
"Kakak Lun Dong.... " panggil Ching Erl menangis bahagia melihat kekasihnya yang telah datang menyelamatkannya dari pemuda kejam seperti Lou Bun Song.
"Adik Ching Erl, mundurlah dan biarkan aku yang akan menghadapinya dan merobek-robek kulit dan dagingnya untuk mu.. " kata Teng Lun Dong nada halus kepada kekasihnya namun sorotan sepasang matanya mengarah tajam dan bengis kepada Luo Bun Song.
"Oh, rupanya kamu si bajingan Teng Lun Dong pria kurang ajar yang berani untuk menjalin hubungan asmara dengan gadis incaran Ketua Sekte Harimau gunung Himalaya ku..! " hardik Lou Bun Song yang rupanya mengenali lawan di hadapannya itu.
"Benar sekali.. Aku juga yang akan menghabisi Ketua mu tak lama lagi untuk membalas dendam atas kematian ayahku dan juga kekejamannya yang ingin merebut kekasihku Ching Erl ini..! " balas Teng Lun Dong dengan sikap garangnya kepada Luo Bun Song.
Zhang Xiao Long memperhatikan pengawalnya itu berhadapan dengan murid dari Ketua Sekte Harimau gunung Himalaya dengan sikap tenang sekali. Ia berdiri di dekat Teng Lian Ni melindungi Ching Erl kekasih Teng Lun Dong di belakangnya.
"Bajingan Teng Lun Dong bersiaplah kau untuk mati di ujung pedang kilat Harimau gunung Himalaya kuuuu...!! " hardik Luo Bun Song yang meluncur dengan pedangnya mengarah ke arah Teng Lun Dong.
Wutttzzz!
Teng Lun Dong menyambut baik serangan maut itu dengan tongkat tipis di tangannya dengan tepat mengenai pedang kilat Harimau gunung Himalaya milik Luo Bun Song.
Trangggg!
Luo Bun Song dengan pedangnya menggunakan ilmu silat pedang kilat sakti membuat tongkat tipis di tangan Teng Lun Dong terhempas dari tangan Teng Lun Dong sampai pengawal pribadi Zhang Xiao Long itu harus menggunakan ilmu ginkang untuk menyelamatkan tongkat tipisnya dengan cepat.
Betttzz!
Teng Lun Dong cepat menarik tangannya dari ujung tongkat tipis karena pedang kilat Harimau gunung Himalaya milik Luo Bun Song telah amat sempurna menebas senjatanya itu.
Trakkkk!!!
"Lun Dong, gunakan tangan kiri mu memukul ke arah tengkuknya dengan lompatan tubuhmu yang membentuk gerakan tubuh katak..." kata Zhang Xiao Long dengan bisikan-bisikan halus yang hanya bisa di dengarkan oleh Teng Lun Dong rupanya telah diam-diam membantu Teng Lun Dong menghadapi ilmu pedang kilat sakti milik Luo Bun Song.
Teng Lun Dong yang mendapatkan bimbingan dari Zhang Xiao Long secara rahasia tersenyum senang di dalam hatinya lalu mempraktikkan ilmu silat katak terbang yang diajarkan oleh Zhang Xiao Long kepadanya untuk menghadapi ilmu pedang kilat sakti milik Luo Bun Song.
Happ!
Betzzzz!
Luo Bun Song kaget bukan main melihat Teng Lun Dong telah memukul tengkuknya dengan cepat dan tepat sekali sehingga pedangnya itu terlepas dari genggaman tangannya dan kini telah di rampas Teng Lun Dong.
"Laknat...! " hardik Luo Bun Song membalikkan badannya untuk menyerang dengan pukulan telak ke arah Teng Lun Dong tetapi pedang kilat Harimau gunung Himalaya milik nya telah di gunakan oleh Teng Lun Dong untuk menebasnya hingga terbelah dua bagian.
Crakkkk!!
"Kak Lun Dong.. " panggil Ching Erl yang lari ke arah Teng Lun Dong yang melebarkan sepasang lengannya untuk kekasihnya masuk ke pelukan hangatnya.
"Ching Erl, syukurlah kamu baik-baik saja.." kata Teng Lun Dong membelai lembut kekasihnya.
"Lun Dong, karena kamu sudah berhasil bertemu dengan kekasihmu kembali dengan selamat, sbaiknya kamu secepatnya menikahi kekasihmu itu untuk kebahagiaan kalian berdua. " kata Zhang Xiao Long yang mendapatkan senyuman setuju dari Teng Lian Ni yang mendukungnya untuk kakak dari gadis cantik itu dapat hidup bahagia dengan kekasih hati dari kakak gadis itu sendiri.
