Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kehancuran Kekaisaran Wu.


Ratu Kalina tak bisa menahan emosinya setelah ia mendengar ucapan Zhang Xiao Long yang amat menyakitkan hatinya telah mengeluarkan pedang pusaka Kekaisaran Wu yang berkilauan cahayanya dari sarung pedangnya.


Singgg!


Zhang Xiao Long juga sudah mempersiapkan pedang Naga Merah di tangan kanannya untuk menghadapi pedang pusaka Kekaisaran Wu yang di kenal sebagai salah satu dari lima belas pedang terbaik di dunia persilatan daratan besar yang tak bisa di remehkan kemampuannya.


Cahaya pedang Naga Merah yang menyilaukan sejumlah mata para anggota keluarga Ratu Kalina membuat hati Ratu Kalina menjadi gentar juga oleh pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long.


"Bocah bersiaplah untuk menghadapi pedangku ini..! " Hardik Ratu Kalina yang melesat cepat ke arah Zhang Xiao Long dengan pedangnya telah menghunus ganas sekali.


Wushhh!!


Desiran angin pedang pusaka Kekaisaran Wu di tangan Ratu Kalina sangat hebat sekali sampai seisi ruang aula utama Istana Kekaisaran Wu berterbangan ke segala arah.


Syutttt!


Gerakan pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long tak mengeluarkan suara angin atau berdesing-desing namun mampu mematahkan pedang pusaka Kekaisaran Wu dengan hebatnya hingga Ratu Kalina terbelalak kaget.


Cranggg!


"Aihh..! " Pekik Ratu Kalina yang langsung balas dendam dengan ilmu pukulan petir ungu yang di tujukan kepada leher Zhang Xiao Long dengan ganas.


Wutttrzz!


Zhang Xiao Long menepis pukulan petir ungu yang nyaris mengenai lehernya itu dengan ilmu sinkang bunga harum sakti yang membuat ilmu petir ungu milik Ratu Kalina buyar olehnya.


Plakkk!


Ratu Kalina bergerak mundur secara cepat agar dirinya tak mudah untuk dibunuh oleh Zhang Xiao Long. Ia gunakan cara lain untuk habisi pemuda yang sangat dibencinya itu yakni Ia telah mengeluarkan ilmu pedang tapak petirnya yang hebat melalui pedang lain yang didapatkan nya dari saudaranya.


Wushhh!


Zhang Xiao Long menggunakan ilmu silat tapak es yang digunakan melalui kedua telapak tangan yang mengarah langsung kepada Ratu Kalina yang langsung terjengkang jatuh ke kolam ikan hiu peliharaannya sendiri.


Desss!


"Arghh!! " Pekikan Ratu Kalina yang di caplok oleh ikan hiu hingga tak tersisa lagi.


Keluarga Ratu Kalina menerjang Zhang Xiao Long dengan ilmu formassi pedang petir ungu di sekitar Zhang Xiao Long sehingga Zhang Xiao Long harus gunakan ilmu pedang Naga Merah di tangan kanannya dengan gerakan tubuhnya itu melesat cepat ke sekelilingnya sehingga pedang Naga Merah telah menebas habis seluruh para anggota keluarga Ratu Kalina.


Crakk!!


Crakk!


Crakk!


Bruk!


"Kak Long... Kau sungguh luar biasa hebat.."Puji Tan Tan Ling Ming begitu Zhang Xiao Long telah membebaskannya dari kurungan besi itu dengan pedang Naga Merah yang menghancurkannya hingga berkeping-keping.


" Thaihap, terimakasih atas pertolongan yang kau berikan kepada aku dan keluargaku.. "Kata Yan Bun Jin dan keluarganya bersujud hormat kepada Zhang Xiao Long.


" Ya, sama-sama Tuan Yan. Mari kau bantu aku untuk membawa istrimu ke salah satu kamar di istana Kekaisaran Wu untuk aku bisa segera mengobatinya dengan batu giok emas yang telah ku dapatkan dari gunung kaki ayam. "Kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada Tuan Yan.


