Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Arti Sebuah Rumah Bagi Seorang Zhang Xiao Long.


Putri Ming Ming menganggukkan kepalanya dan mematuhi nasihat suaminya untuk beristirahat di kursi di luar rumah lama suaminya dan disaat itu pula sebuah kilasan di benaknya teringat tentang masa lalunya secara ajaib sekali.


"Adik bayi, siapa namamu? " suara balita laki-laki di benaknya yang membelai lembut wajahnya di masa itu.


"Keponakanku, bagaimana kalau kamu mencoba untuk menberikan nama untuk bayi cantik ini? " suara pria dewasa yang begitu welas asih pun terngiang-ngiang di benaknya.


"Iya, Paman. Aku akan memberinya nama Xia Er. " jawab balita laki-laki itu yang tersenyum lembut kepada dirinya.


Lalu kilasan itu berpindah ke kilasan di taman di tempat dirinya duduk di kursi pada saat ini. Ia pun melihat seorang bayi perempuan dan balita laki-laki itu di berbaring di kelilingi sejumlah daun mentol, bunga Xia Merah muda, bunga plum dan bunga persik dan seorang wanita cantik duduk di kursi sedang mengulurkan kedua telapak tangan ke arah bayi perempuan dan balita laki-laki itu.


"Anakku, di mulai hari ini dia adalah jodohmu dan Ibu ingin kamu menjaganya seumur hidupmu dan mencintainya dengan ketulusan hatimu. " kata wanita itu kepada balita laki-laki.


"Iya, Ibu.. " jawab balita laki-laki itu tegas.


"Adik, mulai hari ini anakmu sudah terikat jodoh dengan putraku untuk selamanya dia akan selalu bersama dengan putraku.Karena itu aku harap kamu bisa mengajarkan anakmu tentang budi pekerti seorang wanita baik-baik agar kelak dia jadi seorang yang pantas untuk mendampingi putraku di masa depan. " kata wanita itu kepada wanita lainnya.


"Iya, Kakak.Bolehkah aku bertanya kepadamu siapakah ayah kandung dari putramu yang kini menjadi calon suami dari putriku di masa depan setelah putrimu dewasa? " tanya wanita yang kini terlihat di benak Putri Ming Ming adalah ibu kandung nya sendiri yaitu Han Ji Hyun.


"Tentu saja, kamu berhak untuk mengetahui siapa ayah kandung dari putraku ini adalah Bai Long. " jawab wanita yang memeluk balita laki-laki kepada ibunya.


"Ahhh, rupanya dia ayah kandung dari putramu! Pantas saja kamu sungguh berani sekali untuk melamar putriku yang masih bayi Merah untuk putramu yang juga masih balita.. " ucap ibunya terpana dengan pernyataan resmi dari wanita itu yang kini terlihat oleh Putri Ming Ming melalui Zhang Xiao Long yang tersenyum lembut sekali kepadanya dengan bersimpuh di depannya.


"Ada apa? Kenapa kamu melamun seperti ini? " tanya Zhang Xiao Long halus sambil mencium bibirnya dengan kelembutan luar biasa.


"Kak Long, rupanya kau dan aku sudah terikat benang merah sejak dahulu yaitu pada saat aku bayi Merah dan kau masih balita laki-laki oleh kedua orang ibu kita di sini.. " kata Putri Ming Ming merangkul Zhang Xiao Long dengan cepat dan menangis.


"Eiih, darimana kamu bisa mengetahui tentang benang merah diantara kita berdua? " tanya Zhang Xiao Long mengelus lembut rambut dan punggung istrinya.


"Aku barusan teringat kenangan masa lalu ku.. " jawab Putri Ming Ming yang tangisannya makin deras.


"Mmm, berarti kamu memang sudah menjadi jodohku atau milik ku sejak kamu bayi merah dan kita berjumpa kembali ketika kita dewasa lalu jatuh cinta kembali satu sama lainnya yang membuat benang merah di antara kita takkan pernah putus untuk selamanya. " kata Zhang Xiao Long menunjukkan tusuk konde bunga Xia dan kalung giok motif bunga persik kepada Putri Ming Ming.


"Ehh, kedua benda ini? " tanya Putri Ming Ming.


"Iya, kedua benda ini adalah mahar kesepakatan antara kita berdua melalui kedua orang ibu kita di masa lalu. " jawab Zhang Xiao Long yang kini menyematkan tusuk konde bunga Xia di puncak rambut Putri Ming Ming dan memakaikan kalung bunga persik di leher istrinya dan menciumnya untuk mengungkapkan rasa cintanya yang besar terhadap istrinya itu.


"Kak Long, rumah ini apakah kamu ingin kembali untuk membangunnya? " tanya Putri Ming Ming yang kembali melihat ke rumah lama Zhang Xiao Long.


"Iya, untuk masa depan kita kelak. " jawab Zhang Xiao Long yang melingkari lengannya yang kuat di pinggang kecil istrinya yang mungil.


"Mmm, bolehkah aku membantumu untuk aku bisa merias rumah masa depan kita?" tanya Putri Ming Ming gembira.


