
Tepat pukul 7 malam Reno dan Aruni tiba di bandara.Mereka turun dari pesawat dan segera berjalan menuju pintu keluar.Disana sudah ada Ali yang menjemput mereka.
"Selamat datang kembali tuan dan nyonya." sapa Ali ketika sudah bertemu dengan Reno dan Aruni sambil mengambil alih barang bawaan bos nya itu.
"Terimakasih Al."jawab Reno sambil tersenyum.
Reno dan Aruni pun sudah berada dijalan menuju rumah mereka,dengan Ali sebagai supir mereka.
Aruni yang memang sangat rindu dengan kota nya,merasa sangat senang.Sepanjang perjalanan dia menikmati sekali.
"Mas kok kita ga belok kiri tadi?" tanya Aruni saat melewati jalan menuju apartemen Reno.
"Enggak sayang,karena mulai hari ini kita ga tinggal di apartemen lagi." jawab Reno sambil mengusap kepala istri nya.
"Terus,kita mau tinggal sama mama papa lagi?" tanya Aruni bingung.
"Engga."
"Terus,kita tinggal dimana mas?"
"Kita akan tinggal dirumah kita sendiri.Sebelum nya kan kamu ga mau tinggal disana karena jarak tempat kerja kamu yang terlalu jauh dengan rumah.Nah, sekarang kan kamu sudah tidak bekerja lagi,jadi ga ada alasan lagi untuk kita ga tinggal disana."
"Rumah yang besar banget itu mas.Yang waktu itu kita kesana?"
"Iya."
"Apa engga terlalu besar untuk kita berdua mas?"
"Engga kok,kan nanti akan ada banyak maid juga disana."
"Emm...aku ikut aja lah mas."
"Iya kamu harus ikut lah,kalau kamu ga ikut Ali bisa ngira kita pisah rumah,ya ga Al." ucap Reno sambil tertawa.Dan Ali yang di tanya hanya menganggukkan kepala sambil berdeham.
"Tau akh,kamu ga nyambung mas!" ucap Aruni kesal,sementara Reno hanya tersenyum.
...
Tak lama kemudian mobil yang membawa Reno dan Aruni memasuki pelataran parkir rumah mewah milik Reno.
Reno dan Aruni sudah disambut oleh para maid yang bekerja disana,pak Yus,bu Sri,maman,jamil dan juga Inah.
"Selamat datang tuan dan nyonya." ucap pak Yus sambil membungkuk diikuti oleh yang lain nya juga.
"Terimaksih pak Yus.Oh iya,tolong bawa barang-barang saya masuk ya." ucap Reno sambil berlalu masuk kedalam bersama Aruni.
Reno menggandeng tangan istrinya dengan mesra menuju kamar pribadi mereka.
Reno dan Aruni pun memasuki kamar tidur mereka.Sebuah kamar tidur dengan design simple namun tetap elegant.Kamar dengan nuansa warna cream dan putih itu terlihat sangat luas,dengan berbagai fasilitas didalam nya.
"Aduh mas,badan ku rasa nya sakit semua deh." ucap Aruni sambil mendaratkan bokongnya di sebuah sofa besar.
"Mau saya pijetin?" tanya Reno sambil mendekatkan tubuh nya pada tubuh istri nya.
"Ih,ga mau akh mas.Nanti yang ada bukan nya mijit yang pegel,malah yang lain." ucap Aruni sambil tersenyum.
"Ya ga apa-apa,kan nama nya sambil menyelam minum air,hahahaha." Ucap Reno sambil tertawa.
"Ga akh,itu mah enak di kamu mas."
"Lho, bagai mana cuma enak dia saya.Kita kan melakukan nya berdua,jadi sudah pasti enak berdua."
"Apaan sih mas,kok ngomong nya jadi ngelantur gitu?"
"Ga ngelantur lah,itu nama nya kegiatan menyenangkan."
"Tau akh,mas bisa panggilin tukang pijet?"
