
Tetapi sebelum perahu mendekati pesisir pantai rawa tanpa, perahu mereka telah di kurung oleh sejumlah perahu-perahu yang ditumpangi oleh sejumlah orang pasukan putra dari Adipati Senior Ye yang ingin merebut kembali Pangeran ketiga Li Jing Yu tawanan mereka.
Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu sinkang arak sakti melalui telapak tangannya yang telah mengangkat Li Jing Yu, Nalan Yan Ran dan Li Hong dari atas perahu lalu di lemparkan ke arah tembok kota Nan yang membuat ketiga orang ini bisa di selamatkan lebih dahulu oleh Zhang Xiao Long.
Whuuush!
Brrrr!
"Kyaaaa....! " Jerit ketiga orang itu yang kaget di lempar begitu saja oleh Zhang Xiao Long dari atas perahu.
Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu sinkang naga menapak tanah api yang membuat perahu nya tetap berdiri tegak di atas perahunya dengan nyaman.
"Bocah lancang kau mencampuri urusan kami dengan Pangeran ketiga Li Jing Yu..!! " Bentak Putra dari Adipati Senior Ye yang berada di atas perahu nomor lima dari antara sepuluh perahu yang ditumpangi oleh tujuh puluh orang anggota sekte ular rawa tanpa nama kepada Zhang Xiao Long.
"Hmm, lalu kau mau apa? " Dengus Zhang Xiao Long tanpa mempedulikan bentakan Putra dari Adipati Senior Ye.
"Aku mau menguliti mu untuk hukuman mu atas kelancangan mu itu...! " Hardik Putra dari Adipati Senior Ye yang telah memerintahkan tujuh puluh orang pasukannya untuk menyerang pemuda itu dengan sejumlah anak panah yang membidik ke arah Zhang Xiao Long secara langsung.
Syuttt!
Werrrrrrr!!!
Zhang Xiao Long dengan tenang menggunakan ilmu sinkang racun panas melalui gerakan jari tengah membentuk segitiga di udara yang lalu di hempaskan ke arah sejumlah anak panah milik tujuh puluh orang pasukan putra dari Adipati Senior Ye.
Dessss!
"Arggggghhhhhh! "
Tujuh puluh orang pasukan putra dari Adipati Senior Ye tertusuk anak panah yang menyerang ke arah mereka sendiri dan membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik dan jadilah mereka menjadi sasaran enak ikan-ikan piranha di air rawa tanpa nama.
"Kurang ajar...! " Teriak Putra dari Adipati Senior Ye yang marah melihat seluruh anak buahnya telah tewas oleh pemuda tampan yang telah berani membebaskantawanannya.
"Jangan khawatir karena aku akan mengirim mu kepada mereka di alam baka..! " Balas Zhang Xiao Long dengan seringai kejam kepada putra dari Adipati Senior Ye yang telah melayang ke arah nya dengan pedang yang mengeluarkan suara berdesing-desing.
Whussh!
Singggg!
Singg!
Zhang Xiao Long melayang juga dengan satu jarinya bergerak laksanakan Kincir angin ke arah Putra dari Adipati Senior Ye yang terperanjat kaget karena jari pemuda ini tahu -tahu telah melubangi dahinya hingga putra dari Adipati Senior Ye terjatuh ke air rawa tanpa nama lalu di serbu pasukan ikan piranha.
Wuuuuttt!!
Cus!
Brushh!
Zhang Xiao Long meloncat keluar dari perahu nya dengan tepat waktu sebelum ular raksasa menghempaskan dirinya dengan ganas sekali dan Ia melihat mulut ular raksasa melayang ke arah dirinya dengan begitu cepat sekali.
Zhang Xiao Long melesat dengan ilmu ginkang naga menapak air hingga dia dapat berdiri di atas rawa tanpa nama tanpa takut di kunyah ikan piranha karena Ia telah melindungi kedua kakinya dengan tubuh ular raksasa itu sendiri.
Swoooshh!
