
Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming dengan sikap santai mengamati pertandingan antara Raja Lin Mo Lang melawan Pendeta Jin di dalam hutan bambu Lin. Mereka melihat bahwa Raja Lin Mo Lang telah mengalami luka di dahi pria itu sehingga hasil pertandingan tersebut telah di menangkan oleh Pendeta Jin.
"Pendeta Jin, Aku Raja Lin Mo Lang mengaku kalah darimu dalam pertandingan ilmu silat yang telah disaksikan oleh rembulan di tengah malam hari ini di dalam hutan bambu Lin. " kata Raja Lin Mo Lang dengan sikap gagah perkasa menerima kekalahannya dari Pendeta Jin.
"Raja Lin Mo Lang, Aku mengucapkan terima kasih atas sikap gagah perkasamu yang berani untuk mengakui kesalahanmu, maka Aku ingin kamu menyatakan bahwa putrimu tidak bisa berjodoh dengan muridku." kata Pendeta Jin.
"Ya, Aku tahu putriku tak cukup baik untuk murid mu. Pendeta Jin, aku mohon mundur diri untuk kembali ke rumah ku di kota Lin An pusat. " kata Raja Lin Mo Lang yang menjura hormat kepada Pendeta Jin lalu berkelebat meninggalkan hutan bambu Lin.
Brrrr!
Pendeta Jin merapikan alat musik kecapi-nya di punggungnya lalu melesat cepat ke arah paling dalam hutan bambu Lin karena pria tua ini telah mendengar kedatangan seseorang yang telah lama untuk di tunggu olehnya itu.
Swushh!
Zhang Xiao Long mengajak Tan Tan Ling Ming mengikuti arah perginya Pendeta Jin ke arah lain dari hutan bambu Lin yaitu tepi sungai pelangi yang menarik perhatian mereka berdua dengan keanehan dari sungai tersebut.
Disana ada seorang gadis remaja cantik jelita di atas batu karang yang tumbuh di tengah-tengah sungai pelangi sehingga cahaya air sungai itu menyinari gadis itu. Gadis itu bukan Nona Muda Lin yang telah mereka lihat di kedai teh pinggir jalan raya depan pintu masuk ke dalam kota Lin An pusat. Gadis itu memandang tajam kepada Pendeta Jin yang telah hadir di hadapan gadis itu dengan punggung tergantung kecapi.
"Pendeta Jin, kau sudah mengalahkan Ayahku di dalam pertandingan ilmu silat di dalam hutan bambu Lin untuk tujuan utama mu adalah kamu menolak dengan tegas hubungan asmara aku dengan muridmu hanya karena Aku gadis suku pedalaman Lin yang terkenal dengan sikap dan sifat kasar ku dan Raja Lin Mo Lang ayahku itu adalah seorang Raja miskin yang tidak punya harta apapun. " kata Nona Lin menatap sakit hati kepada Pendeta Jin.
"Benar sekali apa yang telah kamu katakan pada Ku, Nona Lin. Aku memang tak pernah menyukai kamu dan keluarga mu yang menurutku sama sekali tidak pantas untuk menjadi bagian dari keluarga kami yang terhormat di seluruh wilayah ini meskipun Ayahmu adalah penguasa kota Lin an pusat namun Aku adalah tokoh senior yang lebih disegani oleh seluruh rakyat di wilayah ini daripada Ayahmu." kata Pendeta Jin nada tajam sekali kepada Nona Lin.
"Cih..! Kau sungguh seorang pria tua yang hanya memandang dunia dengan kekayaan omong kosongmu saja.. " kata Nona Lin yang menatap tajam kepada Pendeta Jin yang sudah gunakan pukulan telak ke arah Nona Lin dengan tubuhnya menerjang maju ke arah Nona Lin.
Swushhh!
Nona Lin yang telah melihat datangnya ancman yang membahayakan dirinya itu dengan cepat menggunakan telapak tangannya menyerang ke arah depannya untuk menghadapi pukulan telak dari Pendeta Jin.
