
Zhang Xiao Long bersiap untuk menghadapi pria tua yang berjuluk Arak Hijau Sakti yang telah menyerangnya dengan ilmu sinkang yang amat dashyat yang mengincar nyawanya.
Wushh!
Arak Hijau Sakti melontarkan pukulan yang amat sadis ke arah Zhang Xiao Long yang melompati tiap desiran angin kencang yang berasal dari ilmu sinkang arak hijau Sakti milik kakek tua itu.
Plakk!
Plakk!
Plakk!
Zhang Xiao Long meliuk-liuk di udara dengan ilmu gerakan ulat sutra yang indah sehingga ia berhasil menyelamatkan diri dari serangan maut pria tua itu.
Betttzz!
Kakek ini yang penasaran dengan pemuda yang belum pernah ia temui dan kenal selama hidup nya selalu melontarkan pukulan telak ke arah Zhang Xiao Long yang membalasnya dengan ilmu sinkang arak Sakti yang langsung mengenai dada kakek itu hingga jebol
Desss!
Zhang Xiao Long tidak mempedulikan jasad pria tua itu yang tergeletak di lantai ruangan dalam bangunan bentuk limas yang di masuki olehnya. Ia memilih untuk menyelidiki setiap ruangan di dalam bangunan tersebut.
Dan, Ia menemukan di suatu ruangan yang isinya adalah ukiran patung Buddha dengan kisah -kisah perjalanannya yang dimulai dari proses kelahiran Sang Buddha menjadi Pangeran muda Sidharta Gautama hingga mencapai penerangan jalan mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.
"Seperti di daerah Dunhuang tiap ruangan ini tapi hanya di ruangan bentuk stupa itulah yang telah menyimpan sebuah ukiran yang sangat asing bagiku." Kata Zhang Xiao Long mengamati tiap ukiran di langit-langit dan dinding-dinding di dalam ruangan tersebut.
"Kak Long, kemarilah.. " Suara halus Tan Tan Ling Ming telah membuat alis tebal Zhang Xiao Long terangkat sebelum pemuda ini menoleh ke arah istrinya yang telah duduk manis di atas peti jenazah yang tertutup rapat sekali.
"Peti jenazah siapakah itu, Ling Ming?" Tanya Zhang Xiao Long menghampiri istrinya dengan nada penasaran terhadap peti jenazah yang di duduki oleh istrinya itu.
"Bukalah, jika kamu ingin mengetahui isi dari peti jenazah ini. " Kata Tan Tan Ling Ming dengan nada misterius kepada Zhang Xiao Long.
"Baik.Aku akan membukanya... Silakan kamu turun dahulu dari atas peti jenazah itu. " Kata Zhang Xiao Long halus mengangkat turun Tan Tan Ling Ming dari peti jenazah.
Lalu Zhang Xiao Long menggerakkan telapak tangannya ke arah peti jenazah yang langsung terbuka dan memperlihatkan isinya yang kosong melompong.
"Tak ada apa-apa didalamnya."Kata Zhang Xiao Long bingung tetapi Tan Tan Ling Ming telah menariknya masuk bersama ke dalam peti jenazah yang langsung tertutup kembali tutup peti jenazah itu.
Brakk!
" Ap.. Apa yang ingin kamu lakukan di dalam peti jenazah ini, Ling Ming? " Tanya Zhang Xiao Long heran tapi senang bisa berdekatan dengan istri mungilnya itu.
Tan Tan Ling Ming menekan tombol ada di atas kepala Zhang Xiao Long lalu peti jenazah telah membawa mereka berdua ke dalam tanah yang sangat dalam dan gelap sekali.
Tan Tan Ling Ming menendang keras tutup peti jenazah hingga terbuka untuk mereka berdua bisa keluar dari peti jenazah dengan melihat isi ruangan yang persis seperti gua dalam gunung saja.
"Apakah ini gua rahasia gunung Wu yang pernah aku dengar dari salah seorang guru ku saat aku masih kecil? " Tanya Zhang Xiao Long melihat tiap dinding yang merupakan tanah-tanah liat di dalam gunung.
"Seperti pertambangan batu bara dan nikel saja tempat lembab ini. " Kata Tan Tan Ling Ming mengajaknya mengelilingi ruangan tersebut dan mereka berdua menemukan sebuah tulisan kuno sekali di atas meja batu di tengah-tengah ruang yang sangat gelap itu namun masih ada cahaya dari lubang -lubang kecil yang bergelombang di sudut ruangan tersebut.