" Ular bau berani kau menyerang kuu....! Ahhh, aku jadi penasaran dengan rasa darah mu dan daging mu itu....! "
Zhang Xiao Long melesat kembali ke arah ekor ular raksasa itu ketika moncong ular raksasa ingin mencaplok dirinya hidup-hidup dan tangan kanannya telah menangkap seekor ikan piranha yang terkejut melihat ada orang berani menculik dirinya dan menggunakannya untuk memotong tubuh ular raksasa yang terlempar ke tepi pantai rawa tanpa nama.
Crakkk!
Swuushh!
Brukkk!
Zhang Xiao Long melemparkan ikan piranha itu kembali ke air rawa tanpa nama sesudah Ia menikmati darah ular raksasa yang mengandung hawa racun rawa tanpa nama.
"Aku akan memanggang mu.. " Kata Zhang Xiao Long yang benar-benar menusuk daging ular raksasa dengan dahan pohon yang di bakar di atas api unggun melalui ilmu sinkang elemen api melalui jentikan dua jarinya saja.
Brushh!
Seseorang yang bersembunyi di dalam tanah di tepi pantai rawa tanpa nama menjerit kesakitan dan kepanasan lalu keluar dari persembunyian nya dan berdiri di depan Zhang Xiao Long.
Whussh!
"Haii..Kauuu berani benar memanggang ular raksasa peliharaan kuuuu...?" Gadis remaja usia tiga belas tahun menuding telunjuknya kepada Zhang Xiao Long yang asyik membolak-balikan ular raksasa panggang nya.
"Siapa suruh kau bersembunyi di bawah tanah di atas sepasang sepatu ku? " Balas Zhang Xiao Long tak mempedulikan bentakan gadis itu.
"Kurang ajar sekali kauu? Asal kamu tahu saja aku ini adalah Tan Tan Ling Ming putri dari Marquis He di ibukota Kekaisaran Li yang juga putri dari Ketua Sekte Pulau Lembah Kematian yang telah kamu singgung saat aku sedang melatih ilmu sinkang bumi sakti ciptaan guruku Manusia Dewa Tanpa Nama. " Kata Tan Tan Ling Ming nama gadis remaja cantik jelita dengan nada sombong kepada Zhang Xiao Long.
"Aih, aku tak perduli kau siapa, anak siapa dan murid siapa serta darimana kamu berasal. " Kata Zhang Xiao Long yang kini menikmati daging ular raksasa panggang dengan enak sekali.
"Huh..Xiao Choa...!" Jerit tangis Tan Tan Ling Ming melihat ular raksasa peliharaannya telah di makan oleh pemuda sangat tampan dan aneh itu.
"Aku akan membagi daging ular ini kepada mu. " Kata Zhang Xiao Long mengulurkan sepotong daging ular raksasa panggang kepada Tan Tan Ling Ming yang malah mengambil dan memakan daging ular nya sendiri sambil menangisi ular raksasa kesayangannya.
"Aku mau minta tolong kepada mu untuk kamu bisa selamatkan ayahku yang telah di serang oleh pasukan Adipati Senior Ye di kota Nan saat ini. " Kata Tan Tan Ling Ming menarik tangan Zhang Xiao Long untuk mengajak pemuda ini ke kota Nan.
Brrrr!
Zhang Xiao Long sebenarnya telah mengetahui keberadaan gadis remaja ini sejak ia datang ke rawa tanpa nama bersama dengan Nalan Yan Ran dan Li Hong. Namun, ia mengabaikannya sampai ia berhasil mengalahkan pasukan putra dari Adipati Senior Ye berikut membunuh putra dari Adipati Senior Ye sendiri barulah ia dengan caranya sendiri memaksa gadis itu keluar dari persembunyian gadis itu sendiri.
Di kota Nan, Zhang Xiao Long mencari Nalan Yan Ran, Li Hong dan Li Jing Yu yang telah di lempar olehnya dari atas perahu di rawa tanpa nama ke arah tembok kota Nan.
Bersambung!