Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
WEEKDAY


Pagi itu Ari sedang berjalan-jalan disebuah taman dibelakang rumah milik Alan sahabat nya.


Ari yang sudah berangsur-angsur pulih,kini sudah bisa berjalan.Walaupun dengan gerakan yang masih pincang.


"Bagai mana keadaan lu?" tanya Alan pada Ari yang sedang berdiri menghadap laut.


"Gue udah jauh lebih baik." jawab Ari sambil tersenyum.


"Gue masih cari pendonor mata yang cocok buat lu.Mudah-mudahan secepat nya kita temuin ya."


"Santai aja bro,lu udah banyak banget bantu gue."


"It's ok.Tujuan kita kan sama.Sekarang apa rencana lu."


"Gue tetep akan ngerebut Aruni dari tangan Reno.Gue mau buat Aruni kembali kepelukan gue."


"Terus bagai mana dengan istri lu?"


"Gue udah ga peduli sama dia.Yang gue mau cuma Aruni."


"Lu terlalu terobsesi sama dia,tapi lu tenang aja gue akan bantu lu dapeti lagi Aruni."


"Thank's bro."


"Santai."


Ari dan Alan masih terus berbincang-bincang. Mereka menyusun beberapa rencana untuk bisa kembali ke ibu kota.


...


Sementara ditempat lain,Aruni yang sedang mempersiapkan sarapan untuk suami nya terlihat sangat sibuk.


Setelah semua makanan yang ia buat tertata rapi dimeja makan,Aruni langsung bergegas menuju kamar nya,untuk mengajak suami nya sarapan bersama.


"Mas." Ucap Aruni sambil membuka pintu kamar nya.


"Iya sayang." jawab Reno sambil mengancingkan kemeja nya.


"Sini aku bantu mas." ucap Aruni sambil membantu mengancingkan kemeja suami nya.


"Sarapan nya udah siap,kita sarapan dulu yu." ajak Aruni sambil memasangkan dasi pada leher suami nya.


"Iya yuk." jawab Reno sambil memegang pinggang istri nya.


"Nah,udah ganteng deh suami aku." ucap Aruni sambil merapikan jas Reno.


"Siapa dulu istri nya." ucap Reno sambil mengecup pipi istri nya.


"Jangan mulai deh,kamu kan udah mau berangkat kerja." ucap Aruni sambil mendorong pelan tubuh suami nya.


"Hahahah..iya saya juga tahu,saya cuma mau menggoda kamu aja kok."


"Udah ah,sarapan yuk.Nanti keburu dingin makanan nya."


"Iya,ayok."


Reno dan Aruni menikmati sarapan mereka dengan tenang.Terlihat Reno sangat menikmati sarapan buatan istri nya itu.


Selesai sarapan Reno bergegas untuk berangkat bekerja.Aruni mengantar Reno sampai depan pinth utama.


"Mas,nanti aku mau kerumah ibu ya.Boleh ga?" tanya Aruni ketika sudah didepan pintu utama.


"Boleh,tapi diantar supir ya." jawab Reno lembut.


"Siap bos."ucap Aruni sambil mengacungkan kedua ibu jari nya.


"Titip salam saya buat semua yang disana ya. Saya berangkat ya."ucap Reno sambil mengulurkan tangan nya.


"Iya mas,kamu hati-hati ya mas.Kerja nya yang bener,jangan macem-macem." ucap Aruni sambil mengecup punggung tangan suami nya.


"Tenang aja,saya macem-macem nya cuma sama kamu aja kok." jawab Reno pelan ditelinga Aruni.


"Ish,apaan sih.Udah sama berangkat,nanti kesiangan lagi." ucap Aruni yang sudah tersipu malu.


"Ya udah,saya berangkat ya.Assalamualaikum."


"Waalaikumsala."


Reno pun memasuki mobil nya,dan pergi meninggalkan kediamannya untuk berangkat kerja.


Sementara Aruni,kembali kedalam rumah,dia membereskan sisa makanan yang masih ada di meja.Walaupun ada maid disana,Aruni sebisa mungkin mengerjakan pekerjaan rumah yang masih bisa ia kerjakan.Karena bagi nya selagi masih di beri kesehatan untuk beraktifitas,untuk apa harus mengandalkan orang lain.


Lagi pula Aruni harus belajar mengurus rumah karena sekarang setatus nya adalah ibu rumah tangga.


Selesai membereskan sisa sarapan nya,Aruni bergegas menuju kamar nya.Untuk bersiap-siap karena dia ingin kerumah orang tua nya.


Aruni memutuskan menggunakan gamis yang dibelikan oleh suami nya.Gamis itu berwarna pastel polos,dengan tambahan Renda dibagian bawah gamis dan juga lengan nya.


Aruni tampak sangat cantik dan anggun.Dia juga memadu padankan gamis nya dengan kerudung warna senada.


Setelah puas bercermin Aruni kemudian keluar dari kamar nya.Dan berjalan menuju pintu utama.


"Non mau kemana non?" tanya pak Yus penasaran.


"Oh,saya mau kerumah orang tua saya pak,mas Reno juga udah tau kok."


"Oh seperti itu,baik non.Bapak panggil supir nya dulu ya non."


"Ga usah pak,saya aja yang keluar."


"Baik non."


