Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Airmata Phoenix Emas.


Pada hari awal musim gugur di tahun ketiganya Zhang Xiao Long mendatangi sebuah desa kecil yang terletak di bawah pegunungan yang di sebut pegunungan air mata Phoenix emas yang menjadi perhatiannya sebagai salah satu dari tempat yang dikunjungi olehnya dalam misinya ke pegunungan Himalaya.


"Hmm, desa ini sudah terlihat pegunungan yang menarik perhatian ku sejak aku memasuki pintu wilayah ini.. " kata Zhang Xiao Long tersenyum puas.


"Yang Mulia, di puncak gunung airmata Phoenix emas hamba dengar ada sebuah sumur yang di sebut sumur keabadian. " kata Shiang Bi Hwa di sisi kirinya sambil memandangi suasana alam di desa tersebut.


Seekor kucing warna kekuningan melompat ke arah Zhang Xiao Long yang cepat menangkap kucing itu dan membelai lembut bulunya yang halus itu sampai kucing itu memejamkan mata dengan keenakan di belai olehnya.


"Xiao Miao.. Dimanakah kamu? " suara seorang gadis muda terdengar dari dalam desa ini untuk mencari kucingnya.


"Nona, apakah kamu mencari kucingmu? " tanya Zhang Xiao Long menggunakan ilmu suara jarak jauh kepada gadis yang melesat dari dalam desa ke arahnya di pintu masuk desa itu.


Gadis itu sangat cantik luar biasa menatap ke arah Zhang Xiao Long yang berdiri di depannya di pintu masuk ke desa itu dengan di dampingi oleh seorang wanita bertudung dan bercadar warna hijau muda lalu mengulurkan tangannya ke arah Zhang Xiao Long untuk meminta kucing di pelukan Zhang Xiao Long.


"Iya, dia kucing ku.. Tolong kamu kembalikan dia kepada ku. " jawab gadis itu dengan senyuman di bibirnya yang manis.


"Emm, baik aku kembalikan kucingmu, Nona." kata Zhang Xiao Long menyerahkan kucing itu kepada pemiliknya yang berdiri di hadapannya.


"Kalian berdua ini sepertinya orang asing yang baru saja datang ke desa kami..., bolehkah kami tahu maksud dari kedatangan kalian ke desa ini? " tanya Nona cantik itu menatap Zhang Xiao Long dengan kekaguman seorang gadis muda yang terpesona dengan ketampanan yang di miliki oleh seorang Zhang Xiao Long.


"Ya, kami baru saja datang ke desa mu dengan tujuan untuk sebagai tempat persinggahan bagi kami untuk sementara waktu sebelum kami bisa melanjutkan perjalanan kami ke daerah lainnya. " jawab Zhang Xiao Long membalas tatapan mata gadis muda itu.


"Oh, baiklah, mari silakan kalian masuk ke desa kami.. "ajak gadis muda itu dengan ramah dan sopan kepada Zhang Xiao Long yang segera ikuti langkahnya bersama Shiang Bi Hwa yang selalu berada di sampingnya.


Zhang Xiao Long dan Shiang Bi Hwa diundang untuk mengunjungi rumah gadis muda itu yang jaraknya sekitar seratus meter dari pintu masuk ke desa tersebut. Zhang Xiao Long pun melihat bahwa Nona cantik ini tinggal bersama dengan kedua orangtuanya yang bermatapencaharian sebagai petani daun bawang dan peternak biri- biri.


" Tuan dan nyonya muda silakan anda berdua masuk ke dalam rumah kami yang sederhana. "kata petani tua yang menyapa mereka di pintu masuk ke rumah itu.


" Mari anda berdua mencicipi hidangan makanan dan minuman sederhana kami sebagai tamu- tamu istimewa mewah kami yang merupakan orang-orang desa yang belum pernah mendapat kunjungan dari orang-orang kota seperti anda berdua."kata wanita paruh baya yang membawa nampan berisi semangkuk sup ayam daun bawang dan seteko air teh hijau yang aromanya menyengat bagi hidung Zhang Xiao Long.