Wuttzzz!
Namun sebelum gadis itu mendekati Pendeta Jin tiba-tiba sebuah pukulan telak yang telah lebih cepat telah membuat Pendeta Jin harus menarik pukulannya agar Pendeta Jin tidak lukai muridnya sendiri yang telah berdiri di depan Nona Lin dengan sikap melindungi Nona Lin.
" Luo Huang Ding, kenapa kamu melindunginya dari Gurumu sendiri? Bukankah kamu dan aku telah sepakat untuk kamu tidak lagi memiliki hubungan dengan gadis tak layak untuk kamu? " tanya Pendeta Jin nada tak suka dengan sikap muridnya itu.
"Guru, karena aku tak pernah bisa hidup tanpa dia di sisiku. " jawab Luo Huang Ding dengan sikap tegas kepada Pendeta Jin.
"Bodoh sekali kamu itu..! Apakah kamu mau jadi murid durhaka pada gurumu sendiri? " Pendeta Jin nada ketus kepada muridnya.
"Aku bukan mau jadi murid durhaka pada guruku sendiri melainkan Aku tak mau guru membunuh gadis yang paling aku cintai meskipun guru tak pernah suka dengannya. " kata Luo Huang Ding yang tangannya telah menggenggam tangan Nona Lin di belakangnya.
"Keterlaluan sekali kamu itu, Huang Ding. Aku sudah membesarkan namamu dan menjadikan kamu sebagai seorang pria yang berkuasa di wilayah ini namun kamu malah membalasnya dengan kamu menentang keinginan Aku sebagai gurumu sendiri..! " bentak Pendeta Jin.
"Guru, Aku ucapkan terimakasih untuk budi baik mu untuk Aku namun hidupku adalah hidupku, jadi guru tak pernah bisa mengatur kehidupan ku sendiri.. " kata Luo Huang Ding nada tegas.
"Baik, kalau begitu kamu harus bisa memberikan koin lambang naga air utara milikmu kepadaku untuk aku bisa memberikannya kepada muridku yang lain. " kata Pendeta Jin nada memerintah kepada Luo Huang Ding.
"Baik, Guru.. Ini koin yang guru inginkan.. " kata Luo Huang Ding melemparkan koin tersebut kepada Pendeta Jin yang cepat menyimpan koin di dalam saku pakaian pria tua itu sendiri lalu Pendeta Jin meninggalkan muridnya bersama Nona Lin.
Luo Huang Ding tidak mempedulikan Pendeta Jin atau gurunya sendiri. Pria itu membalikkan badannya untuk menghadapi kekasihnya yang telah masuk ke dalam pelukannya dengan air mata kebahagiaan.
"Kakak Ding.. "
"Chi Ying.. "
Keduanya saling berpelukan di atas batu karang di tepi sungai pelangi sampai mereka berdua melihat kehadiran sepasang kekasih muda yang duduk dengan tenang di salah satu batu karang lain di tepi sungai pelangi.
"Kalian berdua itu siapakah? " tanya Luo Huang Ding menatap penuh selidik kepada sepasang kekasih yang menarik perhatiannya itu.
"Aku adalah Zhang Xiao Long Pendekar Naga Merah dan wanita muda di sebelah kananku ini adalah istriku Tan Tan Ling Ming. " jawab Zhang Xiao Long nada tenang sekali.
"Ehh, apa tujuan utama kalian mengunjungi kota Lin an pusat kami? " tanya Nona Lin tanpa basa basi kepada Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming karena gadis itu mengenali mereka berdua yang pernah di lihat oleh gadis itu di kedai teh.
"Bertemu dengan Ayahmu,Nona Lin. " jawab Zhang Xiao Long tanpa sungkan.
" Baik, terimakasih banyak Nona Lin."kata Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming yang sudah berdiri di atas batu karang lalu mengikuti Nona Lin dan Luo Huang Ding yang melesat cepat ke arah kota Lin an pusat.
Brrrr!!
