Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MENYUSUN RENCANA


Setelah berdiskusi menyusun rencana untuk melawan Alan.Keenam pria itu kini pergi meninggalkan markas.


Mereka pergi dengan kendaraan nya masing-masing dan dengan tugas masing-masing.


Reno saat ini memilih kerumah sakit untuk menemui Ali disana.Karena dia tadi meninggalkan Ali sendirian dirumah sakit.


Dijalan Reno dihadang oleh beberapa orang dengan menggunakan motor.


Mereka sekitar enam orang dan semua nya menggunakan motor.Mereka meminta Reno untuk menelikan mobil nya dan segera turun.


Reno pun menuruti kemauan mereka,Reno menepikan mobil nya dan segera turun dari mobil.


"Mau apa kalian?" tanya Reno tanpa basa basi.


Orang-orang itu tak bersuara,mereka hanya menganggukkan kepala untuk berkomunikasi satu sama lain,seperti sebuah isyarat.Beberapa orang dari mereka langsung menyerang Reno.Dan beberapa orang lain nya menggeledah mobil Reno.


Reno yang mahir beladiri dapat mengimbangi pertarungan itu.Walau pun sebenar nya tidak imabang yaitu satu lawan empat orang.


Tak lama kemudian para pengawal Reno datang membantu.Dan membuat pertarungan itu imbang.


Setelah dirasa kalah orang-orang itu pun mundur dan pergi meninggalkan Reno.


"Tuan maaf kami terlambat." ucap salah seorang pengawal Reno.


"Tangkap mereka."Perintah Reno pada pengawal nya.


Reno kemudian mengecek mobil nya.Dan dia bersyukur hanya tas Natasya yang mereka incar.Terbukti dari isi tas Natasya yang mereka keluarkan.


"Rupa nya itu tuajuan mereka." gumam Reno yang mengetahui apa yang sebenar nya dicari oleh orang-orang itu.


Reno pun kemudian melanjutkan perjalanan nya menuju rumah sakit.Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam.


Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh.Untung nya saat itu jalanan sudah sepi.


...


Ditempat berbeda Aruni yang sudah sadar dari pingsan nya sedang melamun di tepi jendela sambil memandang lurus keden.Tatapan nya kosong,hati nya hancur saat teringat akan perlakuan Ari terhadap nya.


Tiba-tiba pintu kamar Aruni terbuka,Aruni yang menyadari akan hal itu langsung menyeka air mata dan membalikan badan nya.


Dan saat ia melihat kebelakang,ternyata Ari lah yang datang.


"Runi,Ari bawain vitamin untuk kamu."Ucap Ari sambil meletakan nampan yang berisi obat dan juga air putih.


Aruni tak menjawab,ia hanya menatap Ari untuk tetap waspada.Semenjak Ari membawa nya ketempat ini Aruni belum pernah sekali pun berbicara pada Ari.Aruni melakukan itu karena ia memang sudah muak dengan Ari.Jangan kan untuk berbicara untuk mematap nya saja Aruni sebenar nya malas.


"Run,ini vitamin penambah darah dan yang ini untuk kalsium.Ari tahu kamu sedang hamil,jadi diminun ya biar kamu dan calon anak kamu sehat." ucap Ari sambil mendekati Aruni.


Aruni tak menjawab ucapan Ari,dia hanya menatap Ari untuk tetap waspada.


"Run,kamu kenapa sih,ga pernah jawab pertanyaan Ari?Kamu masih marah ya sama Ari?Ari kangen tau sama ceria nya kamu,bawel nya kamu,sama aturan-aturan kamu.Ari kangen sama galak nya kamu.Ari tahu Ari salah,sekali lagi Ari minta maaf ya,kita bisa memulai semua nya dari awal lagi kan Run?" tanya Ari dengan tak tahu malu nya.


Aruni merasa mual mendengar ucapan Ari.


'Yaallah,lindungilah hamba mu ini dari iblis berwujud manusia ini.' ucap Aruni dalam hati.


Aruni masih tak membuka suara nya,Aruni merasa sangat berdosa pada suami nya apa bila dia sampai mengobrol dengan Ari.Aruni sebisa mungkin untuk menjaga marwah nya sebagai seorang wanita bersuami.Walau pun itu hanya sekedar mengobrol dengan laki-laki yang bukan mahrom nya.


Oleh sebab itu Aruni sebisa mungkin tak mau berkomunikasi dengan Ari.


"Yaudah kalau kamu masih masih marah sama Ari,Ari keluar dlu ya..jangan lupa kamu minum vitamin nya ya." ucap Ari sambil berjalan keluar dari pintu.


Aruni harus memastikan kalau Ari sudah jauh dari kamar nya.Aruni menempelkan telinga nya pada pintu.Setelah dirasa cukup yakin kalau Ari sudah menjauh dari sana.


Aruni mendekati baki berisi nampan yang di bawa oleh Ari tadi.


Aruni mengecek yang kata nya Vitamin,yang tadi Ari bawa.Aruni dengan seksama melihat bungkus vitamin itu.


"Astagfirllah aladzim..Ari ternyata kamu lebih jahat dari yang aku kira."gumam Aruni sambil terduduk lemas.Aruni shock setelah melihat obat itu,pasal nya obat-obatan itu mengandung Aspirin,Ibuprofen,Isotretinoin,dan Antikonvulsan. Yang dimana zat itu dapat membuat bayi lahir prematur atau bahkan keguguran.