"Iya, terimakasih banyak atas perjamuan yang Tuan dan Nyonya berikan kepada kami berdua di rumah kalian yang sejuk ini. " jawab Shiang Bi Hwa yang sepertinya sudah merasa lapar dan haus sampai gadis itu ingin secepatnya ambil mangkuk makanan itu dari meja ruang tamu di rumah petani Chen.


Namun Zhang Xiao Long mencegah selirnya itu mengambil mangkuk makanan itu dengan ujung seruling bambunya sampai selirnya tersentak kaget karena isyarat darinya itu.


"Tuan, kenapa anda mencegah istri anda untuk mengambil mangkuk makanan yang telah kami sediakan untuk menjamu kalian di rumah kami? " tanya wanita paruh baya dengan sinar matanya yang mengejutkan Shiang Bi Hwa namun tidak mengherankan bagi Zhang Xiao Long.


"Karena mangkuk makanan itu beracun ganas yang telah kalian siapkan untuk membunuh kami dengan keji. " jawab Zhang Xiao Long yang kini menggunakan ujung seruling bambunya untuk menyerang telapak tangan wanita paruh baya itu yang mengarah langsung kepada mereka berdua dan pria tua itu melompat dengan tongkatnya itu ke arah Zhang Xiao Long dengan gesit sekali.


Wuttzz!


Plakk!


Plakk!


Traakk!


Telapak tangan wanita paruh baya itu retak oleh ujung seruling bambu Zhang Xiao Long dan tongkat di tangan pria itu itu menusuk ke dalam kedua mata pria itu sendiri hingga buta.


"Kau..?! " hardik Wanita paruh baya itu yang kini menyerang ke arah Zhang Xiao Long dan Shiang Bi Hwa dengan mangkuk-mangkuk makanan di meja dengan kibasan lengan pakaiannya dengan gesit luar biasa.


Wuttzz!


Kembali Zhang Xiao Long menggunakan ujung seruling bambunya untuk menotok ke arah wanita paruh baya itu sehingga mangkuk -mangkuk makanan itu melayang ke arah wanita paruh baya itu sendiri dan menancap di wajah nya hingga tewaslah wanita paruh baya itu di tangan Zhang Xiao Long dalam waktu singkat.


Bettzzz!


Jlebbb!


Pria tua itu meskipun dirinya sudah menjadi buta kini menyerang Shiang Bi Hwa dengan telapak tangan yang mengandung racun ganas sekali hingga selir Zhang Xiao Long itu bergerak cepat ke arah belakang untuk menghindari serangan maut itu yang kini di hempaskan oleh Zhang Xiao Long dengan ujung seruling bambunya ke arah pria tua itu sendiri sehingga kening pria tua itu berlubang oleh ujung seruling bambu Zhang Xiao Long.


Bettzzz!


Jlebb!


Zhang Xiao Long cepat menuju ke ruangan lain di rumah itu dengan di ikuti oleh Shiang Bi Hwa dengan cekatan untuk mencari keberadaan gadis muda dan kucing warna kekuningan itu di seluruh rumah itu.


"Kurang ajar dia kabur dari kita.. " kata Shiang Bi Hwa geram.


"Tak perlu khawatir karena aku dapat temukan wanita setan itu dengan cepat.. " kata Zhang Xiao Long yang telapak tangannya menghantam hancur tembok belakang rumah itu dan terlihat gunung air mata Phoenix emas di depan kedua matanya.


Brakk!


"Apakah dia kabur ke arah gunung itu, Paduka? " tanya Shiang Bi Hwa terbelalak melihat gunung airmata Phoenix emas yang begitu tinggi bukan main di depan matanya.


"Iya..Karena aku bisa mencium aroma kucingnya yang menjadi petunjuk keberadaannya untuk aku bisa menemukannya dengan cepat. " jawab Zhang Xiao Long menyeringai.