Berkat bantuan dari Nona Lin yang menjadi putri dari Raja Lin Mo Lang. Mereka berdua dapat masuk ke kota Lin an pusat bahkan mereka telah diizinkan untuk masuk ke istana Raja Lin Mo Lang yang terletak di daerah paling dalam dari kota Lin an pusat.
"Pendekar Naga Merah apa tujuanmu untuk bertemu dengan Aku Raja Lin Mo Lang? " tanya Raja Lin Mo Lang dengan sikap ramah kepada Zhang Xiao Long begitu ia menemui tamunya di aula utama istananya sendiri.
"Aku mau meminta bantuan dari mu untuk misi pelayaran ke pulau Naga Giok di utara dengan kapal laut milikmu dengan cara Aku menyamar sebagai anak buah kapal mu agar Pendeta Jin dan orang-orang nya tidak mengetahui kehadiran Aku yang akan menghancurkan mereka di pulau yang jaraknya berdekatan dengan pulau Beruang Utara. " jawab Zhang Xiao Long dengan sikap ramah kepada Raja Lin Mo Lang.
"Pendekar Naga Merah, Aku Luo Huang Ding dan Lin Chi Ying beserta pasukan kami akan bantu Anda untuk misi yang mulia bagi seluruh rakyat wilayah Kekaisaran Naga Merah kita tercinta. " kata Luo Huang Ding menepuk-nepuk dadanya untuk menyatakan bahwa ia akan menjadi salah seorang dari pengikut setia Zhang Xiao Long.
"Baik, Aku terima dirimu sebagai salah seorang dari pengikut setiaku.. " kata Zhang Xiao Long nada senang hati menerima orang-orang yang setia kepadanya.
"Pendekar Naga Merah, Aku Raja Lin Mo Lang akan mempersiapkan segalanya untuk misi kita ke pulau Beruang Utara dengan sempurna.. " kata Raja Lin Mo Lang yang segera memanggil para pasukannya untuk menyediakan sebuah kamar tidur di kapal lautnya untuk Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming di bagian bawah di kapalnya.
Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming telah menyamar sebagai para anak buah kapal laut milik Raja Lin Mo Lang dengan ditemani oleh Luo Huang Ding dan Nona Lin beserta para pasukan khusus Raja Lin Mo Lang.
Di dalam kamar lantai bawah kapal laut Raja Lin Mo Lang terlihatlah Zhang Xiao Long duduk di bangku kayu dengan sikap tenang sekali sambil makan malam bersama istrinya dan Luo Huang Ding dan Nona Lin Chi Ying.
"Nona Lin, bolehkah Aku bertanya tentang satu hal kepadamu? " tanya Tan Tan Ling Ming nada bersahabat kepada Nona Lin yang duduk di sisi kanannya sambil membaca buku yang ditaruh di pangkuannya.
"Ya, silakan, Nyonya muda Zhang. " jawab Nona Lin ramah.
"Koin lambang Naga air utara itu apakah ada fungsinya? " tanya Tan Tan Ling Ming nada biasa saja kepada Nona Lin.
"Ada, untuk membuka gunung di tengah-tengah pulau Naga Giok yang berada di dalam air laut dan menjadi legenda seluruh rakyat dan para tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar kuno di zaman Kekaisaran Qin kuno yang legendanya sudah mendarah daging di benak orang-orang Kekaisaran Li yang menilai bahwa pulau itu adalah milik leluhur mereka."Jawab Nona Lin.
Zhang Xiao Long dan Luo Huang Ding memilih untuk membahas tentang bagaimana cara untuk menghadapi para anggota sekte beruang Utara di pulau beruang Utara bahkan Luo Huang Ding menceritakan riwayat hidupnya kepada Zhang Xiao Long.
