
Tengah malam hari ini rombongan Zhang Xiao Long memutuskan untuk menginap di tengah hutan di salah satu pemukiman penduduk desa di wilayah pegunungan Thai San yang memiliki keindahan alam yang sangat menarik perhatian dari Zhang Xiao Long dan rombongannya.
"Desa ini terdapat di wilayah yang paling tinggi di puncak gunung Thai San yang memiliki banyak pemandangan alam yang tiada tara untuk di lukiskan dengan kata-kata kiasan membuat aku ingin menetap beberapa hari di tempat ini. " Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman menawan kepada para pasukan Kekaisaran Naga Merah di belakang ekor kuda putihnya.
"Yang Mulia, kita bisa menginap di salah satu rumah dari pemukiman penduduk di desa ini. " Kata Yun Hao tersenyum senang hati melihat senyuman di wajah sangat tampan dari Zhang Xiao Long.
"Baiklah, Yun Hao ku serahkan urusan menginap di desa ini kepada mu. " Kata Zhang Xiao Long memberikan perintah kepada Yun Hao.
"Siap, Paduka hamba akan melaksanakan tugas dari anda. " Jawab Yun Hao segera memacu kuda hitamnya menuju ke arah pemukiman di desa puncak gunung Thai San bagian paling selatan sekali dari hutan pinus di sekitar lokasi mereka saat ini.
Pintu kereta kuda terbuka untuk Liu Yi Fei dan yang lainnya turun dari kereta kuda untuk lihat -lihat pemandangan alam di sekitar lokasi desa itu. Mereka berlima mengagumi gumpalan awan putih yang menyelimuti pegunungan Thai San sehingga gunung itu tak terlihat bentuknya sama sekali bahkan lembah-lembah di sekitarnya juga tak terlihat dari atas puncaknya saking tingginya gunung tersebut.
"Wahh, pantas saja pegunungan Thai San sering kali disebut-sebut sebagai pegunungan para Dewa dan Dewi langit karena tinggi sekali dan tertutup lapisan-lapisan awan yang luarbiasa tebal dan berkabut putih sekali. " Kata Liu Lu Sian yang berusaha untuk meraih awan putih di tangannya tetapi tidak bisa di raih olehnya.
"Hei, ada gua di tebing paling tinggi di gunung ini yang terlihat oleh sepasang mataku dari tempat kita saat ini. " Kata Xiao Feng memanggil para madunya yang berdiri berbaris di dekat kereta kuda mereka yang di kusiri oleh Bi Lian yang duduk tenang di tempatnya.
"Gua mana yang telah kamu lihat dari sini? " Tanya Tilana memicingkan sepasang matanya ke arah yang di lihat oleh Xiao Feng.
"Itu, disana. " Jawab Xiao Feng meraih telunjuk Tilana untuk menunjukkan gua penemuannya itu kepada Tilana.
"Wahhh, gua itu tertutup awan putih yang lebih tebal lagi..! " Seru Tilana kagum dan penasaran dengan gua itu.
"Mmm, sayang sekali kita sulit untuk mengetahui gua itu dengan jelas. " Kata Yu Lian Shing nada penasaran sekali.
"Iya, kita harus memiliki ilmu ginkang yang tinggi untuk kita bisa pergi ke gua itu. " Kata Liu Lu Sian menghela napas dalam-dalam kecewa dengan ilmu ginkang nya yang masih kurang tinggi.
"Kalian bisa mengunjungi gua itu melalui jalur di sisi barat hutan pinus yang bunganya berwarna putih seperti bunga kapas itu. " Kata Zhang Xiao Long menunjukkan arah yang baik untuk para istrinya untuk melihat dan menyelidiki gua yang telah mereka lihat dari tempat mereka saat ini.
"Hmm, ide yang bagus sekali.. Mari kita pergi ke sana.. Ayo Kak Long.. Kita lihat bersama-sama gua itu..! "Tutur Liu Yi Fei meraih jemari kanan Zhang Xiao Long dengan tatapannya yang manis dan lembut kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, baiklah.." Jawab Zhang Xiao Long dengan senyuman tampannya kepada Liu Yi Fei dan keempat orang istrinya yang lain.
Mereka melesat cepat bersama-sama melalui hutan pinus untuk menuju ke gua yang telah di lihat oleh mereka di dekat pintu masuk ke desa paling selatan di puncak gunung Thai San.
Setibanya di pintu gua terdapat kolam bunga teratai daun sembilan yang menutupi gua yang dindingnya terukir sebuah aksara kuno sekali yang membuat hati Zhang Xiao Long semakin penasaran dengan isi dalam gua itu.
"Siapa di sini yang pernah mempelajari tulisan aksara kuno di dinding itu? " Tanya Zhang Xiao Long dengan senyuman kepada kelima orang istrinya yang menatapnya bingung.
"Tidak.. Aku tak tahu ukiran apa itu. " Jawab kelimanya dengan jujur kepada Zhang Xiao Long yang memegang dagunya sendiri dengan kedua matanya menatap ke arah dinding di depan mata nya.
Ketika ia fokus pada dinding yang menutup gua itu tiba-tiba terdengar suara gesekan pada batu besar di kolam bunga teratai daun sembilan di depannya itu.
Kreeekkk!
Sebuah celah atau lubang terlihat di dua sisi dari kolam bunga teratai daun sembilan yang telah memperlihatkan sebuah tangga yang curam dan gelap menuju ke dasar lembah-lembah di gunung Thai San.
"Wahhh... Ada jalan menuju ke lembah-lembah di gunung Thai San.. " Kata Liu Lu Sian menutup mulutnya dengan saputangan karena terkejut sekali melihat hasil penemuan mereka.
"Hmm... Apakah kalian ingin ikut aku untuk turun ke lembah-lembah di gunung Thai San di bawah sana? " Tanya Zhang Xiao Long melihat kelima orang istrinya yang serentak menganggukkan kepala kepadanya.
"Ya..! Kami ingin ikut kemanapun kamu pergi, Kak Long sayang. " Jawab Liu YI Fei mencubit bibirnya dengan senyuman manisnya yang bisa menggoda iman Zhang Xiao Long namun pria itu memiliki ilmu penangkal godaan cinta yang tidak pernah di sadari nya dari hasil pelatihan ilmu intisari pegunungan cinta abadi dan pegunungan Thai San dalam waktu singkat sekali sehingga ia menjadi sosok yang tidak terpengaruh oleh cinta dan godaan wanita meskipun wanita-wanita itu adalah istrinya sendiri.
"Baiklah.. Ayo kalian ikuti saja langkahku untuk turun dengan tangga itu. " Kata Zhang Xiao Long yang membimbing kelima orang istrinya yang kini di anggap sebagai adik-adik angkat atau pengawal -pengawal pribadinya saja.
Zhang Xiao Long turun lebih dahulu sebelum kelima orang istrinya yang melangkah di tangga secara perlahan-lahan mengikuti langkahnya yang di sesuaikan dengan kaki -kaki pendek dari kelimanya agar kelima orang istrinya dapat turun ke lembah-lembah gunung Thai San dengan aman.
"Kak Long, lihatlah...! " Liu Lu Sian menunjuk ke arah kiri dari lembah-lembah gunung Thai San dan sebuah cahaya pelangi terpancar dari dua gua di lembah-lembah itu.
"Kalian tunggu di sini dan biarkan aku yang pergi ke arah sana untuk melihat dua gua di bagian kiri lembah-lembah di gunung ini. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada kelima orang istrinya.
"Iya, Kak Long.. " Jawab kelima orang istrinya dengan patuh.
Bersambung!