
Sudah dua hari Lona menghilang dan keberadaanya pun masih belum bisa di temukan, kini Lio ikut mencari keberadaan Lona, semua sibuk dengan tugas masing masing.
Zicko terlihat sangat frustasi, dia sama sekali tidak tidur memikirkan Lona,,
" Ko, mending Loe istirahat deh,, Loe dua hari ini gak tidur " Ucap Sandi
" Mana bisa gue tidur San, sementara di Luar gue gak tau keadaan Lona "
" Gue tau, tapi Loe juga harus inget dengan tubuh Loe, Loe gak tidur, Loe gak makan, "
" Gimana keadaan di Gudang, " Ucap Zicko
" Aman, Cecu*** itu sudah diam dan gak berontak " Ucap Sandi
Zicko mengangguk, dia kembali membuka laptopnya dan terus berusaha mencari keberadaan Lona, begitu juga Sandi mereka terus meminta anak buah mereka terus mencari.
*********
Lona terus menangis, dia sama sekali tidak menyentuh makanan, ikatan di kaki juga di tangannya memang sudah dilepas namun dia masih dikurung di sebuah kamar, dan sama sekali tidak ada jendela di sana.
Ponselnya entah dimana saat ini,,
" Gimana aku bisa menghubungi Papa, Mama, mereka pasti sangat khawatir, gue harus gimana sekarang "
Lona langsung menatap pintu dan terlihat laki laki yang sama kembali masuk,,
" Kenapa tidak dimakan "
" Saya gak laper, Saya mau pulang"
" Anda harus makan Nona, jika tidak saya akan di bunuh oleh Bos saya "
" Siapa bos kamu, dan untuk apa dia menculik saya "
" Maaf Nona, saya tidak bisa mengatakannya"
" Hei, tunggu "
Lona terus mendobrak pintu kamarnya dan berteriak namun tidak ada yang membukanya,,
**************
Biyanka terus menangis bahkan dia terus pingsan khawatir dengan keadaan Lona,,,
" Mam,, Mama makan ya nanti mama sakit" Ucap Lio
" Mama gak mau Bang, Lona pasti di sana juga gak makan"
" Sst,, Ade pasti baik baik saja Mam,, Abang yakin "
" Lona,, dimana kamu Honey,, Mama khawatir, apa kamu baik baik disana "
Lio menatap Biyanka, dia pun sama merasa khawatir dengan Adik perempuannya,,
" Mam,, Abang janji akan mencari Ade tapi Mama makan ya please.. "
Biyaka menggeleng, bahkan dia membelakangi Lio dan terus menangis.
Lio meletakan piring di atas meja, dia menyeka air matanya melihat wanita yang di sayangi nya seperti ini, juga Adik yang selalu di manjakan nya entah dimana dia sekarang.
*********
Zicko menghampiri Sandi yang tengah menatap Laptopnya, mereka sudah mendapatkan rekaman cctv yang berada di area Mall,,
" Gimana San "
" Semua aneh Ko, mereka benar benar seperti sudah merencanakan semua ini, di cctv sama sekali tidak terlihat saat Lona keluar dari toilet "
Zicko menatapnya dan memang benar semua yang Sandi katakan,,
" Lona, dimana kamu sekarang Sayang, tapi aku janji akan terus mencari kamu " batin Zicko
" Tapi gue yakin jika mereka tidak membawa Lona pergi jauh Ko "
" Maksud Loe "
" Gue curiga ini ada hubungannya dengan cecu*** itu "
" Loe inget, dia terlalu obsesi dengan Lona "
Zicko teringat dengan foto foto Lona di ponsel Galang,,
" Ko Loe mau kemana " Ucap Sandi melihat Zicko berjalan keluar
Sandi menutup Laptopnya dan mengejar Zicko,,
-
Zicko sampai di gudang, dia segera berjalan masuk dan menuju ruangan dimana Galang berada..
" Buka pintunya" Ucap Zicko
" Baik Mas Zicko "
Zicko langsung berjalan masuk, dia menatap Galang dengan tatapan tajam..
" Hai sudah lama gak ketemu " Ucap Galang tersenyum
Zicko tidak menjawab, dia terus menatap Tajam Galang,,
" Gimana rasanya kehilangan orang yang sangat dicinta " Ucap Galang
" Maksud Loe " Ucap Zikco
" Yah,, Loe pasti sedang khawatir dengan kekasih Loe kan "
" Cepat Katakan dimana Lona Sekarang "
" Gak akan gue katakan "
Bug,,
" KATAKAN DIMANA LONA "
Bug,, Bug,,
" Ko, Stop,, " Ucap Sandi
" Kalo Loe terus mukul dia, dia bakal mati dan kita gak tau dimana Lona " Ucap Sandi
Zicko mengusap wajahnya kasar, namun tiba tiba ponselnya berdering,,
Zicko mengeryitkan keningnya karena yang menelponnya nomor asing,,
Zicko langsung mengangkatnya, namun rahanganya mengeras, tangannya mengepal mendengar suara dari bali ponselnya, dia pun menatap tajam ke arah Galang yang sudah terkapar di lantai..