Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Hutan Kecil Sungai Le Bagian Dua.


Trang!


Trang!


Trang!


Pedang di tangan anak buah Gu Liang Chun di tangkis dengan amat tangkas oleh Amira Ming yang memutar pedangnya bak Kincir angin yang menebas sejumlah pedang di tangan para anak buah Gu Liang Chun.


Zhang Xiao Long menghadapi saudari Gu Liang Chun dengan ilmu sinkang arak sakti di tangan kanan dan ilmu sinkang bunga harum sakti di tangan kiri yang membuat saudari Gu Liang Chun terlempar jatuh dari atas pohon dan tewas dalam waktu singkat.


Desss!


Bruak!


Gu Liang Chun sendiri dihadapi oleh Guan Xiao Tong yang menggunakan ilmu silat pedang Guan yang sangat tangkas sehingga ilmu pedang yang dimainkan oleh Gu Liang Chun terkurung oleh ilmu pedang Guan.


Wuttttzz!!


Trang!


Trangg!


Nona Ying Ying dan Mantan Kaisar Yongle terus bekerjasama dalam menghadapi serangan maut yang dilontarkan oleh para anak buah Gu Liang Chun yang mengurung mereka dengan ilmu formasi jaring maut melalui permainan pedang yang sangat mematikan sehingga keduanya itu harus menggunakan ilmu pedang gabungan dari ilmu pedang walet Ying dengan ilmu pedang Tupai Yong yang membuat keduanya berhasil menghalau para musuh mereka.


Trang!


Trang!


Trang!


Luo Guo Xiang meluncur dengan pedangnya itu menebas sejumlah besar pasukan Gu Liang Chun yang mengurungnya dengan serangkaian serangan yang mengancam keselamatannya.


Wushhh!


Crakk!


Crakk!


Zhang Xiao Long melesat cepat sekali dengan melontarkan ilmu sinkang lidah naga merah di kedua telapak tangannya yang menghantam ke sejumlah besar anak buah Gu Liang Chun di sekitar istrinya.


Dessss!


Amira Ming menggerakkan pedangnya dengan ilmu pedang ular piton yang membuat gerakan pedangnya seperti seekor ular piton yang dapat mengancam keselamatan para anak buah Gu Liang Chun yang menyerangnya secara gesit dan lihai.


Wutzzz!


Para anak buah Gu Liang Chun membentuk satu gerakan yang membentuk jaring Laba-laba yang mengurung Amira Ming dengan serangkaian serangan yang mematikan sehingga istri dari Zhang Xiao Long ini bergerak dengan lebih cepat agar terhindar dari serangan mematikan dari para anak buah Gu Liang Chun.


Betzzzz!


Wheeezzzz!


Zhang Xiao Long yang melihat ancaman yang di tujukan oleh para anak buah Gu Liang Chun pada istrinya itu segera menerjang dengan kecepatan yang luarbiasa dan kedua telapak tangannya itu menghancurkan para anak buah Gu Liang Chun dengan ilmu sinkang lidah naga merah.


Dessss!


Blaarr!


"Ya, Kak Long. Aku baik-baik saja, kau tak perlu mencemaskan Aku." jawab Amira Ming dengan nada lembut merangkul Zhang Xiao Long.


"Awas... " kata Zhang Xiao Long menarik tangan Amira Ming untuk memindahkan posisi istrinya dari depannya ke belakangnya karena ia melihat adanya serangan yang mengancam istrinya dari Gu Liang Chun yang meninggalkan Guan Xiao Tong lawannya yang di keroyok oleh para anak buahnya.


Wushhh!


Zhang Xiao Long menggerakkan telapak tangan ke arah depannya lalu Gu Liang Chun ambruk di tanah dengan wajah pria itu remuk dan dadanya hancur berkeping-keping oleh ilmu sinkang naga merah Zhang Xiao Long.


Desss!


Bruakkk!


Guan Xiao Tong mengamuk dengan ilmu silat pedang rajawali sakti yang membuat pedangnya itu membentuk cakar yang menebas seluruh para anak buah Gu Liang Chun yang dihadapinya itu.


