
Zhang Xiao Long dan istrinya menyelusuri tepian jalanan di desa pedalaman suku Heng barat dan timur yang terletak di ujung wilayah pegunungan Himalaya untuk menemukan bunga mustika api untuk menyelamatkan calon istri dari Tuan Heng.
"Aku jadi merasa ingin tahu tentang penyakit dari Putri Nepal yang meresahkan hati Tuan Heng, " kata Amira Ming yang berjalan di samping kanan Zhang Xiao Long.
"Iya, sama aku juga, maka itu aku mau pergi ke Kerajaan Nepal untuk menambah pengalamanku di seluruh dunia persilatan daratan besar khusus di wilayah pegunungan Himalaya dan sekitarnya, sayangku. " kata Zhang Xiao Long halus sambil menggandeng tangan istrinya yang lembut dan mungil.
Keduanya memicingkan sepasang mata mereka saat melihat tebing curam di desa tersebut lalu mereka berdua tersenyum karena menemukan apa yang mereka berdua cari.
"Lihat di bawah tanah tebing itulah bunganya ada disana. " kata Zhang Xiao Long melepaskan tangan istrinya untuk melayang turun dengan telapak tangannya menyentuh dinding tebing itu lalu tangan lainnya memetik bunga mustika api yang langsung di lemparkan kepada Ming Ming di atas tebing dan menangkapnya lalu disimpan di saku pakaian tebal wanita muda yang luar biasa cantiknya.
Zhang Xiao Long yang masih bergelantungan di pinggir tebing tidak sengaja melihat sekuntum bunga ginseng warna merah yang memiliki tujuh lembar daun seperti daun teratai di dalam gua di samping dinding tebing itu. Hal ini menimbulkan rasa ingin tahu tinggi di hati Zhang Xiao Long. Ia pun meluncur masuk ke dalam gua itu dengan lincah sekali.
"Ini bukankah bunga ginseng teratai merah yang telah lama hilang dari permukaan bumi ini yang dahulu kala sangatlah bermanfaat untuk ramuan menambah energi di dalam ilmu sinkang para tokoh-tokoh di dunia persilatan daratan besar di masa Kekaisaran Qin kuno. " kata Zhang Xiao Long menatap tetumbuhan di depan sepasang matanya.
Zhang Xiao Long menggunakan saputangannya memetik bunga ginseng teratai merah yang lalu di bungkus dalam saputangannya dan disimpan di dalam saku pakaiannya yang tebal dan hangat juga berwarna merah.
"Kak Long, kau sedang apa di bawah sana? " tanya Amira Ming yang menundukkan wajahnya ke jurang pegunungan Himalaya.
"Menemukan sesuatu yang tentunya bermanfaat bagi kita berdua...Marilah kau ikut aku turun ke gua ini. " jawab Zhang Xiao Long yang tangan kanannya di ulurkan keluar gua lalu menangkap tubuh Amira Ming yang meluncur bebas dari tepi tebing dengan begitu saja.
Brrrr!
Tepp!
"Kak Long, apa yang telah kamu temukan di gua ini? " tanya Amira Ming menengadahkan kepala untuk menatap suaminya yang memeluknya erat dengan sebelah lengan saja.
"Aku menemukan ginseng teratai merah, " jawab Zhang Xiao Long menundukkan wajahnya lalu mencium bibir istrinya.
Amira Ming harus membalas ciuman suaminya dan dari arah belakang punggung suaminya, ia bisa melihat adanya terowongan yang tertutupi oleh akar alang-alang yang rimbun.Ia lantas ajak suaminya untuk melihat ke arah yang ditunjuk oleh jarinya kepada suaminya.
"Terowongan di pinggir jalan di tebing dapat kita temukan di sini. " kata Zhang Xiao Long dengan sepasang mata yang bersinar-bersinar ingin lihat seluruh isi dari terowongan tersebut.
"Adakah kota lain berada di dalam gunung ini yang tidak pernah kita ketahui atau orang-orang di desa pedalaman suku Heng juga tidak tahu?" tanya Amira Ming yang juga penasaran dengan jalanan yang sangat panjang di tutupi oleh akar alang-alang di depan mereka.
"Mungkin saja, kita akan menyelidikinya setelah kita menberikan bunga mustika api kepada Tuan Heng di atas tebing di atas kepala kita yaitu di langit-langit gua ini. " kata Zhang Xiao Long yang mendengar suara Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api yang sedang mencari mereka berdua di sekitar tanah es di atas gua itu.