"Air yang menimbulkan cahaya bergelombang di sudut ruangan ini. " Kata Zhang Xiao Long yang berjalan ke sudut ruangan tersebut dan melihat adanya jalan keluar dari gua yang aneh itu.
"Kita harus membaca tulisan di atas batu untuk kita bisa tahu apa arti dari tulisan ini. " Kata Tan Tan Ling Ming yang memperhatikan ukiran tulisan tersebut dengan cermat.
"Ilmu sinkang cahaya matahari dan rembulan darah sakti." Kata Zhang Xiao Long yang telah membaca tulisan tersebut dengan benar sampai Tan Tan Ling Ming terbeliak memandanginya.
"Kau bisa membaca tulisan ini? "Tanya Tan Tan Ling Ming heran dan kagum kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, kenapa? Apakah kamu mulai kagum pada kecerdasan ku? " Tanya balik Zhang Xiao Long yang malah meraihnya untuk menciumnya tanpa henti.
"Heii.. Kau mau melakukan apa kepada ku?! " Tan Tan Ling Ming tercengang karena Zhang Xiao Long membaringkan dirinya di atas meja batu lalu melakukan sesuatu kepada gadisnya itu sampai lama sekali.
Zhang Xiao Long menghapus air di mulutnya dan menatap puas kepada Tan Tan Ling Ming di atas meja batu. Gadis itu merapikan pakaiannya dengan tersipu-sipu menundukkan wajahnya dan tatapannya tanpa berani untuk bicara dengan Zhang Xiao Long lagi.
"Aku sudah lama tak melakukan hal itu untukmu sebagai istriku yang paling ku cinta di dunia ini. Maaf, jika aku tiba-tiba melakukan hal itu kepada mu di tempat seperti ini. " Kata Zhang Xiao Long membelai lembut rambut kusut Tan Tan Ling Ming yang di sisir rapi oleh jemarinya sambil ia asyik mencium gadisnya terus menerus sampai Tan Tan Ling Ming menikmati setiap sentuhan yang diberikan olehnya kepada gadisnya.
"Ilmu sinkang apa yang kau pelajari dengan kau asyik menyentuh ku ? " Tanya Tan Tan Ling Ming yang memerah pada kedua pipinya.
"Ilmu sinkang cinta abadi yang ku salurkan dari hubungan suami istri di antara kita berdua agar energi cahaya matahari dan bulan darah sakti menyatu di dalam diri kita berdua sekaligus aku ingin menjadi seorang ayah. " Jawab Zhang Xiao Long tersenyum menawan hati di depan Tan Tan Ling Ming yang mencubit bibirnya dengan sikap manja.
"Bilang saja kau ini laki-laki yang suka gituan. " Kata Tan Tan Ling Ming yang berdiri di depan Zhang Xiao Long setelah suaminya melepaskan dirinya.
"Ya, cuma kamu yang bisa membuat aku seperti ini.. " Jawab Zhang Xiao Long jujur kepada Tan Tan Ling Ming.
"Hei bukanlah istri mu ada banyak? Kenapa kau selalu sukanya kepada ku? " Tanya Tan Tan Ling Ming yang mengambil peta dari kulit domba yang di temukan oleh Zhang Xiao Long seraya bercinta dengannya.
"Entahlah, mungkin aku telah jatuh cinta kepada mu yang membuat aku ingin selalu bercinta dengan mu setiap saat jika kita berdua ada waktu luang sejenak di dalam perjalanan kita di dunia persilatan. " Jawab Zhang Xiao Long yang mengajaknya terjun ke air danau yang langsung menembus ke jalan keluar dari gua dalam ruang bangunan bentuk limas.
"Yang Mulia.. Kenapa anda baru datang kembali ke kedai makan di dekat danau bunga teratai setelah kami menunggu anda sejak anda telah melemparkan Nyonya Selir Kim dan pria yang mengalami luka pada organ vitalnya? " Tanya Fu Haifeng dan yang lainnya dengan wajah mereka mencemaskan keselamatan Zhang Xiao Long.
"Karena aku ada urusan di dalam tanah air danau ini. " Jawab Zhang Xiao Long nada santai sambil menunggu Tan Tan Ling Ming merapikan rambut panjang dan indah gadis itu yang basah kuyup karena berenang di air danau bunga teratai di sudut desa besar awan kenari Wu.
Bersambung!!