
Rombongan Zhang Xiao Long mengitari hutan di pegunungan Zhen untuk satu tujuan mencari dan menemukan ruang rahasia yang merupakan pintu gerbang alternatif untuk menuju ke arah Kekaisaran Zhen.
"Hutan di pegunungan Zhen begitu liar dan lebat dengan pepohonan begitu merapat sehingga tak ada cahaya matahari yang menerobos masuk ke dalam wilayah hutan di pegunungan Zhen ini." Kata Yu Lian Shing mengedarkan pandangan mata ke seluruh gunung Zhen.
"Ya, tapi aku sudah melihat ruang rahasia jalan masuk ke wilayah Kekaisaran Zhen berada di sekitar sini. " Kata Zhang Xiao Long memimpin yang lain dengan berjalan paling depan.
"Tunggu bentar." Kata Han Lin Lin yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan.
"Kenapa? " Tanya Tuan Fan Hong menoleh ke arah gadis itu.
"Aku mendengar suara langkah kaki orang-orang yang ikut kita ke hutan di pegunungan Zhen ini. " Jawab Han Lin Lin dengan nada yakin.
Dan, benar saja yang telah datang ke arah hutan di pegunungan Zhen dengan mengikuti langkah mereka adalah Fan Wei Hong, Tang Yin, Kim Hwee Li dan seorang pemuda tampan dan lugu di belakang ketiga orang itu.
"Ahhh, bagaimana kalian berempat bisa menang dari pasukan bupati kota kecil bintang Yun dan kalian bisa menyusul kami ke arah hutan di pegunungan Zhen ini? " Tanya Tan Tan Ling Ming mendekati mereka.
"Dengan bom api yang diluncurkan oleh Du Fei teman baru kami yang berjuluk Pendekar Singa Emas Sakti dari pegunungan Du di wilayah Du An sehingga kami bisa menyusul kalian semua dan karena kami ingin menjadi bagian dari kalian. Apakah kalian tidak keberatan dengan kehadiran kami di antara kalian? " Jawab Kim Hwee Li yang di ketahui mempunyai perasaan cinta yang tulus dan mendalam terhadap Zhang Xiao Long yang memikat hati gadis itu.
"Aku Fan Wei Hong ingin menjadi temanmu, Tuan Zhang." Kata Fan Wei Hong yang sebenarnya ingin mendekati Han Lin Lin yang menjatuhkan hatinya sejak awal jumpa dengannya di pintu masuk ke kota kecil bintang Yun.
"Kau apakah benar-benar Ketua Sekte Merak Darah Sakti saudaranya mendiang Permaisuri Fu Xiao Chie? " Tanya Zhang Xiao Long dengan nada sangsi.
"Bukan, aku ini Pendekar Bangau Putih Sakti saudara angkat dari Ketua sekte Merak Darah Sakti yang ingin balas dendam kepada kakak angkat berhati ular kepala dua itu. Ketua sekte Merak Darah Sakti Lan Wei Hong marganya Lan bukan Fan." Jawab Fan Wei Hong memberikan penjelasan mengenai latar belakangnya kepada Zhang Xiao Long.
"Aku tak yakin dengan penjelasan mu mengenai latar belakang mu itu, sobat.Ya, kecuali jika kamu buktikan bahwa kamu bukanlah Ketua sekte Merak Darah Sakti yang juga musuhku." Kata Zhang Xiao Long menatap tajam Fan Wei Hong.
"Ahh, aku akan buktikan kebenaran ucapanku ini. Lihat plakat giok di pinggang ku adalah bukti bahwa aku bukanlah Ketua sekte Merak Darah Sakti yang bernama Lan Wei Hong.Sedangkan Aku adalah Fan Wei Hong Pendekar Bangau Putih Sakti. " Kata Fan Wei Hong yang juga telah membuka pakaiannya untuk memperlihatkan tato Bangau Putih di dadanya sebagai bukti kuat kepada Zhang Xiao Long.
"Baik.Kalau pemuda yang duduk di atas batu di sebelah mu itu siapa? " Tanya Zhang Xiao Long yang menunjuk ke arah pemuda lain di dekat Fan Wei Hong melalui dagunya.
