
Kabut tebal warna putih menyelimuti awan -awan malam hari di wilayah Kerajaan Dalibisi termasuk dalam istana tersebut dan salah satu dari deretan kamar tidur khusus untuk tamu terbuka untuk seorang pemuda usia tujuh belas tahun yang melesat cepat ke arah paling utara di istana Kerajaan Dalibisi.
Brrrrr!
Gerakan yang dimiliki oleh pemuda ini sangatlah cepat sekali bagaikan sinar kilat yang menerjang kabut putih yang tertembus oleh terjangan yang dilakukan oleh pemuda tampan itu.
"Buka... " Kata pemuda ini memerintahkan pintu bangunan bentuk trapesium untuk terbuka lebar untuknya.
"Wah, selamat datang kepadamu Yang Mulia Kaisar Naga Merah di taman bunga nasional pribadi ku." Sapa seorang pria tampan berusia dua puluh lima tahun yang membukakan pintu untuk Zhang Xiao Long.
"Pangeran Kedua Duan Gu, surat yang telah kau kirimkan kepadaku melalui cangkir keramik hijau yang diberikan oleh Putri Duan Chen melalui saputangan yang di selipkan olehnya pada saat pesta penyambutan kedatangan ku ke istana ini dan sekarang aku menemuimu di tempat pribadi mu ini. " Kata Zhang Xiao Long tanpa basa-basi menghadap putra kedua dari Raja Kerajaan Dalibisi yang mengundangnya datang ke taman bunga bentuk trapesium itu di tengah malam hari itu juga.
"Yang Mulia, kau sungguh cerdas sekali sampai membuat aku terkesan dengan pola pikirmu yang sangat cepat tanggap sekali. Marilah kau duduk dahulu di bangku itu di samping adikku yang telah menjadi selir mu itu. " Kata Pangeran kedua Duan Gu dengan sikap ramah kepada Zhang Xiao Long yang menganggukan kepala di depan guci keramik raksasa di depan pintu ruang pribadinya itu.
Zhang Xiao Long berjalan dengan tenang ke arah bangku kosong yang telah di sediakan untuknya di samping tempat duduk Putri Duan Chen yang tersenyum malu -malu kepadanya lalu pemuda ini duduk dengan senyuman tampannya.
"Yang Mulia, aku mengundang mu datang ke sini untuk meminta bantuan mu dalam mengatasi kekejian Pangeran Mahkota Duan Yun yang ingin merampas wilayah ku yang telah di wariskan oleh Raja Kerajaan Dalibisi yaitu ayahanda kami kepada ku setelah aku menikah dengan putri asal suku Chang di perbatasan antara Kerajaan Dalibisi dengan Kerajaan kecil Chang. Hal ini disebabkan karena Pangeran Mahkota Duan Yun mengira kalau aku ingin merebut kekuasaan yang akan diwariskan olehnya dari Raja Kerajaan Dalibisi sebagai calon Raja Kerajaan Dalibisi yang berikutnya. Apakah kamu bersedia untuk membantuku yang masih ada hubungan yang baik dengan Gurumu yang bernama Pendekar Besar bunga harum sakti Chen Wai Kin?? " Tutur Pangeran kedua Duan Gu dengan nada ramah dan bersahabat kepada Zhang Xiao Long.
"Baiklah, apa yang ingin aku lakukan untukmu, saudara Duan Gu? " Tanya Zhang Xiao Long nada ramah sekali kepada keponakan dari salah seorang Gurunya itu.
"Bantu aku untuk merebut surat keputusan yang pernah di buat oleh mantan Ibu suri Kerajaan Dalibisi sebelum Beliau meninggal dunia dari tangan Ratu Kerajaan Dalibisi yang sekarang yakni ibu selir kelima ku yang merupakan ibu kandung dari Duan Yun. " Jawab Duan Gu yang telah merencanakan misinya itu dengan baik dan sekarang ia memberitahu keinginannya kepada Zhang Xiao Long.