"Iya.. Ayo, kita temui mereka dahulu sebelum kita mulai menyelidiki daerah yang tertutup dari peta di pegunungan Himalaya ini selain daerah kota tersembunyi yang pernah kita kunjungi beberapa hari lalu dan hancur oleh mu. " kata Amira Ming yang telah mengikuti Zhang Xiao Long melayang kembali ke atas tebing.
Brrrr!
Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api di hadapan mereka telah tersenyum menyambut kedatangan mereka berdua di hadapan Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api sahabat baru mereka.
"Kak Tong, kau menemukan apa dari pencarian mencari bunga mustika api yang sekarang ini telah aku berikan kepada Tuan Heng setelah aku berhasil mendapatkannya? " tanya Zhang Xiao Long ramah kepada Liu Tong.
"Sebuah jejak kaki lima orang di atas tebing sana itu. " jawab Liu Tong menunjuk ke atas tebing kiri atas mereka dengan pedang bersarung milik Liu Tong sendiri.
"Hmm.. Ayo kau tunjukkan kepadaku dimana kau temukan jejak kaki lima orang itu. " kata Zhang Xiao Long yang telah melayang ke atas tebing di kiri bersama dengan Amira Ming dan diikuti oleh Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api.
Brrr!
"Disana.. " kata Liu Tong yang mengikuti langkah Zhang Xiao Long ke arah timur dari atap desa sungai api dan menunjukkan adanya jejak kaki lima orang kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long mengibaskan lengan bajunya ke arah jejak kaki lima orang lalu menampakkan sebuah pintu yang tertutup es tebal dan salju di atasnya terdapat beberapa ukiran seperti jejak kaki lima orang yang telah dilihat oleh Liu Tong dan mereka semua.
"Hmm, pintu masuk ke kota Langit Himalaya ada di sini, di atas langit-langit desa sungai api. " kata Tuan Heng dengan nada serius sekali. Dan, pria ini berjongkok di samping pintu tersebut lalu pedangnya menghancurkan es dan salju yang menutupi pintu.
"Bukan pintu melainkan tipuan untuk menghalau musuh. " kata Zhang Xiao Long dengan tepat sekali setelah melihat pintu tersebut adalah batu es yang diukir seperti pintu di atas tanah.
"Ohhh.. Aku kecewa sekali."kata Tuan Heng yang menghembuskan napas dalam-dalam sebelum mengikuti Zhang Xiao Long kembali ke tebing di bawah yaitu tebing awal mereka berkumpul di desa sungai api.
"Kita bisa masuk ke dalam kota langit Himalaya melalui jalan di dalam gua dinding tebing ini." kata Zhang Xiao Long menengok kepada Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api juga Liu Tong.
"Ahh,apa? " tanya Tuan Heng tak percaya dengan ucapan Zhang Xiao Long.
"Ikuti saja aku dan istriku ini.. Ayo.. " kata Zhang Xiao Long tak sabar untuk menyelidiki jalanan di tutupi oleh akar alang-alang di gua itu sambil ia mengajak istrinya turun ke gua itu bersamanya.
Brrrr!!
"Aku selalu mempercayai majikanku yang selalu mendapatkan pencerahan dari Alam semesta yang menjadi sahabatnya untuk misi-misi yang dijalankannya dapat berjalan dengan sempurna. " kata Liu Tong dengan senyum cerah dibibirnya lalu menyusul Zhang Xiao Long dan Amira Ming ke gua.
Brrrr!
"Ikuti saja mereka yang penting kita tidak akan pernah tersesat untuk pulang ke Kerajaan Nepal untuk misi menyembuhkan calon istri mu. " kata Kepala desa bunga mawar api yang menariknya turun ke gua, lalu mereka menemukan Zhang Xiao Long, Amira Ming dan Liu Tong telah sibuk menghancurkan akar alang-alang dengan ujung pedang mereka masing-masing.
Tak berselang lama kemudian, jalanan yang luar biasa panjangnya terlihat dengan jelas oleh Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api yang di berikan senyuman manis oleh Zhang Xiao Long yang bersikap membangga-banggakan dirinya sendiri sebagai seorang pria yang cerdas dan beruntung di seluruh dunia ini.
"Emm, ya, aku mengaku kamu seorang pria yang hebat dalam segala hal. " kata Tuan Heng yang menjura hormat kepada Zhang Xiao Long yang berada di depannya.
Bersambung!!