"Dia Fu Haifeng Ketua sekte Walet Perak sepupu ku. " Jawab Fan Wei Hong yang mendelik ke arah sepupunya untuk berdiri dan memperkenalkan diri kepada Zhang Xiao Long.
Fu Haifeng berdiri lalu memberikan sapaannya dengan malas sekali kepada Zhang Xiao Long yang juga enggan untuk membalas sapaan orang yang tak mau menyapanya dengan sopan.
"Kita lanjutkan perjalanan kita ke sekitar hutan di pegunungan Zhen ini. " Kata Zhang Xiao Long yang membalikkan badannya dengan wajahnya dan sikapnya yang sangat angkuh sekali sampai Fu Haifeng kaget dengan keangkuhannya itu.
"Hei, memangnya siapa dia? " Tanya Fu Haifeng heran dan mencibir Zhang Xiao Long kepada Fan Wei Hong.
"Astaga, pantas saja kau dan mereka begitu sopan dan hormat kepadanya." Kata Fu Haifeng yang cepat mengejar Zhang Xiao Long untuk minta maaf atas ketidaksopanannya terhadap Zhang Xiao Long.
"Tuan Zhang.. Aku sungguh minta maaf kepada mu karena aku tidak tahu kalau Anda adalah seorang yang tinggi derajat dan kedudukannya di seluruh wilayah negeri ini. " Kata Fu Haifeng yang memelas kepada Zhang Xiao Long yang berjalan di barisan paling depan sekali daripada teman-teman nya sampai pemuda itu harus melewati Yu Lian Shing supaya dirinya bisa jalan di dekat Zhang Xiao Long.
Tetapi di halangi oleh Tan Tan Ling Ming yang menyelinap di antara Zhang Xiao Long dan Yu Lian Shing sehingga Fu Haifeng gagal berjalan di dekat Zhang Xiao Long.
"Kau harus belajar untuk menghormati setiap orang tanpa memandang status dan kedudukan nya. Ingat itu." Desis Kim Hwee Li.
"Gadis liar.. " Balas Fu Haifeng.
"Sesama orang liar jangan ribut.. " Kata Tang Yin menegur keduanya.
"Siapa yang ribut? " Tanya Kim Hwee Li mendelik ke arah Tang Yin.
"Dan, siapa pula yang sama seperti dia yang liar?!" Teriak Fu Haifeng.
Zhang Xiao Long mengabaikan mereka semua dengan fokus untuk mencari ruang rahasia yang sedang di carinya itu di seluruh hutan itu. Ia tak pernah menyangka bahwa hutan di pegunungan Zhen merupakan pegunungan yang sangat sulit seperti labirin.
"Kita dari tadi pagi hingga tengah malam hari hanya berputar-putar di sekitar lokasi ini saja tanpa bisa keluar dari tengah-tengah hutan di pegunungan Zhen ini." Kata Fan Wei Hong yang mengekor Zhang Xiao Long.
"Hutan di pegunungan Zhen merupakan hutan patwa atau hutan delapan arah angin." Kata Fu Haifeng sok tahu.
"Bukan, hutan di pegunungan Zhen bukan hutan delapan arah angin seperti yang kau duga, pria hidung badak." Kata Kim Hwee Li mencemooh Fu Haifeng yang melotot kepada gadis itu.
"Ehhhhh, gadis bau busuk.. " Fu Haifeng ingin membalas cemoohan gadis itu tetapi di sumpal bakpao oleh Du Fei yang kalem dan berdiri di sisi kanannya.
"Jangan berisik.. " Kata Fan Wei Hong yang lebih praktis dengan cara menotoknya hingga bisu dan pingsan di tanah dekat Zhang Xiao Long yang melompat dengan tepat sebelum sepasang sepatu kulitnya menginjak Fu Haifeng.
Cus!
Bruakk!
"Cara yang efektif dan efisien sekali. " Kata Yu Lian Shing memuji kecerdasan Fan Wei Hong.
Bersambung!