Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
ARISAN REMPONG


Aruni dan ibu mertua nya sudah sampai disebuah restoran mewah didalam hotel bintang lima. Ibu mertua dan menantu itu kini berjalan bersamaan menuju tempat yang sudah di pesan untuk acara arisan sang sosialita.


"Nah itu mereka teman-teman mama,Run." ucap ibu mertua Aruni.


"Iya ma." jawab Aruni singkat.


"Hallo semua nya..." sapa ibu mertua Aruni ketika sudah sampai di meja yang berisikan teman-teman sosialita nya.


"Hallo jeung Ros,bagai mana kabar nya." sapa salah seorang teman mama.


"Baik jeung.Eh kenalin ini menantu ku lho." ucap Ibu mertua Aruni sambil menyentuh bahu Aruni.


"Wah,ini toh istri nya Reno.Kemarin pas datang kondangan manglingi,kenapa sekarang masih manglingi juga ya?" tanya salah seorang teman mama Reno yang lain.


"Iya dong,menantu ku ini memang cantik jeung. Jadi selalu manglingi."ucap mama Reno sambil tertawa terbahak-bahak.


Sementara Aruni hanya menebar senyum manis nya.


"Eh,jeung maaf lho kemarin aku ga sempet datang keacara nikahan nya anak mu." ucap salah seorang teman mama Reno yang lain.


"Iya jeung ga apa-apa." jawab mama Reno.


"Yang penting kan amplop nya dateng ya jeung." ucap teman mama Reno yang lain dan disambut gelak tawa oleh yang lain nya.


"Oh iya,ngomong-ngomong jeung Lusi belum datang?" tanya mama Reno.


"Belum jeung.Tau tuh dia tumben banget telat." jawab salah seorang teman mama Reno.


"Mungkin dia jemput menantunya dulu kali.Kan dia juga bilang akan bawa menantu nya kesini." ucap teman mama Reno yang lain.


"Oh,dia mau bawa menantunya juga?" tanya mama Reno.


"Iya jeung memantunya yang model sexy itu.Dia kan ga mau kalah sama kamu jeung." ucap teman mama Reno.


"Lagian aku mah bawa menantuku bukan nya mau pamer,aku cuma mau ngenalin menantuku kekalian. Supaya kalau sewaktu-waktu ketemu dijalan atau dimana pun bisa saling sapa.Jangan sampai menantu ku dibilang sombong,padahal ga kenal.Iya gak?" ucap ibu mertua Aruni sambil tersenyum.


"Iya bener tuh jeung." jawab teman mama Reno bersamaan.


"Hallo semua,maaf lho aku terlambat.Soal nya tadi keenakan nyalon dulu sama menantuku ini." ucap tante Lusi teman mama Reno yang baru datang.


"Iya,ga apa-apa jeung.Udah biasa kok." ucap salah seorang teman mama Reno.


"Hahahha,bisa aja deh jeung.Eh,jeung Rosa ini menantu mu toh?" ucap tante Lisa sambil melirik sinis kearah Aruni.


"Iya jeung,ini Aruni menantu saya sekaligus istri nya Reno." ucap Ibu mertua Aruni sambil tersenyum.


"Ternyata selera nya Reno yang begini ya?" ucap Tante Lusi sambil menunjuk Aruni.


"Iya,Reno suka nya yang seperti Aruni gini,cantik,shaliha sudah pasti memiliki akhlak mulia." ucap ibu mertua Aruni membanggakan menantunya itu.


"Oh gitu ya." jawab tante Lisa ketus.


"Ma,aku ijin ketoilet sebentar ya?" ucap Aruni pelan.


"Iya sayang,kamu tahu kan letak toilet nya?" jawab mama Reno


"Iya ma tahu.Aku ketoilet dulu ya." ucap Aruni sambil berlalu.


"Kamu mau kemana Cristy?" tanya tante Lisa yang melihat menantunya itu berdiri.


"Aku ketoilet dulu ma sebentar." jawab Cristy menantu dari tante Lisa.Sambil berlalu meninggalkan mertua nya dengan teman-teman nya.Cristry berjalan cepat ketoilet.Dia seperti orang yang sedang kebelet pup.