" Kau adalah putra dari Kaisar Luo yang terkenal di dunia persilatan daratan besar bagian utara yang di besarkan oleh musuhmu sendiri yang dahulunya pembunuh seluruh keluargamu agar musuhmu mendapatkan kekuasaannya yang selalu mengatur kamu untuk dijadikan sebagai penguasa bonekanya? "tanya Zhang Xiao Long mengangguk paham dengan penuturan kisah hidup Luo Huang Ding dari pria muda itu sendiri.
" Iya, dan aku baru tahu tentang rahasia kejam dari guruku sendiri dari kekasih aku sendiri yang ingin dibunuh oleh guruku sendiri. "jawab Luo Huang Ding memejamkan sepasang matanya.
"Tuan Luo, tabahkanlah hatimu supaya kamu tak akan pernah bisa dihancurkan oleh musuhmu yang ingin menjatuhkanmu melalui mentalmu agar kamu takkan pernah bisa melawannya. " kata Zhang Xiao Long memberikan dukungan untuk Luo Huang Ding.
"Kau benar dan terimakasih untuk kamu yang sudah memberikan dukungan untuk aku bisa lihat kenyataan tentang guruku yang tidak layak untuk dihormati olehku. " kata Luo Huang Ding yang menilai Zhang Xiao Long sebagai teman yang baik baginya.
"Sama-sama Luo Huang Ding. Aku pun menyukai kamu sebagai seorang sahabat yang baik untuk ku, " kata Zhang Xiao Long tulus menganggap Luo Huang Ding bukan sekadar teman baiknya melainkan sahabatnya sendiri.
"Pendekar Naga Merah, terimakasih banyak.. " kata Luo Huang Ding yang menjatuhkan dirinya untuk bersujud di depan Zhang Xiao Long.
"Hei, kau jangan bersikap seperti ini di tempat ini karena aku tak mau rencana kita gagal. " kata Zhang Xiao Long cepat memerintahkan Luo Huang Ding untuk bersikap biasa saja dengan duduk di bangkunya dengan sikap seakan-akan ia tidak tahu kalau Zhang Xiao Long adalah Sang Kaisar Naga Merah penguasa daratan besar.
"Ya, maaf. Aku terlalu bersemangat karena kamu begitu baik hati menerima Aku sebagai sahabat mu. " kata Luo Huang Ding yang sikapnya itu menjemukan Zhang Xiao Long.
Nona Lin diam-diam memperhatikan gerak-gerik setiap orang yang berada di kapal laut milik ayah nya sendiri untuk memberikan laporan mengenai tokoh-tokoh yang berlayar ke pulau beruang Utara di kapal laut yang sama dengan kapal laut yang ditumpangi oleh Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming.
"Tunggu, kenapa kapalnya berhenti di tepi pantai yang berbeda dengan pulau beruang Utara yang menjadi tujuan kita? " tanya salah seorang dari anggota Sekte Kun Lun Pai yang berdiri di dekat tiang-tiang kapal laut milik Raja Lin Mo Lang kepada temannya yang percakapannya telah di dengar oleh Zhang Xiao Long dengan jelas.
"Hei, kamu benar sekali Tuan Muda Chen Wai Ting.. " jawab temannya yang segera melihat ada sejumlah orang-orang yang berpenampilan garang melompat ke atas kapal laut milik Raja Lin Mo Lang dari pulau yang bentuknya sangat mirip seperti kelelawar namun mereka tak bisa bicara lebih banyak lagi. Karena sekelompok orang itu telah menyerang mereka dengan sadis sekali.
Crakkkk!
Kuku -kuku orang-orang itu mencabik-cabik tiap orang-orang di lantai atas kecuali mereka yang bisa memberikan perlawanan terhadap para musuh liar dan ganas itu.
"Celaka... Kapal laut milik Raja Lin Mo Lang telah dibajak oleh Pasukan Pulau Kelelawar Iblis...! " pekik anggota sekte-sekte dunia persilatan daratan besar yang segera melarikan diri dari kapal laut milik Raja Lin Mo Lang dengan cara melemparkan sekoci yang berada di lantai paling bawah dari kapal laut milik Raja Lin Mo Lang.
Bersambung!!