Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pegunungan Seribu Bunga Matahari.


Rombongan Zhang Xiao Long telah keluar darì kota Guang An untuk tujuan selanjutnya dari misi Zhang Xiao Long di dunia persilatan yakni pergi ke pegunungan Yue ,namun sebelum mereka bisa mencapai gunung Yue mereka harus tiba di daerah pegunungan seribu bunga matahari lebih dahulu.


"Wah,daerah apakah yang baru saja kita datangi ini?"tanya Liu Tong yang membuka tirai jendela kereta kuda yang di tumpangìnya bersama Song Wi Na istrinya dan Zhang Xiao Long bersama empat orang selir baru Kaisar Naga Merah itu.


"Entahlah..Tapi karena daerah ini terdapat begitu banyak bunga matahari di sekitarnya maka aku menamainya daerah seribu bunga matahari," jawab Zhang Xiao Long yang mengipasi dirinya dengan kipas lipat di tangannya.


"Yang Mulia kalau begitu desa di depan sana itu desa apakah ?Kenapa awan begitu menutupinya hingga tak terlihat nama desa itu?" tanya Selir Yin Yin yang duduk di samping Selir Chao Yuezhi dan Selir Fu Shui Lian serta Selir Tang Xin Yue kepada Zhang Xiao Long.


"Desa awan hitam.."jawab Zhang Xiao Long yang mendengar suara seorang gadis muda di tepi sungai depan jalan menuju desa tersebut telah menyebutkan nama desa itu kepada temannya yang sibuk mencuci buah yang mereka petik di hutan dekat sungai itu.


"Adik Lan,desa awan hitam merupakan tempat si gila Yuen Ding yang selalu memburu kita untuk di jadikan tempat pelampiasan kemarahannya terhadap Guru kita di gunung seribu bunga matahari yang menentang keinginan gilanya pada mustika kepala phoenix biru yaitu pusaka sesat wanita iblis pulau kelelawar hijau." kata gadis lain yang terdengar sedang memasak air di dalam tungku yang di gantung di dahan pohon yang di bawahnya sudah ada api yang membara.


"Kak Nien Lin,aku jadi merasa ingin tahu tentang mustika kepala phoenix biru itu sebenarnya itu benda apakah?" ucap gadis yang sibuk makan buah leci di tepi sungai.


"Entahlah,Aku juga tidak tahu tentang mustika itu,Adik Lan."jawab gadis yang di panggil Kakak Zhen Nien Lin oleh gadis bernama Thian Lan.


Sampai disini Zhang Xiao Long mendengarkan percakapan dua orang gadis di sungai di dekat jalan menuju ke desa awan hitam karena Zhang Xiao Long fokus untuk mendengarkan suara orang bertarung di daerah lain di arah selatan kereta kudanya bergerak.


"Kakek botak, kenapa kamu selalu mengganggu ku ?Apa sih mau mu itu ?!" suara marah pemuda yang menghunuskan pedang ke arah kakek yang di sebut Raja Setan Kelabang Hijau oleh seorang gadis yang di panggil Liu San San oleh pemuda bernama Liu Chui Jiang.


"Karena aku ingin kalian serahkan peta pulau kepala naga yang kalian sembunyikan di balik pakaian yang kalian kenakan itu kepadaku..!" suara bengis Raja Setan Kelabang Hijau begitu menggema di telinga Zhang Xiao Long di dalam kereta kuda yang bergerak ke arah bukit yang di sebut bukit pemisah raga dan jiwa.


Karena hati Zhang Xiao Long begitu penasaran sekali terhadap pertarungan antara sepasang pemuda dan pemudi marga Liu dengan Raja Setan Kelabang hijau di bukit pemisah raga dan jiwa.Ia memutuskan melesat keluar dari kereta kuda untuk lebih dahulu sampai di bukit tersebut daripada rombongannya.


Di sana,Zhang Xiao Long melihat Raja Setan Kelabang Hijau menyerang kedua orang muda itu dengan tongkatnya yang mengeluarkan suara bergemerincing karena di sisi tongkatnya ada sebuah lonceng yang bergerak secara serentak dengan tongkatnya.


Wutttzzz!!


Tring!


Tring!


Betttzzz!


Zhang Xiao Long yang melihat sepak terjang si kakek yang amat kejam itu terhadap kedua orang muda itu segera turun tangan dengan jari telunjuk dan tengahnya membentuk sentilan ke arah tongkat dan telapak tangan kanan kakek itu telah membuat si kakek kehilangan nyawanya dalam satu serangannya saja.


Desss!


"Arghhhh!!" pekik kakek itu yang dadanya remuk oleh ilmu sinkang sentilan lidah naga merah yang dilakukan Zhang Xiao Long dari jarak jauh di tempatnya berdiri di kaki bukit pemisah raga dan jiwa.


"Sobat,siapakah kamu yang telah begitu baik hati menyelamatkan nyawa kami dari kakek keji itu?" tanya Liu Chui Jiang yang memegangi dada nya yang merasa sesak akibat luka lamanya.


Pemuda ini mengedarkan pandangan matanya ke seluruh bukit pemisah raga dan jiwa lalu sinar matanya jatuh ke arah pemuda sangat tampan yang berdiri di kaki bukit pemisah raga dan jiwa dengan tatapan mata terkagum-kagum dengan kegagahan dan karismatik dari pemuda tampan itu.


"Sobat yang baik perkenalkanlah aku Zhang Xiao Long yang tidak sengaja melewati daerah bukit pemisah raga dan jiwa sehingga aku tak sengaja melihat pertarungan yang tak seimbang telah terjadi di depan mataku maka aku pun tak bisa berdiam diri saja di tempatku dan aku pun turun tangan membunuhnya untuk menyelamatkanmu dan adikmu." jawab Zhang Xiao Long tersenyum ramah dan bersahabat kepada kedua orang muda marga Liu di hadapannya itu.


Belum sempat Liu Chui Jiang dan Liu San San mengucapkan terimakasih kepada Zhang Xiao Long tiba -tiba muncul desiran angin kencang dari arah barat bukit pemisah raga dan jiwa ke arah mereka dengan kecepatan yang luar biasa cepatnya.


Wushhh!!


Zhang Xiao Long melompat dengan kipas lipat di tangannya menangkis serangan angin kencang itu di depan Liu Chui Jiang dan Liu San San sehingga serangan angin kencang itu kini berhenti di depannya dan menampakkan sosok seorang wanita yang wajahnya brewokan dan sinar matanya merah mengganaas.


"Ma Luo Yin..." kata Liu Tong yang sudah datang di dekat Zhang Xiao Long bersama yang lainnya yang rupanya menyusul Zhang Xiao Long ke bukit pemisah raga dan jiwa.


"Apakah kamu mengenal diriku ,anak muda?" tanya wanita aneh itu dengan seringai kepada Liu Tong.


"Iya..Meskipun kau sudah dua puluh tahun lebih menghilang di dunia persilatan dan muncul lagi di bukit ini, aku Liu Tong bisa mengenal kamu dengan baik sekali.."jawab Liu Tong yang telah mempersiapkan diriinya untuk menghadapi Ma Luo Yin wanita aneh itu.


" Ahhh, kamu bernama Liu Tong ???" tanya Liu Chui Jiang dan Liu San San secara bersamaaan kepada Liu Tong yang cepat menengok ke arah keduanya di belakangnya dan tercengang sekali.


Bersambung!!