Sesampainya ditoilet Cristy hanya menyandarkan tubuh nya pada wastafel yang ada didalam toilet itu.Dia tidak masuk kedalam bilik toilet nya.Padahal tadi terlihat jelas ia sangat terburu-buru seperti orang kebelet.


Tak berapa lama kemudian,Aruni yang baru keluar dari bilik toilet berpapasan dengan Cristy di depan Wastafel.


Aruni mencoba bersikap ramah dengan tersenyum pada Cristy,namun tak disangka-sangka Cristy bersikap kurang bersahabat.Dia sengaja menutupi cermin yang ada di depan wastafel itu,sehingga membuat Aruni harus berpindah-pindah.


Aruni yang berusaha tidak menanggapi perlakuan Cristy itu mencoba tetap santai dan cuek.


"Lu istrinya Reno?!"tanya Cristy tiba-tiba.


"Iya." jawab Aruni singkat.


"Lu tau!Gara-gara lu,hubungan Kak Vero sama Reno jadi rusak.Mereka saling membenci satu sama lain!"


"Maksud nya apa?"


"Sebelum ada lu,hubungan kak Vero sama Reno itu sangat harmonis.Mereka itu sangat-sangat dekat melebihi kekasih.Semua orang juga tau kalau mereka itu saling mencintai.Tapi karna lu semua nya hancur!"


"Maksud mba nya apa ya?Setahu saya sebelum menikah dengan saya mas Reno adalah laki-laki lajang.Dan saya juga mengenal dokter Veronica, dan diantara mereka tidak ada hubungan apa-apa selain persahabatan yang tulus."


"Hemm..ternyata lu sok tau ya.Lu tau apa soal Veronica?Yah,memang kalau pelakor itu sikap nya seperti ini ya,Sok kuat dan sok berani.Inget ya sesuatu yang didapat dari hasil merebut itu ga akan bertahan lama.Dan akan kembali pada pemilik sebenar nya!" Ucap Cristy sambil berlalu meninggalkan Aruni.


Aruni yang merasa dirinya sudah dihina,tanpa terasa meneteskan air mata nya.Aruni merasa sangat sedih.Dia tak pernah mendapat perlakuan seperti itu dari siapa pun.


Aruni menghapus sisa air matanya dengan tissu yang ia bawa.Aruni mencoba mengontrol emosi nya.Beberapa kali dia terlihat menarik nafas panjang dan menghembuskan nya secara perlahan-lahan.


Aruni yang merasa sudah lebih baik memutuskan keluar dari toilet.Dan kembali ketempat duduk nya.


"Sayang kamu dari mana dulu kok lama banget?" tanya ibu mertua Aruni yang terlihat khawatir.


"Em..itu mah,tadi aku telepon mas Reno dulu jadi aga lama deh." jawab Aruni berbohong.


"Ooh seperti itu."jawab mama Reno lega.


Acara arisan itu pun dimulai dengan makan siang bersama.Aruni tampak canggung berada ditengah-tengah ibu-ibu sosialita itu.Dan tak jarang mata Aruni pun bertemu dengan mata Cristy.Terlihat jelas bahwa Cristry yang sengaja selalu menatap Aruni.


Aruni yang terus menghindari tatapan Cristy merasa sangat tidak nyaman. Sepanjang arisan Aruni hanya diam.


Setelah hampir tiga jam arisan pun selesai semua anggota pun berpencar untuk pulang masing-masing.


"Kesel kenapa ma?" tanya Aruni pelan.


"Kamu lihat kan tadi kelakuan si jeung Lusi. Dia tuh dari dulu memang seperti itu sayang.Dia selalu aja mau bersaing sama mama,ga mau kalah pokok nya dari mama deh."


"Ya udah ga usah di gubris ma,orang seperti itu tidak akan berkah hidup nya ma." ucap Aruni sambil tersenyum.


"Iya sayang.Lusi itu memang seperti itu dari dulu.Dia kan mantan pacar nya papa sayang."


"Hah yang bener ma?"


"Iya,tapi cuma dia yang mengakui mereka pacaran,kalau papa ga pernah mengakui pacaran,hanya sekedar teman jalan aja kata papa."


"Wah papa,ternyata tukang PHP juga ya ma?"


"Tukang PHP?Maksud kamu kue ape ya?"


"Hahhahahha..bukan ma,PHP tuh pemberi harapan palsu ma."