"Iya, tentu saja sesudah aku membangun rumah ini menjadi sebuah rumah yang baru dan indah untuk menorehkan kenangan indah bersamamu untuk selamanya sesudah urusan kita di dunia ini selesai yakni sesudah aku memperoleh putra yang kelak menjadi penerus tahta ku sebagai Kaisar Naga Merah yang baru. " jawab Zhang Xiao Long mengelus lembut perut istrinya yang masih rata.


"Heem, ya Kak Long. Ohya, apakah kamu masih belum menemukan apa yang kamu cari di dalam rumah lama mu? " tanya Puteri Ming Ming nada lembut kepada Zhang Xiao Long seraya berdiri melihat puing-puing rumah telah di rapikan oleh suaminya itu.


"Belum, karena aku ingin merapikan rumah kita dahulu sebelum aku mencari apa yang ku cari di dalam sana. " jawab Zhang Xiao Long dengan senyuman penuh cinta kepada istrinya seraya menggunakan ujung lengan pakaiannya untuk merapikan rumah lamanya.


Bress!


Kemudian Zhang Xiao Long membangun rumah itu dengan terampil sekali sehingga rumah pun menjadi baru dengan perabotan yang lengkap juga sampai membuat istrinya terkagum-kagum dengan keterampilannya membangun sebuah rumah yang sederhana namun asri dan nyaman.


"Wahh, cantiknya rumah baru kita.. " puji Putri Ming Ming yang melihat seluruh isi dalam rumah sudah lengkap dan rapi juga wangi bunga Xia, Plum dan persik juga daun mentol yang segar.


"Ya, aku juga telah mempersiapkan kamar tidur dengan isinya untuk buah hati kita yang sedang tumbuh di rahimmu, sayang. "jawab Zhang Xiao Long menatap penuh cinta kepada istrinya yang berdiri di hadapannya dengan senyuman yang sangat manis luar biasa.


" Emm, terimakasih Kak Long. "kata Putri Ming Ming yang merangkulnya dengan lembut lalu memberikan ciuman lembut di bibirnya.


Ia pun pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk makan malam mereka dengan senyuman bahagia sambil memikirkan tentang kipas emas yang telah hilang dari bawah tempat tidur ibunya dahulu.


" Hmm, sepertinya kipas emas telah di curi oleh mereka yang telah mengobrak-abrik rumah kami pada saat bibi Chou meninggalkan rumah ini untuk kembali ke istana dengan menjadi dirinya sendiri sebagai Pangeran muda saudara ayahku dan mengelabui ku dengan siasat busuk yang pada akhirnya dapat aku ketahui dengan tepat sekali sehingga ia dapat ku hukum mati. "batin Zhang Xiao Long.


Cahaya matahari terbenam telah menghilang dari langit dan tergantikan rembulan yang naik ke atas langit untuk bekerja sebagai penerang di malam hari. Zhang Xiao Long membangunkan istrinya untuk makan malam bersamanya di ruang makan.


"Wah, kamu bisa memasak makanan seenak ini rupanya.. " puji Putri Ming Ming yang menyuap makanan buatan Zhang Xiao Long dengan riang.


"Terimakasih atas pujian mu untuk ku, istriku. Aku mempelajari ilmu memasak sejak kecil dari buku dan guruku yang pertama sebagai modal usaha ku setelah aku pensiun dari dunia ini dan aku pun bisa membuka usaha rumah makan di daerah ini. " kata Zhang Xiao Long menceritakan impiannya yang sederhana kepada istrinya.


"Wah, impian mu sungguh bagus sekali, suamiku yang paling hebat dalam segalanya.. " kata Putri Ming Ming memberinya jempol dengan kedipan manis bukan main.


"Hahaha, lalu apa impian mu yang paling kamu inginkan di dunia ini, sayang? " tanya Zhang Xiao Long menyuap makanan ke mulutnya.


"Aku ingin membangun sebuah keluarga yang harmonis dan penuh cinta juga aku ingin buka usaha peralatan tulis dan melukis. " jawab Putri Ming Ming tersenyum lembut kepada Zhang Xiao Long.


"Wah, impian mu luar biasa sama dengan impian ku yang lainnya yaitu aku ingin mempunyai istri yang cantik, bijaksana dan pengertian serta setia seumur hidupnya untuk ku, dan juga lima orang anak yang cantik dan tampan,sehat juga pintar dan berbakti kepada orangtua yaitu aku dan istri ku yang merupakan rumah di dalam hidupku. " kata Zhang Xiao Long menatap lembut kepada istrinya yang cantik jelita bak seorang Dewi dari langit yang turun ke bumi untuk menjadi istrinya yang paling di cintainya.


"Kak Long, impianmu sudah tercapai semua loh buktinya kamu mempunyai banyak istri di istana Kekaisaran Naga Merah yang semuanya cantik, bijaksana dan setia untuk mu selamanya. Ohh ya mereka juga telah memberikan mu tiga orang anak yang baik dan lucu. " kata Putri Ming Ming yang mengingatkannya akan statusnya sebagai seorang Kaisar Naga Merah penguasa di wilayah daratan besar.