Crakk!


Luo Guo Xiang memekik kaget karena pundak kiri gadis itu telah terluka oleh tebasan salah satu pedang dari para anak buah Gu Liang Chun yang dihadapinya.


"Auhhh! " pekik Luo Guo Xiang.


Nona Ying Ying cepat membantu gadis manis itu dengan ilmu pedang yang langsung menebas seluruh para anak buah Gu Liang Chun yang terakhir.


Crakk!


Crakk!


"Nona Luo.. " Kata Nona Ying Ying dengan cepat menyanggah tubuh Nona Luo sebelum Nona ini ambruk di tanah.


"Apa yang telah terjadi pada diri Nona Luo?" tanya Mantan Kaisar Yongle nada khawatir akan keselamatan salah seorang dari rombongannya itu kepada putrinya.


"Pundak kirinya mengalami luka oleh pedang di tangan salah seorang dari para anak buah Gu Liang Chun, Ayah." jawab Nona Ying Ying segera kepada ayahnya.


Zhang Xiao Long mengajak istrinya untuk dekati Nona Ying Ying agar mereka berdua bisa melihat dari dekat keadaan Luo Guo Xiang yang telah di taruh di bawah pohon oleh Nona Ying Ying.


"Dia mengalami luka cukup parah dan lukanya itu adalah racun ular putih yang berasal dari daerah pegunungan Himalaya sehingga ia harus segera kita carikan penawarnya supaya dirinya dapat segera kita selamatkan. " kata Amira Ming yang memeriksa luka di pundak kiri Luo Guo Xiang.


"Penawarnya berada di lereng gunung Himalaya dan tempat itu berada sangat jauh dari lokasi kita saat ini juga waktunya sangat pendek untuk kita bisa menyelamatkannya." kata Zhang Xiao Long nada serius.


"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk kita bisa menyelamatkannya, Kak Long? " tanya Amira Ming nada cemas terhadap keselamatan Luo Guo Xiang kepada Zhang Xiao Long suaminya di sampingnya.


"Gunakan ilmu sinkang bunga Xia dapat juga kita gunakan untuk menyelamatkannya, istriku." jawab Zhang Xiao Long lembut kepada Amira Ming yang memandangnya dengan kagum pada kesigapan suaminya itu.


"Iya,Kak Long.Mari kita cari tempat yang aman dan nyaman untuk kita bisa menyelamatkannya dari racun ular putih." kata Amira Ming dengan lembut kepada Zhang Xiao Long sembari meraih tangan suaminya dan memerintahkan Guan Xiao Tong untuk menggendong Luo Guo Xiang di bahu pria itu.


Lalu mereka meninggalkan hutan tepi sungai Le dengan melesat cepat ke arah selatan dari tepi sungai Le. Mereka melihat pemukiman yang tak berpenghuni lagi karena para penghuninya telah dibantai oleh Zhang Xiao Long dan teman- temannya. Karena para penghinanya itu adalah Gu Liang Chun dan para anak buahnya.


"Disana ada rumah kosong yang bersih dan bisa kita gunakan sebagai tempat menyembuhkan Nona Luo Guo Xiang, Kak Long." kata Amira Ming menunjuk ke arah rumah kosong di ujung kiri jalan setapak kepada Zhang Xiao Long dan yang lainnya.


"Baiklah, kita segera kesana saja." kata Zhang Xiao Long nada cepat.


Mereka membaringkan Luo Guo Xiang di atas tempat tidur kayu di salah satu kamar tidur di rumah kosong itu, lalu Zhang Xiao Long duduk di kursi depan tempat tidur yang ditempati oleh Luo Guo Xiang dan meletakkan kedua telapak tangannya ke arah pundak kiri Luo Guo Xiang.


"Siapkan air panas untuk membuang darahnya yang mengandung racun ular putih dapat di keluarkan melalui kuku-kuku kedua tangannya di bawah tempat tidurnya." kata Zhang Xiao Long yang memberikan instruksi kepada Amira Ming dan yang lainnya dalam proses menyelamatkan Luo Guo Xiang.


Bersambung!!