
Leng Sen Yen atau Xiu Xiu merasakan sentuhan di bibirnya yang di sentuh oleh bibir lembut dan indah Zhang Xiao Long membuat jantung gadis itu berdetak kencang dan ia sadar bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada pemuda sangat tampan dan hebat di depannya itu.
"Aku akan menberikan kekuasaan Kekaisaran utara kepadamu, Tuan muda Afung. " Kata Leng Sen Yen atau Xiu Xiu mengeluarkan suara halus saat bibir manisnya di gigit lembut Zhang Xiao Long yang lihai dalam menaklukkan hati setiap gadis yang di inginkan olehnya.
"Oh, benarkah yang kamu katakan padaku bahwa kamu ingin memberikan kekuasaan dari Kekaisaran utara sepenuhnya kepadaku? " Tanya Zhang Xiao Long yang lidahnya memainkan isi dalam rongga mulut Leng Sen Yen atau Xiu Xiu dengan manis.
"Iya, tuan muda Afung. Aku juga akan serahkan jiwaku dan ragaku untukmu. " Jawab Leng Sen Yen atau Xiu Xiu yang membiarkan pakaiannya di buka secara perlahan-lahan oleh Zhang Xiao Long yang membaringkan dirinya di atas rumput bawah pohon buah leci di puncak gunung Lun.
"Sen Yen, kau memiliki tanda lahir di atas dada mu yang indah.Mm, ini membuktikan bahwa kau seorang gadis yang sangat berkuasa di masa depan. " Kata Zhang Xiao Long yang melihat keindahan tubuh Leng Sen Yen atau Xiu Xiu di bawah tubuhnya yang telah memasuki gua indah gadis itu sampai gadis itu merasakan sakit pada bagian bawah tubuh gadis itu.
"Tuan muda Afung, terimakasih atas pujian mu kepadaku.Ouhh, giok di saku pakaian dalam ku adalah tanda kekuasaan Kekaisaran utara yang boleh kau miliki setelah aku menjadi milikmu.. " Kata Leng Sen Yen atau Xiu Xiu yang merangkul leher Zhang Xiao Long ketika ia merasakan apa yang telah dilakukan oleh pemuda ini terhadap dirinya.
"Sen Yen, besok pagi kau berikan peta wilayah Mi kepada ku dan jalur air di Teluk Liao yang ingin ku selidiki sebelum aku menerjang teluk itu dan ku kuasai dengan kemampuan ku. " Kata Zhang Xiao Long yang menggerakkan tubuhnya dengan lembut sehingga gadis cantik jelita di bawah tubuhnya mengeluarkan suara lembut memanggil namanya dengan manis.
"Iya, Tuan muda Afung. Aku berikan semua yang kamu inginkan dariku.. " Kata Leng Sen Yen atau Xiu Xiu merasakan kelembutan Zhang Xiao Long dengan tatapan matanya mengagumi tubuh kekar dan gagah perkasa Zhang Xiao Long yang mengambil kesuciannya secara resmi tanpa paksaan. Leng Sen Yen atau Xiu Xiu sendiri yang menyerahkan dirinya sendiri kepada Zhang Xiao Long yang membuat gadis itu tergila-gila dengan ketampanan, kegantengan, keimutan dan juga kegagahan yang luar biasa yang tak pernah di lihat oleh Xiu Xiu dari pria lain yang di temuinya.
"Baiklah, karena hari akan menjelang pagi aku harus kembali ke rumah penginapan Bibi Ren untuk mempersiapkan diriku berjumpa dengan Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu juga Bibi Ren di sana. Dan, kamu harus melakukan tugas mu untuk ku sesuai janjimu kepada ku. Xiu Xiu, satu lagi kau di larang berdekatan dengan pria lain untuk selamanya karena kamu telah menjadi milikku. Jika kamu melanggar larangan ku untuk mu, maka aku akan membunuhmu. " Kata Zhang Xiao Long nada tegas kepada Leng Sen Yen atau Xiu Xiu seraya berdiri dari atas tubuh gadis itu lalu berpakaian rapi dengan cepat.