"Baiklah, aku akan membantumu dengan satu syarat yang harus kamu lakukan untukku juga, saudara Duan Gu. " Kata Zhang Xiao Long yang rupanya tak mudah di manfaatkan oleh Duan Gu dengan begitu saja
"Ya, baik aku akan penuhi syarat mu itu setelah kamu berhasil mendapatkan surat yang aku mau kamu rebut dari Ibu Ratu ku yang manis itu." Kata Pangeran kedua Duan Gu yang menyatakan dirinya sepakat untuk bekerjasama dalam misi masa depan dengan Zhang Xiao Long.
"Baik.Kau tunggu aku di sini, aku akan pergi ke tempat Ratu Kerajaan Dalibisi dalam waktu tiga menit dari sekarang dengan aku akan bawakan hasil yang kau inginkan dari kerjasama kita. " Kata Zhang Xiao Long yang melesat cepat sekali sampai Pangeran kedua Duan Gu dan Puteri Duan Chen terbelalak kaget karena Zhang Xiao Long telah menghilang dari pandangan kedua mata mereka begitu cepat.
"Kak Long, apa yang kamu inginkan dari aku sampai kamu mendatangi aku di kamar tidur ku sendiri?" Tanya Ratu Kerajaan Dalibisi dengan nada manja kepada Zhang Xiao Long.
"Kakak Hong, aku mau meminta surat keputusan yang telah kamu miliki dari mendiang Ibu Suri Kerajaan Dalibisi beberapa tahun lalu. Apakah kamu bersedia untuk memberikannya kepada ku adik manis mu ini? " Zhang Xiao Long mencubit dagu runcing Ratu Kerajaan Dalibisi.
"Oh, untuk apa kamu meminta surat itu dariku? " Tanya Ratu Kerajaan Dalibisi bergerak mundur dari Zhang Xiao Long dengan sinar matanya yang mencorong tajam kepada Zhang Xiao Long yang bergerak cepat telah menotok pelipisnya hingga jebol.
Cus!
Bruak!
Ratu Kerajaan Dalibisi telah tewas di tangan kiri Zhang Xiao Long yang langsung merebut surat keputusan itu dengan bebas dan memanggil Yu Lian Shing untuk menyamar sebagai Ratu Kerajaan Dalibisi sesudah ia meleburkan jasad Ratu Kerajaan Dalibisi dengan racun serbuk bunga Champa kuning.
"Bermainlah dengan anggun untuk mengubah masa depan kita semuanya." Kata Zhang Xiao Long dengan ciuman lembut kepada Yu Lian Shing salah seorang dari lima orang istrinya.
Lalu, Zhang Xiao Long telah kembali ke tempat pribadi Pangeran kedua Duan Gu yang tertawa bahagia melihat Zhang Xiao Long membawakan surat keputusan yang dia inginkan dengan tepat waktu sesuai perkataan dari Zhang Xiao Long sendiri.
"Eittts, sebelum kamu mengambil surat ini dari tanganku sebaliknya kamu serahkan dahulu kuas giok di ruang rahasia mu kepadaku. " Kata Zhang Xiao Long cepat menyimpan surat itu di saku bahunya saat Duan Gu tak sabar untuk ambil surat keputusan itu dari Zhang Xiao Long.
Duan Gu mengangkat alisnya tetapi Ia tak bisa mengingkari janji kesepakatannya itu kepada Zhang Xiao Long, maka ia berjalan ke arah barat taman bunga bentuk trapesium itu lalu tangan kanannya mendorong salah satu batu pada dinding taman bunga bentuk trapesium yang terdapat kotak kecil bentuk pipih yang diambil olehnya dan di serahkan kepada Zhang Xiao Long.
"Aku periksa dahulu apakah isi dari kotak kecil mu itu adalah benda yang aku inginkan darimu. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada ringan yang membuat Pangeran kedua Duan Gu nyaris kehilangan kesabaran dalam menghadapi Zhang Xiao Long yang seakan-akan mempermainkan dan tidak mempercayai dirinya itu.
Bersambung!