
" Diam kau! Saat ini kamu adalah tawanannya Kak Afung kami, jadi kau harus mematuhi segala perintah dari kami wakilnya Kak Afung. " Kata Li Hong Xiu dengan galak kepada Li Shimin yang menelan air liurnya karena pemuda ini terpesona dengan keindahan sepasang bola mata Li Hong Xiu bukan karena takut kepada gadis judes itu.
" Cantik sekali sepasang bola matanya..! Ah, sayang sekali, dia pelayan si sombong Zhang Xiao Long. " Batin Li Shimin.
Di saat mereka sedang ribut satu sama lainnya tiba-tiba terdengar suara tanah yang mereka injak bergerak dengan cepat sekali lalu muncul seorang pria dari tanah dengan menggerakkan tangan kepada mereka bertiga.
Desss!
" Augghh..! " Pekik ketiganya yang terjatuh ke tanah dengan mulut mereka mengeluarkan darah segar.
" Siapa kau yang telah menyerang kami bertiga? " Tanya Li Hong Xiu dengan marah sekali pada pria yang memiliki sorotan mata liar dan ganas di depan mereka.
" Setan Tanah..! " Hardik Li Shimin.
" Hei... Kau bisa juga memaki untuk orang yang telah menyerang kita. " Kata Rong Rong yang memuji keberanian Li Shimin.
" Dia memang berjuluk setan tanah bukan berarti aku memaki dia tanpa alasan. " Kata Li Shimin yang malah mendorong Rong Rong dengan ilmu sinkang ke arah pria mata liar dan ganas di depan mereka.
Bugh..!
" Heiii..! " Pekik Rong Rong yang terpaksa harus gunakan ilmu pukulan bidadari ungu untuk hadapi pria itu yang telah menggerakkan tangan untuk membunuhnya yang meluncur ke arah pria itu oleh ilmu sinkang Li Shimin.
Wushhh!
Dess!
" Akhhh..! " Pekik Rong Rong yang terhempas dan jatuh ke tanah dengan keras yang membuat gadis itu tak bisa bangun karena gadis itu telah mengalami luka pada tubuhnya.
" Gadis liar ku bunuh kau.. Sekarang juga...!" Kata pria itu yang telah siap untuk membunuh Rong Rong dengan telapak tangannya yang berwarna hitam.
Wuttzz!
Plakk!
Des!
Pria itu terpekik kaget karena ia terhempas oleh sebutir buah pir yang di lemparkan oleh Zhang Xiao Long yang telah datang ke arah hutan dan menyelamatkan teman-teman nya dengan tepat waktu.
" Aku takkan pernah membiarkan setan seperti mu membunuh teman-teman ku karena kalau kamu berani untuk melakukan hal itu, maka aku pastikan kamu akan menjadi setan benaran di dalam tanah....! " Kata Zhang Xiao Long dengan nada dingin kepada setan tanah sungai lu yang mendengus kasar di depannya seraya menatap ganas kepadanya.
" Puh, kau pikir bisa membunuh aku dengan mudah, Bocah cilik. Kau janganlah takabur ya..?! Aku setan tanah sungai lu yang akan bunuh kamu dan menjadikan tubuh beserta tulangmu menjadi makanan lezat ku...! " Hardik setan tanah sungai lu dengan nada bengis kepada Zhang Xiao Long seraya mengeluarkan ilmunya melalui memukul tanah di bawahnya dengan keras.
Buk, buk..!
Tanah itu terangkat di udara yang langsung di hempaskan ke arah Zhang Xiao Long dengan desiran angin yang sangat kencang kepada Zhang Xiao Long.
Wer, wer, wer!
Zhang Xiao Long menganggapi serangannya itu dengan kedua telapak tangan Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu sinkang telapak Raja Dewa Mabuk Sakti yang membuat tanah -tanah yang di hempaskan oleh setan tanah sungai lu ke arah nya berbalik arah dan menghantam dada setan tanah sungai lu hingga setan tanah sungai lu memuntahkan darah segar yang lebih banyak daripada muntahan darah segar dari teman -temannya.