" Ya, Thaihap.. "Jawab Tuan Yan Bun Jin segera ia menggendong istrinya dari lantai aula utama istana Kekaisaran Wu untuk dibawa ke salah satu kamar yang ada di istana Kekaisaran Wu.


Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming segera mencari kamar yang tepat untuk Tuan Yan Bun Jin bisa membaringkan istrinya di ranjang yang tepat.


" Thaihap, silakan.. " Kata Tuan Yan Bun Jin nada tegang memikirkan keselamatan Istrinya yang nyawanya berada di ujung tanduk.


Kemudian Zhang Xiao Long menggunakan jarum akupunktur yang di tancapkan di ubun-ubun, pundak, bawah lengan dan kaki istri dari Tuan Yan Bun Jin sebelum ia gunakan batu giok emas yang di letakkan di telapak tangannya yang lain.


Hawa mukjizat dari ilmu sinkang bunga Xia telah mengalir dari telapak tangan Zhang Xiao Long ke tubuh Istri dari Tuan Yan Bun Jin secara halus dan perlahan-lahan selama dua atau tiga jam lebih sampai batu giok emas berubah warnanya.


Warna batu giok emas yang awalnya emas yang menyilaukan kini berubah menjadi warna merah tua yang menunjukkan bahwa racun kalimaya perak di dalam tubuh istri dari Tuan Yan Bun Jin telah di serap oleh batu giok emas.


Tan Tan Ling Ming membantu Zhang Xiao Long dengan cara membasuh keringat Zhang Xiao Long memakai saputangan sutra warna hijau muda miliknya sendiri.


"Thaihap, kau sungguh berbudi luhur sekali, kau membantu kami semua tanpa pamrih.. " Kata Nona Yan Kwi Lan yang memandang kagum pada diri Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long berkonsentrasi penuh dalam mengobati istri dari Tuan Yan Bun Jin yang telah lama menderita racun kalimaya perak selama tiga belas tahun lamanya maka proses untuk pengobatan tersebut memakan waktu sekitar lima jam yakni dari tengah malam hari sampai subuh hari.


"Lihatlah wajah dan tubuh istri mu yang telah kembali normal dan kita hanya menunggunya sadarkan diri dari pingsannya selama tiga belas tahun. " Kata Tan Tan Ling Ming menghibur hati Tuan Yan Bun Jin dan putrinya yang memandang cemas terhadap wanita yang sedang diobati oleh Zhang Xiao Long.


Dan, benar saja yang diucapkan oleh Tan Tan Ling Ming terbukti dengan kesadaran Istri dari Tuan Yan Bun Jin yang telah membuka kedua matanya dan menemukan dirinya berada di atas tempat tidur asing.


"Lian Hua syukurlah kamu sudah sembuh.. " Kata Tuan Yan Bun Jin memeluk istrinya dengan airmata terharu.


"Ibu.. " Panggil Nona Yan Kwi Lan yang memeluk Ibunya dengan menangis.


"Bun Jin.. Kwi Lan! Apa yang telah terjadi pada diriku? Di mana kita sekarang ini? Ahhh, siapa mereka berdua ini? " Tanya Nyonya Yan Lian Hua melihat ke arah Zhang Xiao Long yang berdiri di samping Tan Tan Ling Ming yang menggenggam tangannya dengan erat.


"Lian Hua, kau tak perlu mengkhawatirkan apa yang telah terjadi pada mu di masa lalu karena sekarang kamu sudah sehat seperti dulu lagi. Hal ini berkat pertolongan dari Pendekar Naga Merah yang gagah perkasa di depan kita. " Kata Tuan Yan Bun Jin dengan lembut kepada istrinya yang menganggukkan kepalanya sambil sorotan sepasang matanya memandang takjub kepada Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming.


Bersambung!!