"Ari ternyata kamu bodoh,kamu lupa aku adalah seorang perawat.Jadi sedikit banyak aku tahu obat-obatan." gumam Aruni sambil berjalan menuju kamar mandi.


Aruni membuang obat-obataan itu kedalam kloset.Dan hanya menyisakan bungkusan nya.Jadi seolah-olah Aruni telah meminum obat-obat itu.


...


Namun ia tak menemukan Ali disana.Reno akhir nya bertanya kepada perawat yang ada disana.


Dan mereka memberi tahu kalau Natasya sudah dipindahkan keruangan ICU.


Reno pun langsung nenuju ruang ICU rumah sakit tersebut.


Reno berajalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang ICU.


Kemudian sampai lah Reno di depan ruang ICU.Disana sudah ada Ali dan Tuan Hartawan.


"Tuan." sapa Ali saat melihat tuan nya datang sambil berdiri.


"Bagai mana keadaan nya?" tanya Reno pelan.


"Oprasi nya berjalan lancar,bayi nya sudah lahir. Namun Natasya masih belum sadarkan diri."ucap Ali menjelaskan tentang kondisi Natasya saat ini.


"Reno." sapa tuan Hartawan saat baru keluar dari dalam ruang ICU.


"Tuan,saya turut prihatin." ucap Reno sambil mengulurkan tangan nya.Dan di sambut uluran tangan oleh tuan Hartawan.


"Saya pun ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besar nya pada anda dan Ali atas tindak cepat dan tepat untuk anak saya." ucap Tuan Hartawan dengan sangat berwibawa.Walau pun terlihat jelas kesedihan diwajah nya yang sudah tak muda lagi namun tetap tampan.


"Iya tuan." jawab Reno sambil menganggukan kepala nya.


Reno dan Ali pun akhir nya pamit untuk pulang.


Mereka pun keluar dari rumah sakit bersamaan dan menuju kemobil.


Ali duduk di kursi kemudi,sementara Reno dikursi sebelah Ali.


Dalam perjalanan Reno menceritakan tentang pertemuan nya di markas tadi.Mulai tahanan mereka yang tiba-tiba meninggal,sampai rencana untuk membebaskan Aruni di pulau W.


Tak terasa mereka pun sudah sampai dirumah Reno.Ali akan menginap dirumah itu atas permintaan Reno


Reno dan Ali pun memasuki rumah dengan bersamaan.


Betapa terkejut nya Reno kalau ternyata disana ada ayah dan ibu mertua nya serta kedua orang tua nya.


"Ayah,ibu.Sudah lama datang?Maaf tadi saya ada urusan jadi agak telat pulang nya." ucap Reno sambil menyalami mertua nya satu persatu.Dan tak lupa orang tua nya juga.


"Mertua mu dari siang Ren,nemenin mama dirumah." jawab mama Reno sambil menggeser duduk nya agar Reno bisa duduk di sebelah nya.


"Lho kenapa mama gak ngabari dari siang,jadi kan saya bisa pulang lebih awal." ucap Reno sambil duduk disebelah mama nya.


"Gak apa-apa Ren,toh kamu kan pulang telat karena kerja bukan karena main.Lagi pula ayah sama ibu kan sudah ditemani sama papa dan mama mu." ucap tuan Baskara sambil tersenyum.


Reno pun hanya tersenyum mendengar jawaban ayah mertua nya.


Dan tak sengaja Reno bertatapan dengan ibu mertua nya.Reno melihat kesedihan yang teramat padah wajah sang ibu mertua.Walaupun sang ibu mertua berusaha menyembunyikan kesedihan itu,namun tetap terlihat jelas.


"Ibu,maafin saya.Saya gak bisa jaga Aruni dengan baik." ucap Reno sambil bersimpu dihadapan ibu mertua nya.


Seketika tangis sang ibu mertua pun pecah, nyonya Baskara langsung memeluk Reno.Hati nya terasa perih mendengar ucapan menantu nya itu.


"Ini cobaan nak,ini ujan dari Allah untuk keluarga kita.Bukan hanya untuk kamu,tapi untuk kita semua.Jadi jangan salahkan diri kamu untuk cobaan ini." ucap nyonya baskara sambil melepaakan pelukan nya.


Reno hanya dapat menganggukan kepala nya,sambil menunduk.Ia sekuat tenanga menahan tangis.Ia tak ingin membuat keluarga nya tambah bersedih karena melihat dia menangis.


"Ibu,ayah dan semua yang disini yakin kalau Aruni pasti akan kembali sama kita lagi." ucap ibu sambil memegang erat tangan anak nya.


Reno pun menganggukan kepala nya sambil memeluk kedua mertua nya.


Malam pun semakin larut,nyonya Baskara dan nyonya Herlambang sudah kembali kekamar mereka masing-masing.


Begitu pula dengan Reno dan Ali yang saat itu diminta menginap oleh Reno.


Reno mengajak papa dan ayah mertua nya serta Ali untuk mendiskusikan rencana yang sudah dia susun bersama para sahabat nya serta om Hans sore tadi.


next bab ya...


maafin author nya kadang lama update nya..sebab kalau lagi nulid suka di recokin sama bocilšŸ˜‚...bocil author lagi aktif-aktif nya .