
Tiga hari sudah setelah hilang nya Aruni,Reno masih belum menyerah untuk mencar keberadaan Aruni.
Reno tampak sangat lelah,karena beberapa hari ini dia tidak dapat tidur dengan nyenyak.Dia selalu memikirkan dimana istrinya kini berada.
Setiap hari Reno melakukan pencarian,untuk menemukan keberadaan istri tercinta nya.
"Ren,kamu makan dulu ya sebelum berangkat." ucap mama Reno saat melihat anak tercinta nya yang sudah bersiap untuk pergi.
Semenjak mengetahui menantu kesayangan nya hilang,nyonya Herlambang memutuskan untuk tunggal dirumah Reno.Karena dia merasa saat ini anak nya butuh teman untuk menguatkan mental nya.
"Engga deh ma,saya mau langsung mencari Aruni saja." jawab Reno sambil memakai jas nya.
"Ren sarapan dulu,nanti papa akan ikut kamu untuk mencari Aruni."ucap tuan Herlambang menimpali.
"Iya Ren,kamu harus sarapan ya walau pun sedikit.Kamu harus jaga kesehatan juga Ren,kalau kamu sakit siapa yang akan cari Aruni nanti." ucap nyonya Herlambang sambil meraih tangan anak kesayangan nya itu.
Reno pun akhir nya menurut,dia pun duduk dan sarapan bersama kedua orang tua nya.
...
Sementara ditempat berbeda,Aruni sedang menatap keluar jendela.Hanya hamparan laut yang sangat luas yang terlihat disana.
Tak terasa air mata Aruni pun menetes,mengalir begitu deras nya.
"Mas Reno,aku takut mas." gumam Aruni sambil terisak. "Mas,kamu cariin aku ga sih mas?" gumam Aruni lagi.
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka,Aruni langsung mengusap air mata nya.
"Pagi Run,ni Ari bawain baju ganti untuk kamu dan juga sarapan." ucap Ari sambil meletakan nampan berisi makanan dan sebuah paper bag berisi pakaian untuk Aruni.
Aruni hanya diam tak menjawab apa pun.Aruni tak ingin sedikit pun berbicara dengan Ari.
Ari yang tahu bahwa Aruni tak senang melihat diri nya.Mencoba mendekati Aruni.
"Indah ya pemandangan nya?" tanya Ari sambil berdiri tepat di sebelah Aruni.
Aruni yang memang pernah memgalami trauma dengan Ari merasa takut.Dia pun menggeser tubuh nya secara perlahan.
"Nanti kalau keadaan nya sudah baik-baik saja kita main-main dipantai itu yuk Run." ucap Ari sambil tetap menatap lurus kedepan.
Lagi-lagi Aruni tak menjawab ucapan Ari,ia malah semakin menjauhkan diri nya dari Ari.
Ari yang menyadari itu malah mendekat lagi pada Aruni.
Ari menggenggam tangan Aruni dan menatap tajam pada Aruni.
"Kamu sekarang milik aku,ga akan pernah bisa pergi lagi dari aku.Jadi jangan pernah coba-coba untuk pergi dari sini." ucap Ari dengan tatapan tajam.
Aruni tak menjawab ucapan Ari,dia hanya dapat menundukan kepala nya menahan sakit karena cengkraman tangan Ari.
"Ingat itu!" Seru Ari sambil melepas kasar cengraman nya pada Aruni dan kemudian pergi meninggalkan Aruni didalam kamar itu sendirian.
Aruni hanya dapat menangis,selain tangan nya yang terasa sakit akibat cengkraman kuat dari Ari.Dia juga takut kalau ucapan Ari itu akan menjadi kenyataan.Karena Aruni tak ingin itu semua terjadi.
...
Sementara di tempat lain, Reno yang sudah bersama dengan Ali dan juga Dhika beserta anak buah nya,pergi menuju lokasi ditemukan nya mobil van yang membawa Aruni pergi.
Mereka semua berharap kalau disana nanti akan menemukan sebuah petunjuk tentang dimana keberadaan Aruni saat ini.
Mereka mendapat informasi tentang keberadaan mobil van itu dari salah seorang sahabat Reno yaitu Alvin.
Saat ini para sahabat Reno pun ikut membantu mencari keberadaan Aruni.
Reno yang terlihat sangat frustasi terus memandangi foto istri nya dari layar ponselnya.
Dia berharap ada titik terang tentang keberadaan Aruni.
