
Yanmi membuka sepasang matanya ketika ia merasakan sakit luar biasa pada dalam tubuh nya usai meminum pil penawar racun serbuk bunga mawar hitam yang di berikan oleh Li Yun Shiang kepadanya.
" Kak Li, kenapa tubuh ku sakit sekali? " Tanya Yanmi memegangi lengan Li Yun Shiang dengan wajahnya pucat merasakan darah mengucur keluar dari dalam tubuhnya. Tetapi, Li Yun Shiang tidak membantunya hanya melihatnya di bawah sepasang sepatu kulit pemuda tampan itu sampai gadis itu memucat di seluruh wajah dan bibirnya bergetar menahan sakit.
" Ahhh, apa ini?? Ahhh.. "
Yanmi tergeletak pingsan seketika itu juga dan terbangun di tempat tidur yang hangat dan baju nya pun baru dan bersih namun tubuhnya terasa lemas sekali sehingga ia tak bisa bangun untuk duduk di tempat tidur yang mewah itu.
" Apa yang telah terjadi pada diriku? Kenapa aku bisa berada di tempat tidur ini? Auw, sakit sekali. " Kata Yanmi dengan suara lemah. Lalu gadis itu terjatuh pingsan lagi ketika ia teringat dengan darah yang mengucur keluar dari bawah tubuh nya. Seketika itu juga airmata kesedihan pun mengalir deras di wajahnya yang cantik jelita itu.
" Ouh, Kak Long.. " Batin Yanmi menangis sedih mengingat suaminya yang terpisah darinya dan kini Ia harus kehilangan sesuatu yang paling berharga daripada hidupnya tanpa di sadari nya itu.
Kapal laut Kekaisaran Li membawa pergi Yanmi ke utara menuju ke tepi pantai utara yang tak jauh dari kota Jing.Sedangkan kapal laut laskar Naga Merah menuju ke selatan untuk pergi ke Kerajaan yang bernama Kerajaan Dalibisi untuk tujuan misi selanjutnya dari rencana Zhang Xiao Long dan laskar Naga Merah.
Malam itu di ruangan nomor tiga Zhang Xiao Long dan para pasukannya mengadakan rapat membahas langkah yang mereka gunakan untuk meraih kesuksesan di dalam misi mereka yang berikutnya.
" Aku tahu Dalibisi itu cukup jauh dari daerah Bao yang menjadi tujuan utama ku usai mengunjungi Pulau Yun yang kini menjadi Pulau Naga Merah ku. " Kata Zhang Xiao Long dengan wajahnya yang serius menghadapi semua orangnya yang mengelilingi meja bundar di ruangan tersebut.
" Keluarga Bao harus di selidiki dengan tepat untuk masalah keuangan pembangunan di kota kecil Ci yang berdekatan dengan wilayah gurun pasir kuning. " Kata Liu Tong membuka peta seluruh daratan besar di meja kerja untuk semua teman bisa melihat peta tersebut dengan jelas.
" Harus, sebab orang-orang di keluarga Bao itu terlibat kasus korupsi pajak di wilayah Ci dan Yung. " Kata Beng Loan Ki menunjukan wilayah Ci dan Yung dengan tanda silang di peta.
" Perampokan uang rakyat harus di tangani oleh seorang yang pandai dalam merampok kembali hasil orang-orang keluarga Bao dan pengikutnya yang berasal dari sekte ular cobra Yung. " Kata Puteri Ming Ming mengingatkan Zhang Xiao Long mengenai di setiap daerah pasti ada dua atau tiga sekte yang melibatkan diri dengan pemerintahan atau pemberontakan di suatu Kekaisaran di manapun juga.
" Ya, kau benar sekali Tuan Putri. Kita harus cari orang yang tepat untuk menangani masalah yang satu ini. " Kata Zhang Xiao Long menatap tajam semua orangnya.
" Bagaimana kalau kita berbagi tugas saja untuk menyelesaikan beberapa masalah yang harus kita selesaikan dengan sempurna setelah kita turun dari kapal laut laskar Naga Merah ini pada esok lusa? " Usul Yu Lian Shing yang ikut serta dalam rapat tersebut.
"Ya, kitapun harus menyelidiki pusaka apa yang di curi oleh Tang Hui Lan dari Istana Kerajaan Tang yang telah di curi pula oleh orangnya Sang Perdana Menteri Chin sebelum gadis sialan itu mendatangi ruang rahasia penyimpanan harta pusaka Kerajaan Tang. " Kata Xi Ke yang ikut menyuarakan pendapatnya di dalam rapat itu.
" Ya, tugas ini akan ku serahkan kepada mu dan Liu Ting Ting untuk menyelidikinya ulang di istana Kerajaan Tang lalu berikan laporan kalian kepada ku di pintu masuk utama ke Ibukota Kekaisaran Li pada tanggal dua puluh empat akhir bulan ini. " Kata Zhang Xiao Long mengatur bagi-bagi tugas kepada semua orangnya yang hadir di rapatnya.
" Baiklah, Paduka. " Jawab keduanya serentak.
" Puteri Ming Ming bagaimana kalau kamu dan Paman Beng Loan Ki pergi ke kuil Shaolin untuk mewakili ku dalam menghadiri perjamuan para pendekar wilayah selatan yang akan di hadiri oleh seorang kepala daerah Zhen. " Kata Zhang Xiao Long menoleh ke arah Puteri Ming Ming yang duduk di kursi samping kanan Liu Tong.
" Baiklah, aku bersedia untuk hadir di perjamuan di kuil Shaolin untuk mu dan juga aku ingin tahu tentang Raja Dewa Tanpa Tanding yang selalu hadir di awal musim semi di puncak gunung Thai San yang mungkin akan di bahas di perjamuan itu. " Kata Puteri Ming Ming dengan senyuman manis dan tegasnya kepada Zhang Xiao Long.
" Baik, karena aku sudah membagikan tugas kepada kalian semua yang menjadi laskar Naga Merah ku. Sekarang aku harus pamit untuk aku segera pergi ke Dalibisi secepat mungkin untuk urusanku dan urusan kalian bisa terselesaikan dengan sempurna. " Kata Zhang Xiao Long yang telah berdiri di depan kursinya lalu menjura hormat sambil memegang cangkir arak untuk bersulang dengan semua orangnya yang telah menyatakan untuk setia seumur hidup kepada nya.
" Hidup Pendekar Naga Merah...! Masa depan dunia akan cemerlang dengan kehadiran mu.. ! " Sorak para pasukannya seraya bersulang minum arak bersama dengannya.
Lalu Zhang Xiao Long memimpin pasukannya untuk minum arak bersama sampai habis dan cangkirnya di lempar keluar kapal laut laskar Naga Merah untuk menyatakan tekad mereka adalah satu untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.
Prang!
" Kak Long, bagaimana dengan kami bertiga dan Hu Yang San? " Tanya Liu Lu Sian dengan nada halus kepada Zhang Xiao Long.
" Kalian bertiga adalah istriku, tentu saja kalian wajib mengikuti aku ke mana saja aku pergi dan begitu juga dengan Hu Yang San , dia adalah tunggangan ku yang paling aku sayang, maka ia harus mengikuti aku juga. " Jawab Zhang Xiao Long membelai kepala singa raksasanya yang berlutut manja di depannya dengan wajah yang sangar tetapi sinar mata singa itu lembut sekali kepada Zhang Xiao Long.
Bersambung!