"Terimakasih atas pujianmu kepadaku, Bi Hwa. Mari kita pergi ke gunung airmata Phoenix emas sekarang juga.. " kata Zhang Xiao Long yang meraih jemari tangan selirnya lalu melesat cepat melayang naik ke arah puncak gunung airmata Phoenix emas dengan kecepatan kilat yang luar biasa mengagumkan.


Brrrr!


Zhang Xiao Long dan Shiang Bi Hwa pun tiba di puncak gunung airmata Phoenix emas melihat sebuah sumur yang memiliki cahaya keemasan di lubangnya yang menarik perhatian mereka berdua.


"Apa itu sumur keabadian yang menjadi legenda cerita rakyat di desa ini? "tanya Shiang Bi Hwa terkagum-kagum dengan cahaya keemasan di lubang sumur tersebut kepada Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long memperhatikan sumur itu yang menurutnya sangatlah aneh luar biasa dan amat membuatnya penasaran untuk mencari tahu isi dari sumur keabadian di depan sepasang mata tajamnya.


" Kau tunggulah aku di sini dan jangan pergi ke mana-mana sampai aku kembali ke tempat ini. "perintah dari Zhang Xiao Long kepada Shiang Bi Hwa di sampingnya.


" Iya, Paduka. "jawab Shiang Bi Hwa patuh.


Kemudian Zhang Xiao Long melayang ke sumur keabadian yang langsung menyedot dirinya ke dalam lubang sumur itu sendiri sampai dirinya nyaris tak dapat bernafas.


" Matilah kau, Pendekar Naga Merah.. "desis yang dikeluarkan dari Shiang Bi Hwa di depan sumur keabadian.


" Bi Hwa, kau berhasil membawanya ke kuburan nya sendiri. "kata wanita cantik yang ternyata seorang pria muda yang menggendong kucing warna kekuningan lalu merangkul mesra Shiang Bi Hwa sambil melihat sumur keabadian yang telah menelan Zhang Xiao Long hidup-hidup.


Zhang Xiao Long tersenyum melihat dirinya bisa menjebak Shiang Bi Hwa dan pria yang berjuluk si kucing emas dengan ilmu kebatinan nya yang menipu kedua orang itu yang melihat seakan- akan dirinya tersedot masuk ke dalam sumur keabadian.


" Si kucing emas dan wanita belalang hina yang patut untuk di hukum mati olehku atas penipuan yang kalian lakukan terhadap aku yang untung nya memiliki kecerdasan yang dapat melihat kebusukan kalian berdua sehingga aku dapat melihat kebusukan kalian dengan tepat sekali, " kata Zhang Xiao Long yang segera menyerang kedua orang itu dengan ujung seruling bambu ke arah si kucing emas yang melemparkan kucing ke arah Zhang Xiao Long yang cepat menangkap kucing itu dan membiarkan kucing pergi ke arah lain sambil ujung seruling bambunya menusuk ke arah si kucing emas atau si pria kekasih dari Shiang Bi Hwa itu.


Wuttzz!


Si kucing emas yang melihat serangan-serangan maut ujung seruling bambun di tangan Zhang Xiao Long segera membalas serangan-serangan dengan ujung tombak di tangannya yang gesit sekali.


Tranggg!


Tranggg!


Tranggg!!


Tranggg!


Zhang Xiao Long melesat cepat dengan ujung seruling bambunya menangkis serangan ujung tombak si kucing emas sehingga si kucing emas memekik kaget karena ujung seruling bambunya telah menyelinap di antara serangan-serangan ujung tombak di tangan si kucing emas dan tahu -tahu ujung seruling bambunya telah melubangi kening si kucing emas.


Jlebbb!


Shiang Bi Hwa yang melihat kekasihnya telah di bunuh oleh Zhang Xiao Long segera menyerang dengan kedua telapak tangannya yang langsung di arahkan kepada Zhang Xiao Long yang telah menyambut baik serangan-serangannya dengan kedua telapak tangan yang mengandung ilmu sinkang arak sakti yang langsung menewaskan Shiang Bi Hwa dalam keadaan tubuh wanita itu meledak.