Sepanjang perjalanan Reno hanya terdiam,walau pun didalam mobil ada Ali yang sibuk menyetir dan Dhika yang sibuk dengan laptop nya mencari sinyal dari ponsel Aruni.
"Dapet-dapet!" seru Dhika menbuat semua yang berada didalam mobil terkejut.
"Dapet apa lu Dhik?" tanya Reno sambil memegang kerah baju Dhika saking terkejut nya.
"Sabar dulu kakak pertama,ni liat!" seru Dhika sambil memberikan laptop nya kepada Reno.
Reno pun langsung meraih laptop yang diberikan oleh Dhika.
Reno pun tercengang saat mengetahui sinyal dari ponsel Aruni terdeteksi.Namun tiba-tiba raut wajah Reno berubah.
"Dhik hilang Dhik!" Seru Reno panik.
Dhika pun langsung meraih laptop nya dan langsung mengutak ngatik nya.
"Akh...shiiit...!" seru Dhika sambil memukul jok mobil bagian depan.
"Ada apa Dhik,ngomong sama gue?" tanya Reno panik.
"Ada yang kirim virus ke jaringan gue.Maka nya laptop gue ngeblank gini." ucap Dhika sambul memperlihat kan layar laptop nya yang hanya terlihat putih polos.
"Terus tadi lu bilang dapet-dapet.Lu dapet apaan?" tanya Reno yang terlihat panik.
"Gue tadi dapet sinyal dari ponsel nya kakak ipar.Tapi sekarang hilang,gue tadi belum sempet buat screen shoot nya." ucap Dhika sambil terus mengacak-acak rambut nya.
"Yaallah cobaan apa lagi ini ya allah." ucap Reno sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
"Sabar ya kakak pertama,gue yakin kok kakak ipar pasti ketemu." ucap Dhika sambil menepuk-nepuk bahu Reno.
Reno pun tak menjawab ucapan Dhika,dia hanya menghela nafas nya.
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi Reno pun tiba di lokasi,ditemukan nya mobil van yang menculik Aruni.
Reno pun bergegas turun dari mobil disusul oleh Dhika dan Ali.
"Om."Sapa Reno pada Om Hans yang sudah ada di lokasi terlebih dahulu.
"Hai Ren,bagai mana keadaan kamu?" tanya om Hans sambil merangkul keponakan nya itu.
"Baik om,bagai mana hasil nya om?" tanya Reno pada om Hans.
"Om sudah menyelidiki siapa pemilik van ini.Dan ternyata van ini adalah van sewaan,dan om sudah mendatangi tempat penyewaan van ini.Dan mendapatkan informasi siapa yang menyewa nya,tapi sayang ternyata data mereka palsu.Mereka benar-benar rapi dalam hal ini." ucap om Hans menjelaskan.
Reno tak menjawab ucapan om Hans.Dia tampak sangat terkejut mendengar penjelasan om Hans tadi.Padahal Reno berharap bisa mendapatkan satu informasi dalam hal ini.
"Ren,kamu sabar dulu ya,Om yakin kita pasti menemukan Aruni."ucap om Hans mencoba menguatkan keponakan nya itu.
"Bos,kita nemuin ini." ucap salah seorang anak buah om Has.Yang memberikan benda kecil seperti kamera pengintai.
"Dimana kamu mendapatkan ini?" tanya om Hans dengan raut wajah tegas.
"Sebelah sana bos." jawab anak buah om Has sambil menunjuk arah dimana benda itu ditemukan.
Om Hans langsung menuju tempat itu,di susul oleh Reno dan yang lain nya.
"B***g**k !" seru om Hans saat melihat sesuatu. "Cari lagi benda seperti ini!" seru om Hans pada anak buah nya.
"Om itu.." ucapaan Reno terputus saat mengetahui benda yang ada ditangan om Hans.
"Ya,ini adalah kamera pengintai,mereka sengaja meletakan ini disini,karena mereka tahu kita pasti akan kesini.Hati-hati Ren,mereka mengintai setiap pergerakan kita."
"Baik om."
Tak lama anak buah om Has menemuka kamera pengawas itu satu persatu.Total ada delapan buah kamera yang tersebar disana.
Kemudian Reno beserta rombongan pun pergi meninggalkan tempat itu.Namun om Hans meminta anak buah nya untuk meluluh lanta kan tempat itu dengan cara membakar nya.Untuk memastikan kalau tidak ada lagi kamera pengawas lain nya .
next bab.