"Bagus, aku sendiri yang akan menikahkan kamu dengan kekasih mu itu pada malam hari ini juga di rumah kepala desa buah merah salju abadi. " kata Zhang Xiao Long yang menengok kepada pria paruh baya yang sudah bersujud bersama dengan para penduduk desa buah merah salju abadi di hadapannya.
Demikianlah pada malam hari itu Teng Lun Dong dan Ching Erl melangsungkan pernikahan yang penuh makna di rumah kepala desa buah merah salju abadi dengan dipimipin oleh Zhang Xiao Long sebagai wakil Teng Lun Dong dan kepala desa buah merah salju abadi sebagai wakil Ching Erl.
Teng Lian Ni turut rasakan kebahagiaan untuk kakaknya dengan setulus hatinya sampai gadis cantik ini menangis terharu melihat cahaya cinta menerangi kakaknya yang kini telah menikahin gadis impian Kakaknya sendiri.
"Lian Ni, aku pun akan membantumu untuk kamu bisa menemukan pria pujaan hati mu dengan tepat dan menikahkan kamu dengan kekasihmu kelak. " kata Zhang Xiao Long tulus hati kepada Teng Lian Ni di halaman rumah kepala desa buah merah salju abadi sesudah Teng Lun Dong dan Ching Erl melakukan ritual pernikahan dan resmi menjadi sepasang suami-istri.
"Ya, Paduka. Terimakasih banyak. " kata Teng Lian Ni tersenyum berterimakasih kepada Zhang Xiao Long.
Di kamar pengantin, Teng Lun Dong dengan rasa gugup menatap mempelai wanitanya yang telah duduk tepi tempat tidur dengan kepala tertunduk malu-malu.
"Ching Erl, malam ini kau sungguh cantik sekali. Aku sungguh bahagia karena kamu sekarang ini sudah menjadi istri ku. " kata Teng Lun Dong di depan Ching Erl seraya membuka kerudung yang menutupi wajahnya.
Lalu Teng Lun Dong mengangkat tangan untuk merengkuh wajahnya yang cantik sekali dan pria ini secara halus dan lembut mencium bibirnya seraya membaringkannya di tempat tidur.
"Ching Erl, jangan takut karena aku akan lembut melakukan hal itu kepada mu.. " kata Teng Lun Dong membuka pakaian pengantin istrinya dan juga dirinya lalu melakukan hubungan suami istri dengan sangat hati-hati sekali dan sempurna.
Di luar kamar pengantin. Ada Teng Lian Ni yang duduk seorang diri menatap rembulan di malam hari ini begitu indah baginya sampai gadis cantik sekali itu tak menyadari bahwa ada seorang pria muda tampan menghampiri dirinya.
"Selamat malam, Nona Teng. " sapa pria muda tampan itu dengan ramah kepada Teng Lian Ni.
"Tuan Muda Yan Bu? " tanya Teng Lian Ni nyaris tak pernah percaya bahwa ia akan berjumpa dengan putra dari kepala desa buah merah salju abadi yang terkenal dengan julukan Tuan Muda Yan Bu.
"Iya, Aku Tuan muda Yan Bu tapi untukmu tak perlu resmi seperti itu. " jawab Yan Bu ramah.
"Lalu aku harus memanggilmu dengan panggilan apa? " tanya Teng Lian Ni tersipu malu di goda oleh pria muda tampan seperti Tuan muda Yan Bu.
"Panggil aku Kakak Yan Bu. " jawab Yan Bu yang telah merengkuh wajahnya dengan sepasang tangan besar kemudian ia merasakan ciuman di bibirnya telah dilakukan oleh Yan Bu untuknya seorang.
"Kak Yan Bu, bisakah kau bersikap sopan kepada ku? " pinta Teng Lian Ni memerah pada wajah cantiknya kepada Yan Bu di hadapannya.
"Ya, aku bisa. Ohya, Lian Ni apakah kamu sudah mempunyai kekasih atau tunangan?" tanya Yan Bu tanpa basa basi kepada Teng Lian Ni yang menarik hatinya itu.
"Belum." jawab Teng Lian Ni semakin memerah pada wajahnya itu.
"Bagus sekali. Kalau begitu maukah kamu jadi kekasih ku atau tunangan ku? " pinta Yan Bu tulus hati kepada Teng Lian Ni.
"Iya, aku mau.. " jawab Teng Lian Ni lembut dan tegas kepada Yan Bu yang langsung memeluk gadis itu dengan bahagia sekali.
Di kamar lainnya. Zhang Xiao Long tertidur pulas di tempat tidur dengan nyaman sekali namun ia tetap menjaga pendengarannya untuk menjaga semua orang di rumah kepala desa buah merah salju abadi dengan baik sekali.
Bersambung!!