"Titip rumah ya pak,kalau apa-apa segera hubungi saya ya pak."


"Baik non."


"Iya pak."


Aruni kemudian berjalan menuju luar rumah nya. Dan meminta supir nya untuk mengantarnya kerumah orang tua nya.


Dalam perjalanan Aruni sempat mampir kesebuah toko kue dan toko buah.Aruni membeli beberapa kue kesukaan ibu,ayah dan juga keponakan nya. Aruni juga membawa beberapa kilo buah untuk ia bawa kerumah orang tua nya juga.


Didalam perjalanan Aruni juga sempat menghubungi Ines sahabat nya,dia ingin sekali bertemu dengan Ines.Sudah rindu sekali rasanya beberapa minggu tak bertemu Ines.


Aruni sudah membuat janji dengan Ines,untuk bertemu dirumah orang tua nya.Kebetulan hari ini Ines pun sedang libur bekerja.


Aruni pun telah sampai dirumah orang tua nya. Hati nya sangat gembira,karena sudah beberapa hari tidak berkunjung kesana.


"Assalamualaikum." ucap Aruni sambil mengetuk pintu."


"Waalaikumsalam." jawab suara ibu dari dalam rumah. "Masyaallah Aruni,kok kesini ga telepon dulu ibu?kamu kesini sama siapa?" tanya ibu Aruni.


"Kan mau kasih ibu kejutan,Runi sama supir tadi bu,tapi udah runi suruh pulang." ucap Aruni sambil tersenyum.


"Ya sudah,masuk yu." ajak ibu sambil menggandeng tangan anak nya.


Aruni dan Ibu nya pun masuk kedalam rumah. Didalam rumah Aruni disambut oleh kakak dan keponakan nya.


Mereka berbincang-bincang,melepas kerinduan karena sudah beberapa minggu tidak bertemu.


...


Sementara diperusahaan Reno yang tengah memeriksa beberapa file yang diberikan oleh Ali, Reno tampak sangat serius memeriksa berkas-berkas itu.


Tok..tok..tok..Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Reno.


"Masuk!" seru Reno dari dalam ruangan nya.


"Permisi tuan." ucap Ali yang tadi mengetuk pintu sambil berjalan menuju Reno.


"Ada apa Al?"


"Ini laporan terupdate mengenai buronan yang kabur tuan."


"Apa sudah ada perkembangan?"


"Sampai saat ini hanya sedikit petunjuk yang kita dapat kan tuan.Tapi ada satu rekaman cctv dimana memperlihatkan wajah seseorang yang membantu pelarian Ari,rekaman itu diambil dari cctv salah satu rumah warga.


"Rekaman nya sudah kamu kirim ke email saya?"


"Sudah tuan,Dan hardcopy nya juga sudah ada didalam map itu."


"Kira-kira kamu mengenali wajah orang itu ga?"


"Kalau yang saya lihat sepertinya itu adalah tuan Alan Erlangga."


"Alan Erlangga?!"


"Iya tuan."


Reno kemudian terdiam sambil memandangi layar laptop nya.Dia sedang menonton rekaman cctv yang diberikan oleh Ali.Reno melihat dengan seksama rekaman cctv tersebut.Reno mulai mengepalkan tangan nya,dia terlihat sangat marah.


"Alan Erlangga." ucap Reno sambil mengepalkan tangan nya. "Bagai mana bisa kita tidak mengetahui keberadaan dia didalam negri."


"Maaf tuan menurut informasi dari kepolisian Alan Erlangga menjadi salah satu tahanan disana. Mereka baru saja menangkap Alan dalam pelarian nya.Dan menurut informasi yang saya terima, seharus nya esok pagi nya Alan akan dikirim ke lapas Nusakambangan."


"Apa mungkin kebakaran itu disengaja?"


"Menurut olah tkp kepolisian,ada unsur kesengajaan disana tuan."


"Sudah periksa markas Alan?",


"Sudah tuan,tetapi hasil nya nihil.Sepertinya mereka menyusun rencana yang sangat apik, sehingga tidak terlacak tuan."


"Tolong perketat pengawasan terhadap istri saya dan keluarga nya."


"Baik tuan."


"Ada lagi?kalau sudah selesai kamu boleh keluar."


"Tidak ada lagi tuan,saya permisi tuan."


"Emm." ucap Reno sambil memijat kening nya.


Reno merasa sangat kesal saat ini.


Reno kemudin mencari nomer telepon Aruni pada layar ponsel nya.Dia ingin menghubungi istri nya itu.


"Assalamualaikum mas." ucap Aruni disebrang telepon


"Waalaikumsalam sayang.Kamu sudah sampai rumah ibu?"tanya Reno dari sambungan telepon nya.


"Sudah mas,kamu lagi apa mas?"


"Saya baru mau meeting.Nanti pulang nya tungguin saya jemput aja ya?"


"Kamu mau jemput?oke deh."


"Iya saya yang jemput nanti.Yaudah salam buat semua disana ya.Assalamualaikum."


"Iya mas,waalaikumsalam." ucap Aruni yang kemudian menutup telepon nya.


Reno pun melanjutkan pekerjaan nya.Mood nya sedang tidak baik saat ini.Dia masih memikirkan soal Alan Erlangga.


next bab ya..