"Ooh gitu,Papa tu dulu waktu muda nya banyak banget fans perempuan nya.Dan itu membuat papa suka jalan sama mereka.Dan itu pula yang membuat para fans perempuan papa menganggap mereka pacaran."


"Hahaha..ternyata papa play boy ya ma."


"Iya sayang bener banget."


Dua wanita beda generasi itu pun bercerita banyak hal,mereka tertawa berasama.Hingga tak terasa mobil pun sudah berhenti di depan rumah mewah Reno.


"Yaallah ternyata sudah sampai!" Seru Aruni yang baru menyadari nya.


"Oh iya.Sayang mama ga masuk lagi ya,soal nya papa sebentar lagi pulang."


"Jadi mama ga masuk lagi ni?"


"Engga sayang."


"Ya sudah mama hati-hati ya pulang nya.Aku masuk dulu ya ma.Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mobil mama pun berlalu meninggalkan rumah mewah Reno.Aruni pun masuk kedalam rumah nya.Dia langsung masuk kedalam kamar nya dan betapa kaget nya dia saat memasuki kamar nya ternyata suami tercinta nya sudah ada dikamar sedang rebahan diatas kasur mereka.


"Mas Reno?" ucap Aruni kaget.


"Iya sayang,kenapa hem?" tanya Reno santai sambil menutup buku yang sedang ia baca.


"Kamu kok sudah pulang mas?terus kok aku ga liat mobil nya?"


"Iya saya suruh maman buat bawa mobil kebengkel."


"Mandi dulu sana,bau nya ga enak banget." ucap Reno sambil memeluk istri nya.


"Huh,ga enak tapi masih aja peluk-peluk."


"Habis nya kamu ngangenin."


"Udah ah aku mandi dulu ya mas."


" Iya sayang." ucap Reno sambil melepas pelukan nya.


...


Selesai makan malam Reno dan Aruni bersantai di sebuah taman dibelakang rumah mereka.Mereka menikmti indah nya malam yang bertabur bintang-bintang di angkasa.


"Mas,ada yang mau aku omongin sama kamu ni."


"Mau ngomongin apa,hem?"


"Kamu kenal Cristy,yang model itu?"


"Oh Cristy,iya kenal.Dia sepupu nya Veronica."


"Ooh."


"Ada apa sama Cristy?"


"To the point aja ya mas,tadi dia ngomong sama aku kalau aku yang udah buat hubungan mas Reno sama dokter Veronica jadi hancur.Dia bilang aku udah ngerebut mas Reno dari dokter Veronica."


"Hubungan saya dengan Vero memang pernah sedikit ada masalah.Tapi itu bukan karena kamu, itu karena Vero mencintai saya.Karena dalam persahabat kami,tidak boleh ada cinta didalam nya.Tetapi Vero melanggar itu,dia pernah menyatakan perasaan nya kepada saya.Tapi saya menolak nya.Karena bagi saya persahabatan itu lebih utama.Bukan saya tidak menyukai Vero,saya menyukai Vero.Tetapi tidak untuk menjadi pasangan.Jadi kamu jangan dengarkan ucapan Cristy ya."


"Mas,apa karena perbedaan Agama,jadi kamu menolak dokter Vero?"


"Bukan cuma itu alasan nya.Tetapi memang saya dan Vero itu berbeda prinsip.Bagi saya Vero itu sosok yang sangat mandiri.Saya tidak menyukai wanita mandirin,bagi saya wanita mandiri itu wanita yang sangat angkuh.Dia tidak akan bisa menghargai pasangan nya,karena bagi dia semua bisa dia lakukan sendiri."


"Berarti aku dimata mas Reno sosok yang manja?"ucap Aruni sambil tersenyum.


"Iya,kamu tuh manja,gemesin,kadang suka ngeselin juga."ucap Reno sambil memeluk istrinya.


"Ngeselin apa maksud nya ni?"Tanya Aruni kesal.


"Nyebelin kalau dandan cantik nya kebangetan." jawab Reno sambil mencium pipi istri nya.


"Ish apaan si." Ucap Aruni sambil melangkah meninggalkan suami nya sendiri.


"Sayang mau kenama,tungguin dong." ucap Reno sambil mengejar istri nya.


Begitulah hari-hari pasangan pengantin baru itu. Kadang serius,bercanda dan salanging kesal.


next bab ya..