Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Penginapan Gunung Rusa Putih.


Sesudah Zhang Xiao Long menyelamatkan istri dari Tuan besar Yan Bun Jin serta hancurkan Kekaisaran Wu yang kini diubah menjadi kota Wu An oleh Kekaisaran Naga Merah. Zhang Xiao Long berpamitan kepada Tuan besar Yan Bun Jin di pintu keluar dari kota Wu an pada hari berikutnya.


Kini Zhang Xiao Long bersama Tan Tan Ling Ming, Kim Hwee Li dan pasukannya melanjutkan perjalanan mereka di dunia persilatan untuk kali ini adalah ke kuil Shaolin untuk menghadiri acara pertemuan para tokoh-tokoh dunia persilatan yang akan di gelar di gedung asrama kuil Shaolin yang dipimpin langsung oleh Ketua Sekte Shaolin sendiri.


Namun, sebelum mereka sampai ke kuil Shaolin yang berada di wilayah Zhengzhou yang masih jauh sekali yang membuat mereka harus melalui sebuah pegunungan yang di penuhi kawanan rusa berwarna putih seperti salju.


"Hei lihat kawanan rusa putih itu berkumpul jadi satu sungguh cantik sekali. " Kata Tan Tan Ling Ming berkuda di samping kuda warna hitam di tunggangi oleh Zhang Xiao Long.


"Tunggu apakah kita telah tersesat di daerah pegunungan rusa putih? " Tanya Kim Hwee Li di kuda warna putih di dekat kuda warna coklat yang di tunggangi oleh Tan Tan Ling Ming.


Fu Haifeng mengedarkan pandangan sepasang matanya ke seluruh penjuru wilayah pegunungan tersebut. Lalu Ia melihat langit biru yang cerah berubah menjadi warna gelap yang berarti hari akan turun hujan lebat di daerah tersebut.


"Celaka, sepertinya hari ini akan turun hujan dan badai topan di daerah ini sebaiknya kita harus mencari penginapan dahulu sebelum kita dapat lanjutkan perjalanan untuk melewati wilayah ini dengan aman." Kata Fu Haifeng dengan nada tegang.


"Jangan cemas dan panik, Fu Haifeng. Kita pasti bisa menemukan penginapan di daerah ini untuk beberapa hari kedepan untuk melindungi mereka dan kita semua dari badai topan yang akan tiba di pegunungan ini. " Kata Zhang Xiao Long nada tenang.


Zhang Xiao Long memimpin pasukannya untuk meneruskan perjalanan mereka ke atas gunung rusa putih dengan berkuda dengan cepat sekali sehingga mereka sebelum malam hari telah sampai di depan sebuah penginapan yang amat suram dan lama tak terpakai lagi.


"Penginapan Tuan Li Hong Yi di depan sepasang mata kita saat ini. " Kata Tan Tan Ling Ming di depan pintu gerbang masuk ke penginapan itu.


"Ya, kita masuk sajalah karena penginapan ini tak lagi dibutuhkan oleh orang sakti itu. " Kata Kim Hwee Li yang langsung mendobrak pintu gerbang masuk ke penginapan dengan kaki kuda nya menendang pintu hingga terbuka lebar untuk mereka.


Brakk!


Mereka semua menaruh kuda-kuda mereka di istal samping halaman penginapan lebih dahulu sebelum mereka masuk ke ruangan utama dari penginapan tersebut dan menemukan seorang gadis berpakaian serba merah muda yang cantik jelita sedang merapikan meja dan kursi-kursi di bagian rumah makan.


"Hei, Nona apakah kau merupakan satu-satunya orang yang masih tinggal di penginapan ini? " Sapa Liu Kang ramah kepada gadis itu.


"Iya, aku baru saja datang ke penginapan Tuan Li Hong Yi sejak kemarin malam.. Hmm apakah kalian orang-orang baru di daerah ini?" Gadis itu menoleh ke arah Zhang Xiao Long yang baru saja masuk ke ruangan utama penginapan itu dengan di dampingi oleh Tan Tan Ling Ming dan Kim Hwee Li.


Mereka bertiga melangkah dengan melewati batas pintu masuk ke ruangan itu lalu duduk di bangku -bangku yang mengelilingi meja kayu yang terdapat teko dan empat cawan di atasnya.


"Tidak ada, soalnya aku kemarin cuma makan malam berupa ubi bakar dan minum air teh saja. " Jawab gadis itu membuka bungkusan warna coklat di tangannya dan diperlihatkan kepada Zhang Xiao Long.


"Ubi apa gula batu di tanganmu itu? " Tanya Zhang Xiao Long mengambil makanan aneh di bungkusan warna coklat di tangan gadis itu.


"Gula batu.. Apakah kau tak bisa membedakan antara Ubi bakar dan gula batu? " Gadis menatap heran kepada Zhang Xiao Long.


"Huuumm.. Aku laki-laki yang terbiasa di layani oleh para pelayan ku di rumahku..Tapi, aku bisa membedakan antara Ubi bakar dan gula batu. Ah bentuk makanan mu ini sama sekali tak bisa aku bedakan soalnya warna hitam sekali. " Kata Zhang Xiao Long menaruh kembali makanan itu di tangan gadis itu.


"Ishhh, gula batu nya sudah tertutup arang oleh ku pagi ini.. " Kata gadis itu membuang makanan itu keluar penginapan melalui jendela di samping mereka.


"Huummm.. Terpaksa kita harus mencari dan menemukan makanan dan minuman untuk stok kita di penginapan ini selama beberapa hari ini sampai badai topan berlalu. " Kata Zhang Xiao Long melompat ke luar jendela lalu membidik sejumlah babi hutan di pegunungan rusa putih bagian selatan dengan anak panah otomatis nya lalu sejumlah babi hutan itu di ambil oleh para pasukannya untuk di siapkan sebagai makanan mereka semua di penginapan itu.


Tan Tan Ling Ming memilih untuk membersihkan kamar -kamar yang bisa digunakan untuk tidur bagi mereka semua dengan di bantu oleh Kim Hwee Li, Tang Yin, Du Fei dan gadis itu yang di ketahui bernama Shia Ziwei.


"Kau gadis berdada besar rupanya? Darimana asalmu, Nona? " Tanya Tan Tan Ling Ming yang menatap kagum dengan keindahan dada yang dimiliki oleh Shia Ziwei.


"Hmm, kau gadis berdada kecil yang cerewet sekali. Aku Shia Ziwei berasal dari Persia dan Turkistan daerah barat pinggiran sungai Kuning. Kenapa? " Gadis itu galak sekali kepada Tan Tan Ling Ming.


"Uuuuh, menghina dada ku kecil?Biar begini aku ini Nyonya besar Zhang.. " Balas Tan Tan Ling Ming tak kalah galaknya dengan gadis itu.


"Bisakah kalian jangan ribut mengenai dada yang kalian miliki..? Karena aku jauh lebih suka dada ayam panggang yang sedang di panggang Fu Haifeng untuk ku di luar pintu utama timur penginapan kita ini. " Kata Zhang Xiao Long yang menengahi mereka berdua yang ribut di depan nya.


"Ehhh..??? Kau lebih galak dari kami..?! " Ucap Shia Ziwei melongo kepada Zhang Xiao Long.


"Ihhh.. Marah sendiri dia.. " Kata Tan Tan Ling Ming memilih untuk menjauh dari Zhang Xiao Long yang sedang uring-uringan soal selimutnya yang di rusak oleh Tan Tan Ling Ming saat gadis itu merapikan barangnya di kamar khusus untuk pemuda itu.


Bersambung!