"Sama bu Sri aja ya?Dia bisa mijet kok."
"Iya mas,gak apa-apa."
Reno pun kemudian menghubungi bu Sri lewat interkom rumah nya.
Tak berapa lama kemudian bu Sri mengetuk pintu kamar tuan nya itu,dan Reno menyuruh nya untuk segera masuk dan memijat istri nya.
Saat bu Sri memijat sang nyonya,Reno memutuskan untuk pergi keruang kerja nya.Dia sengaja tidak menemani Aruni di pijat,karena dia ingin membiarkan istrinya beristirahat.
"Non,kalau pijitan nya terlalu keras ngomong ya." ucap bu Sri saat mulai memijat tubuh Aruni.
"Iya bu,tapi ini enak kok bu.Hehehee."ucap Aruni sambil tertawa.
"Oh iya bu,maaf ya saya jadi ngerepotin ibu."
"Ga apa-apa non.Ini memang sudah tugas saya."
"Badan saya rasa nya kaya habis di gebukin gitu. Padahal selama pergi kemarin,saya kerja nya cuma jalan-jalan,makan,sama tidur.Tapi rasa nya cape banget."
"Nama nya juga liburan non,kan ga sama kaya dirumah."
"Iya ya bu.Walau pun liburan tetep aja cape.Oh iya,bu Sri udah berapa lama kerja disini?"
"Saya kerja dirumah ini baru sekitar tiga tahunan,tapi kalau bekerja dengan keluarga tuan Herlambang sudah hampir tiga puluh lima tahun, non."
"Wah,lama juga ya bu!"
"Iya non,lama sekali."
"Bu sri berarti tau dong makanan kesukaan mas Reno apa?"
"Iya tahu non,tuan Reno suka sekali dengan makaman pedas,terutama masakan khas Indonesia."
"Oke-oke,terus bu Sri tau ga mantan pacar mas Reno siapa aja?"
"Kalau mantan pacar,ibu ga tau.Soal nya yang ibu tahu cuma non Aruni yang pernah dibawa langsung kerumah besar."
"Maksud bu Sri,ga pernah ada perempuan lain yang mas Reno bawa kerumah gitu?"
" Iya non."
Aruni dan bu Sri terus mengobrol banyak hal, Aruni sangat senang berbincang dengan bu Sri. Bagi Aruni bu Sri adalah sosok yang sangat penyangang.Itu terbukti dia sangat menyangi Reno,karena menurut nya dialah yang merawat Reno sedari kecil.Mama Reno pun pernah bercerita hal yang sama pada Aruni.
...
Bu Sri keluar dari kamar Aruni,dan saat dia keluar dari ruangan itu dia bertemu dengan Reno.
"Bagai mana istri saya bu?"tanya Reno ketika berpapasan dengan bu Sri.
"Non Aruni,sekarang sedang tidur den." jawab bu Sri sopan.
"Wah,seperti nya istri saya keenakan dipijit sama bu Sri ni?"
"Ah,den Reno bisa aja."
"Ya udah,terimakasih ya bu,ini buat bu Sri beli es ya." ucap Reno sambil memberikan lima lembar uang seratus ribu.
"Den terimakasih banyak ya."
"Iya sama-sama,saya masuk kedalam dulu ya."
"Baik den."
Reno pun masuk kedalam kamarnya,didalam kamar di melihat istri nya sedang tidur diatas kasur lantai,tempat istri nya tadi dipijat.
Reno pun pelan-pelan mengaangkat tubuh istri nya yang sedang tertidur pulas keatas ranjang.
Reno menyelimuti tubuh istri nya,dan membiarkan nya tertidur lelap.Reno kemudian melangkahkan kaki nya kekamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Selesai mandi dan berpakaian,Reno langsung merebahkan diri nya disamping istri nya.Dia merasa sangat lelah.Tak berapa lama Reno pun mulai terlelap.Reno tidur sambil memeluk istri nya.
next bab Ya..