tidak tega meninggalkan putrinya yang pasti akan kerepotan dengan Zilo apa lagi tidak adanya Baby sister yang membantu mereka.
" Sayang,, Kamu melamun apa sih hem" Ucap Tian saat melihat istrinya melamun
" Aku teringat Ade Mas, Pasti mereka kerepotan apa lagi tidak ada baby sister yang membantu mereka "
Tian tersenyum,,
" Sayang hei,, Lona dan Zicko sendiri yang ingin mengurus mereka bukan, dan menurut Mas itu sangat bagus karena mereka bisa melihat perkembangan Zilo "
" Tapi tetap saja Mas, Aku khawatirin Ade pasto Ade malah lupa dengan kesehatannya "
" Ya Sudah,, kita ke rumah mereka ya "
" Tapi kamu kan harus ke kantor Mas"
" Hei,, Apa kamu lupa jika suami kamu masih seorang Bos " Ucap Tian dengan tertawa
" Kamu tuh ya, Masih sama sombong dari dulu"
" Tapi semua itu bener sayang dan malah semakin membuat istriku ini mencintai ku kan"
Biyanka hanya menggeleng dengan tingkah suaminya namun inilah sikap dan sifat Tian yang memang membuatnya selalu mencintai bahkan sangat mencintainya.
" Sekarang kamu makan dan setelah itu kita ke rumah Ade " Lanjut Tian mengusap kepala Biyanka
" Baiklah suamiku " Ucap Biyanka tersenyum manis
Mereka kembali menikmati sarapannya dan Tian tersenyum bahagia.
-
Tian sudah siap menunggu Biyanka yang masih berada di kamarnya, hari ini mereka akan ke rumah Lona.
Tian tidak pernah berubah dan akan selalu menomor satukan keluarganya bahkan sesibuk apa pun dirinya akan tetap menyempatkan waktu demi keluarganya.
" Yuk Mas " Ucap Biyanka semangat
Tian mengangguk dan menggenggam tangan Biyanka menuju mobil dan membukakan pintu untuk istri tercintanya.
Di usia pernikahan mereka yang sudah tidak lagi muda namun keharmonisan mereka tetap sama tidak pernah berubah membuat siapa saja yang melihatnya merasa iri.