"Iya, Tuan muda Afung. Aku tidak akan pernah melanggar larangan mu untuk ku. Aku mencintai kamu sekarang dan selamanya. " Kata Leng Sen Yen atau Xiu Xiu bangun dan merapikan dirinya dengan cepat seraya menerima ciuman manis di bibir dari Zhang Xiao Long.
"Xiu Xiu terimakasih atas cinta yang manis dari mu. " Kata Zhang Xiao Long menyelusuri relung rahang Xiu Xiu dengan punggung jari telunjuknya sebelum melesat cepat kembali ke arah rumah penginapan Bibi Ren.
Brrrrr!
Xiu Xiu menatap kepergian pemuda kekasihnya itu dengan cinta yang tulus dari hatinya seraya menyentuh tubuhnya sendiri dan mengenang masa indah yang telah terjadi pada dirinya di puncak gunung Lun.
"Aku akan mengingat hari ini di benakku untuk seumur hidupku, tuan muda Afung. Aku akan jaga kepercayaan mu untuk selamanya. " Kata Leng Sen Yen atau Xiu Xiu yang segera melesat cepat meninggalkan gunung Lun menuju ke arah desa di dekat pintu masuk ke wilayah Mi.
Brrr!
Zhang Xiao Long turun dari lantai atas menuju ke ruang makan di rumah penginapan Bibi Ren. Dimana ia berjumpa dengan Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu yang duduk berdampingan dengan gadis-gadis mereka masing-masing dan Bibi Ren yang membawakan sarapan pagi untuk mereka di meja makan di sudut ruang makan di rumah penginapan Bibi Ren.
"Saudara Afung, kemarilah kamu duduk di dekat kami untuk sarapan pagi bersama dengan kami sebelum kita melanjutkan perjalanan ke arah wilayah Mi sesudah kami mendapatkan laporan dari panglima besar Kekaisaran Li yang akan membantu kita untuk melumpuhkan Kekaisaran barbar Gilunda di seberang teluk Liao.Dan, kita akan temui beliau di desa kecil pohon buah leci di kaki gunung Lun. " Kata Zhen Zheng Yan yang memanggilnya dari lantai bawah atau lebih tepat nya di bangku depan meja makan di sudut ruang makan di rumah penginapan Bibi Ren.
" Saudara Afung, apakah kamu melihat Leng Sen Yen pagi ini? " Tanya Bibi Ren yang datang ke ruang makan dengan tangan membawakan nampan berisi semangkuk bubur kacang merah yang di letakan di atas meja depan Zhang Xiao Long.
"Tidak, aku juga semalam tak mendapat hiburan malam darinya. " Jawab Zhang Xiao Long wajah polos kepada Bibi Ren seraya menyendok bubur kacang merah ke mulutnya.
"Ahh, kemana perginya gadis itu? Aku menjadi cemas akan keselamatannya yang menjadi tanggungjawab ku sebagai seorang yang telah membelinya dari orang yang menjualnya kepada ku. " Kata Bibi Ren nada kesal kepada kenakalan Leng Sen Yen terhadapnya lalu wanita paruh baya itu kembali sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang pemilik rumah penginapan di desa Lun.
"Saudara Afung, berarti kamu semalam tak bisa bersenang-senang dengan gadis pilihan Bibi Ren untuk mu semalam agar tubuh mu dan otakmu istirahat sejenak dari permasalahan yang ada di sekitar mu?" Tanya Zhen Zheng Yan dengan nada ingin tahu mengenai tidur Zhang Xiao Long semalam di kamar nomor enam belas di rumah penginapan Bibi Ren.
"Ahhh, aku sepertinya kurang beruntung saudara Zhen, ya aku tidak seperti kalian yang semalam nyaman dan bahagia dengan kedua orang gadis pilihan Bibi Ren untuk menemani kalian istirahat. " Jawab Zhang Xiao Long nada merana sampai Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu merasa iba kepadanya.