"Ya, aku tahu siapa aku.., Hmm, aku masih ingat dengan Tan Tan Ling Ming istri pertamaku yang telah memberikan aku seorang anak perempuan yang cantik jelita yaitu Li Yun Erl atau Li Yun Zhu. Juga, aku masih sayang kepada Nalan Yan Ran istriku juga meskipun ia belum memberikan aku seorang anak namun ia tidak pernah mengeluh atas diriku dengan dia mengasuh Fan Yi Xing anak asuhku. Selain itu, aku masih tahu Kim Hwee Li istriku juga telah memberikan seorang anak perempuan kedua yang mungil bernama Li Yuan Yuan." kata Zhang Xiao Long menatap Putri Ming Ming yang menganggukkan kepalanya usai mendengarnya bicara tentang istri-istri dan anak -anak yang telah dimilikinya di istananya.


"Berarti kamu sudah mempunyai tiga orang anak di usiamu yang telah berusia dua puluh dua tahun. " kata Putri Ming Ming berdiri untuk gadis itu dapat merapikan peralatan makan di meja makan untuk dibawa ke dapur untuk di cuci.


"Ya, aku akan menanti dua anak yang saat ini sedang tumbuh di rahimmu yang menambahkan jumlah anakku menjadi lima orang anak. " kata Zhang Xiao Long membantu istrinya mencuci mangkuk dan peralatan masak di dapur.


"Hmm, baiklah. Ohya aku melihatmu seperti ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan saat kita makan bersama tadi. " kata Putri Ming Ming di sampingnya.


"Kipas emas itu hilang, Ming Ming.. Hhh, ada lagi masalah yang harus aku selesaikan untuk kita bisa tenang dan bahagia di masa depan. " jawab Zhang Xiao Long menghela napas.


"Oh, kalau begitu kau ajak aku untuk melihat isi kamar tidur mendiang ibu kita ya mungkin aku bisa membantumu. " kata Putri Ming Ming yang menarik tangan Zhang Xiao Long untuk pergi ke kamar tidur yang dahulunya di tempati oleh Luo Song Yi ibu kandung Zhang Xiao Long setelah merapikan peralatan makan, minum dan masak di dapur.


Zhang Xiao Long menunjukkan lubang di bawah tempat tidur ibunya kepada istrinya yang melihat tempat itu dengan teliti sekali lalu istrinya telah menunjukkan adanya jejak orang yang telah curi kipas emas milik Zhang Xiao Long.


"Bekas cincin retak. " kata Zhang Xiao Long yang menganggukkan kepalanya.


"Kita hanya perlu mencari seorang itu dan bunuh dia agar dunia ini damai kembali." kata Putri Ming Ming nada tegas.


"Iya, namun tugas untuk mencari dan membunuh orang itu adalah tanggung jawab ku bukan kamu karena aku takkan pernah melibatkan dirimu di dalam permasalahan di dunia ini untuk kali ini. " kata Zhang Xiao Long yang menegaskan bahwa istrinya dilarang untuk ikut campur urusan dunia persilatan lagi.


"Tapi, Kak Long. Bukankah kita diundang untuk datang ke markas besar sekte Naga barat di perbatasan antara gunung Himalaya dengan Kerajaan Bhutan? Dan, hal ini berarti aku juga ikut serta dalam urusan dunia persilatan daratan besar sebagai seorang Pendekar wanita dunia persilatan daratan besar. " kata Putri Ming Ming yang juga menegaskan bahwa ia harus ikut serta dalam urusan yang melibatkan Zhang Xiao Long di dalamnya.


"Tidak bisa, Ming Ming.Karena saat ini kamu di dalam kondisi rentan sekali. Intinya aku tak mau anak-anak ku di dalam rahim mu ikut celaka. Lagipula urusan dunia persilatan daratan besar mulai sekarang ini adalah urusan ku sebagai seorang pria, Kaisar, juga suamimu. Dan, kamu sebagai seorang istri ku, wanita ku dan Ratuku wajib mematuhi perintah ku. " kata Zhang Xiao Long menekankan bahwa ia melarang tegas dan keras istrinya terlibat dalam urusannya kembali.


"Hmm, ya, baiklah, Kak Long. Aku patuh kepada mu. " jawab Putri Ming Ming yang menundukkan kepalanya dan wajahnya untuk menghormati dan menghargai keputusan suaminya itu untuk kebaikan mereka bersama.


Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam lalu memeluk istrinya dengan perasaan yang amat sulit untuk diungkapkannya kepada istrinya yang ia tahu sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Janganlah kamu mengkhawatirkan diriku dan percayalah bahwa aku akan menyelesaikan tiap masalah yang datang kepadaku dan aku pasti akan baik-baik saja, istriku sayang." Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman menenangkan hati dan pikiran istrinya.


"Iya, Kak Long. " jawab Putri Ming Ming dengan senyuman manis untuk Zhang Xiao Long dapat merasakan ketenangannya juga.


Bersambung!