"Aughhh...! " Pekik setan tanah sungai lu yang kini memegangi dadanya yang merasakan sesak sekali.Namun, ia dengan marah sekali telah kembali gunakan ilmunya untuk membunuh Zhang Xiao Long melalui kedua tangannya yang masuk ke tanah dan membuat tanah yang di injak Zhang Xiao Long amblas.
Brush!
Zhang Xiao Long yang mengetahui taktik musuh segera melompat dengan tepat sekali sebelum kedua kakinya di seret masuk ke tanah oleh ilmu setan tanah sungai lu yang sangat berbahaya bagi keselamatannya itu.
Wushh!
Zhang Xiao Long memutar kedua kakinya di udara lalu desiran angin kencang bak badai salju membuat tanah yang di gunakan oleh setan tanah sungai lu untuk membunuhnya itu ambruk kembali ke tanah, namun setan tanah sungai lu juga ketarik masuk ke tanah tanpa memberikan perlawanan terhadapnya.
Wuuuushh!
" Aaghhhh...! Kurang ajarrrrrr....!! " Pekik setan tanah sungai lu yang telah di tarik masuk ke tanah oleh ilmu sinkang angin salju Zhang Xiao Long yang pernah di pelajari oleh Zhang Xiao Long dari gurunya si Raja Dewa Mabuk Sakti ketika ia berusia enam tahun lebih dan di kuasai olehnya pada usia tujuh tahun.
Setan tanah sungai lu tak bisa keluar dari tanah karena ia terkurung untuk selamanya oleh Zhang Xiao Long yang telah gunakan batang pohon yang hempaskan dari pesisir ujung sungai lu melalui lengan Zhang Xiao Long telah menusuk dada setan tanah sungai lu hingga jebol.
Wushhh!
Bruak!
" Kak Afung.. Ahhhh...!" Keluh Li Hong Xiu di sisi kanan Rong Rong sebelum gadis itu jatuh pingsan karena mengalami luka pada tubuhnya akibat serangan gelap dari setan tanah sungai lu kepada gadis itu, Rong Rong dan Li Shimin.
" Hong Xiu...! " Zhang Xiao Long dengan sigap memeriksa nadi Li Hong Xiu dan Rong Rong sebelum Ia menotok kaku Li Shimin yang ingin kabur darinya secara diam-diam.
" Uuh, awas kau Zhang Xiao Long aku akan ingat semua perlakuanmu terhadap ku sekarang ini. Akan aku balas nanti dengan lebih menyakitkan untuk kamu. " Batin Li Shimin dengan kebencian terhadap Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menggunakan ilmu sinkang nya untuk menyembuhkan luka dalam pada diri Li Hong Xiu dan Rong Rong melalui ilmu sinkang bunga Xia yang pernah di pelajari olehnya dari mendiang ibunya ketika ia berusia kurang dari dua tahun.
Dari kedua telapak tangan Zhang Xiao Long keluar hawa hangat yang membuat sesak di dada kedua gadis itu menghilang dan akhirnya ia berhasil menyembunyikan Li Hong Xiu dan Rong Rong dengan cepat.
" Kakak Afung, terimakasih atas pertolongan mu untuk aku. " Kata Li Hong Xiu ketika gadis itu sadar diri pingsannya kepada Zhang Xiao Long.
" Terimakasih untuk kebaikan mu kepadaku, Kak Afung. " Kata Rong Rong juga kepada Zhang Xiao Long yang memberikan buah pir kepada kedua orang gadis itu untuk makanan pada malam hari itu untuk keduanya.
" Li Shimin, apakah kamu mau makan malam buah pir ini? " Tanya Zhang Xiao Long yang kini mendekati Li Shimin yang di ikat dengan akar -akar rumput yang kuat dan di letakkan di atas perahu dengan posisi miring.
" Tidak..! " Jawab Li Shimin dengan muram pada Zhang Xiao Long yang berjongkok di atasnya dan mengulurkan kail yang ujungnya di beri buah pir ke mulut Li Shimin yang tertutup rapat.
Bersambung!