"Ahh, ya lain waktu kami akan mengajak kamu ke rumah hiburan di Ibukota Kekaisaran Li. Disana ada banyak sekali gadis-gadis cantik jelita yang bisa menjadi pilihan mu sendiri yang semuanya memiliki kecantikan wajah dan keindahan tubuh tak kalah dengan kecantikan dan keindahan putri -putri di istana Kekaisaran Li." Kata Zhen Ching Yu di bangku depan kepada Zhang Xiao Long.
"Ya, meskipun gadis-gadis di sana tak secantik Dewi Baju Merah yang menjadi putri angkat dari Kaisar Li yang telah di jodohkan kepada Kaisar Sekte Kekaisaran Phoenix Emas meskipun ia di inginkan oleh Pangeran muda Li Yun Shiang dan Pangeran muda Hao Chen putra sulung dari Marquis Hao di Ibukota Kekaisaran Li. " Kata Zhen Zheng Yan dengan apa adanya kepada Zhang Xiao Long.
"Mmm, gadis yang kau ceritakan itu adalah istri kedua ku. Enak saja putra dari pangeran mana pun atau Kaisar mana pun tidak akan pernah bisa merebutnya dariku, termasuk kau Zhen Zheng Yan yang ku lihat kamu tertarik dengan Yanmi ku. " Batin Zhang Xiao Long merasa sebal dengan Zhen Zheng Yan yang memberitahunya bahwa pemuda itu juga menyukai Yanmi.
Siang hari itu juga mereka berpamitan dengan Bibi Ren di rumah penginapan Bibi Ren sesudah Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu meminta bantuan dari Bibi Ren untuk mengirim gadis- gadis yang telah menjadi milik mereka berdua ke rumah mereka masing-masing yang berada ,di ibukota Kekaisaran Li.
"Ching Yu, apakah ibu akan mengizinkan gadis mu untuk masuk ke rumah kita jika ibu tahu Tian Ling berasal dari rumah hiburan malam? " Tanya Zhen Zheng Yan dengan nada khawatir kepada adiknya di tengah jalan menuju ke desa berikut nya di wilayah kaki gunung tengkorak putih.
"Hmm, ibu harus mengizinkannya masuk ke rumah kita karena Tian Ling sudah mengandung anak ku yaitu cucu dalam keluarga Zhen yang berarti garis keturunan Zhen dari Adipati Agung Zhen berada di rahim gadis kekasih kecilku itu. " Jawab Zhen Ching Yu dengan nada yakin bahwa kekasihnya akan di terima di rumahnya.
"Kalian berdua adalah putra-putra dari Adipati Agung Zhen? Bagaimana kehidupan kalian sebagai bangsawan kelas atas ibukota? " Tanya Zhang Xiao Long ingin tahu mengenai cara hidup orang-orang di ibukota Kekaisaran Li.
"Hmmm, bagaimana ya aku jelaskan kepadamu, saudara Afung. Intinya kami harus melihat adanya kesempatan untuk maju dan mendapat perhatian dari Kaisar Li untuk posisi kami tak di ganti oleh orang lain yang pastinya sangat ingin melihat kami jatuh dan di gantikan oleh mereka. Selain itu, tahta di rumah kami pun ada saingan di dalamnya di antara putra dan putri lain yang di miliki oleh ayah kami dari istri-istri beliau baik di rumah maupun di luar rumah. Yang bisa masuk ke rumah kami hanyalah wanita-wanita pilihan nenek kami sebagai ibu suri Adipati Agung Zhen yang juga menentukan istri yang harus kami miliki untuk posisi kami tetap berada di atas dari yang lain. " Jawab Zhen Ching Yu menceritakan sedikit kehidupannya di rumahnya kepada Zhang Xiao Long.
"Kalau Kaisar Li ada berapa istrinya dan putra serta putrinya di istananya? " Tanya Zhang Xiao Long hati -hati kepada Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu sehingga ia tak kentara bahwa ia ingin mengetahui kehidupan Kaisar Li di istana Kekaisaran Li dari kedua orang putra dari Adipati Agung Zhen yang sedang melakukan perjalanan bersamanya saat ini.
Bersambung!
Bersambung!