Dess!


Blaarrr!


Zhang Xiao Long memanggil kucing emas yang asli yang tadinya kabur ke arah lain setelah di selamatkan nyawanya oleh Zhang Xiao Long kini kucing emas itu melompat ke pelukan Zhang Xiao Long.


"Kucing emas manis sekarang kamu sudah ada di tangan ku dengan aman. Mari kau bantulah aku menemukan airmata Phoenix emas yang berada di sekitar gunung ini. " kata Zhang Xiao Long nada halus kepada kucing emas di pelukan hangatnya.


Kucing emas melompat turun dari pelukannya untuk menunjukkan tempat dimana airmata Phoenix emas itu berada untuk Zhang Xiao Long yang menjadi majikannya sekarang.Dan, Zhang Xiao Long pun melihat adanya gua di dalam gunung itu yang di dalamnya terdapat langit- langit bercahaya keemasan yang berasal dari tetesan airmata Phoenix emas secara langsung dari seekor burung Phoenix emas yang telah di lihat oleh Zhang Xiao Long dengan jelas sekali.


"Wah, burungnya asli terlihat olehku.. " kata Zhang Xiao Long mengulurkan tangannya untuk membelai lembut bulu burung Phoenix emas itu yang langsung meneteskan airmatanya kepada Zhang Xiao Long yang merasakan kekuatannya semakin kuat saja.


"Aku harus menyerap energinya untuk bersatu dengan seluruh ilmu sinkang yang telah aku kuasai sepenuhnya agar kemampuanku semakin besar lagi.. " kata Zhang Xiao Long tersenyum bahagia menemukan airmata Phoenix emas di gua burung Phoenix emas itu sendiri.


Lalu Zhang Xiao Long bersila di bawah langit- langit gua itu untuk membiarkan setiap tetesan airmata Phoenix emas membasahi tubuhnya dan terserap oleh eneegi ilmu sinkang Naga merah sehingga dirinya dapat menciptakan satu ilmu sinkang yang disebut ilmu sinkang Naga merah abadi.


"Pedang Naga Merah semakin bersinar terang benderang dan ketajamannya semakin luar biasa sekali sehingga aku yakin bahwa sekali pedang ini aku keluarkan seluruh musuhku pun bisa tewas dalam waktu setengah detik saja dan tertebas oleh pedang yang luar biasa hebat.. " kata Zhang Xiao Long begitu terkagum-kagum melihat sinar pedangnya sendiri.


"Emmm, kucing emas apakah kamu bisa bantu aku untuk menemukan orang yang telah mencuri kipas emas peninggalan ibuku? " tanya Zhang Xiao Long pada hari berikutnya kepada kucing emas yang kini menjadi teman perjalanannya ke wilayah pegunungan Himalaya.


Kucing emas menganggukkan kepalanya untuk menjawabnya lalu menunjukkan jalan keluar dari gua pegunungan air mata Phoenix emas yaitu ke arah kota sungai darah Naga sejati. Dimana ia melihat sekelompok orang sedang mengelilingi danau dengan tatapan mata mereka begitu luar biasa penasaran sekali.


"Hmm, danau apakah di dalam kota ini? Kenapa orang-orang itu terlihat begitu antusias terhadap danau ini? " tanya Zhang Xiao Long penasaran.


Seorang pemuda sebayanya turun dari seekor kuda gagah dan mengamati danau dengan luar biasa tajam sekali sampai datanglah seorang gadis muda yang menghampiri pemuda itu di tepi danau tersebut.


"Kakak Ji, apakah kamu yakin bahwa kamu bisa mendapatkan pusaka darah Naga sejati dari Naga danau barat di depan mata kita ini? " tanya gadis muda itu kepada pemuda yang dipanggil Kakak Ji.


Bersambung!!