Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kota Bulan Luo Bagian Dua.


Bayangan hitam yang jumlahnya sekitar delapan belas orang telah berdiri di hadapan Zhang Xiao Long dan Amira Ming dengan dipimpin oleh dua orang pria kembar yang berpenampilan seperti juru masak di kedai makan pinggir jalan kota Bulan Luo.


"Wah, baru saja kita datang ke kota bulan Luo, kita telah disambut dengan mereka." kata Amira Ming yang berdiri di samping kanan Zhang Xiao Long.


"Iya,mari kita berbagi tugas untuk menyelesaikan masalah yang datang kepada kita, sayangku." kata Zhang Xiao Long menatap tajam kepada dua puluh orang yang berdiri di hadapan mereka.


"Kalian berdua terlalu memandang rendah kami sepasang pendekar kembar dari sekte elang biru kota bulan Luo yang merupakan penguasa kota ini." kata sepasang pria kembar itu dengan sinar mata tajam kepada Zhang Xiao Long dan Amira Ming.


"Emm, kami tidak peduli kalian itu siapa dan dari mana asal kalian?!" hardik Zhang Xiao Long yang telah mengeluarkan pedang naga merah di tangan kanannya dan bersiap untuk menghadapi musuh-musuh di hadapannya.


"Bedebah cilik kalian..! Lihatlah pedang kami..!" hardik sepasang pria kembar dihadapannya dan mereka juga telah mengeluarkan pedang mereka yang segera terhunus tajam kepada Zhang Xiao Long yang mereka nilai jauh lebih berbahaya daripada Amira Ming maka mereka berdua telah memutuskan untuk mengeroyok Zhang Xiao Long daripada Amira Ming.


Wutzzz!


Trang!


Trang!


Sepasang pria kembar itu bernama Siang Kun dan Siang Jin yang menggunakan pedang naga hitam kembar untuk menghadapi pedang naga merah di tangan Zhang Xiao Long.


Singgg!


Amira Ming mengeluarkan pedang Phoenix yang langsung menyerang delapan belas pedang di tangan delapan belas anak buah sepasang pria kembar itu.


Trang!!


Zhang Xiao Long berkelebatan dengan pedang di tangannya menangkis setiap serangan maut yang datang dari sepasang pedang di tangan pria kembar itu yang sangat bernafsu untuk membunuhnya.


Wuttzz!


Trang!


Trang!


Amira Ming memutar pedangnya ketika melihat delapan belas pedang di tangan delapan belas anak buah dari sepasang pria kembar itu yang menyerangnya dari segala sisi


Trang!


Trang!


Trang!


Pedang naga merah meliuk-liuk di tangan Zhang Xiao Long saat mengahadapi sepasang pedang kembar dari Siang Kun dan Siang Jin yang luar biasa hebatnya sehingga Zhang Xiao Long telah menggunakan ilmu pedang bunga harum sakti untuk menghadapi ilmu pedang naga hitam di tangan Siang Kun dan Siang Jin di depan dan belakangnya.


Wushh!


Trang!


Trang!!


Trang!


Amira Ming meluncur dengan ilmu pedang sekte Gobi Pai yang membuat pedangnya meliuk-liuk di sekitar delapan belas pedang yang hebat pula sehingga ia menggunakan ilmu ginkang walet sakti yang membuat tubuhnya bergerak dengan seringan burung walet saja.


Wettzzz!


Trang!


Trang!


Crangg!


Zhang Xiao Long yang melihat tangan Siang Kun ingin mengambil pedang naga hitam di tanah di depan Siang Jin segera mengibaskan lengan pakaiannya yang membuat pedang naga hitam di tanah hancur berkeping-keping.


Betttzz!


Blaaar!


Siang Kun membatalkan niatnya untuk meraih pedang naga hitam milik saudaranya karena dia melihat serangan maut yang berasal dari ujung lengan pakaian Zhang Xiao Long sehingga pria itu memilih untuk melompat ke arah Amira Ming dengan niat untuk membunuh wanita itu lebih dahulu untuk membalas dendam kepada Zhang Xiao Long.


Wushhh!!


Zhang Xiao Long yang melihat ancaman yang membahayakan istrinya itu segera melontarkan ilmu pedang naga merah yang membuat pedang di tangannya itu mengeluarkan sinar kemerahan yang menyerang Siang Kun di udara sehingga pria itu telah terpotong oleh pedang naga merah milik Zhang Xiao Long.


Wettzzz!


Crakk!


Zhang Xiao Long juga memotong Siang Jin yang telah menerjangnya dengan telapak tangan yang mengandung hawa racun yang berbahaya bagi keselamatannya itu dengan pedang naga merah telah di lemparkan dengan cepat ke arah Siang Jin.


Crakk!


Amira Ming meliuk-liuk di sekitar delapan belas pedang di tangan delapan belas anak buah Siang Jin dan Siang Kun dengan pedangnya itu membentuk perisai yang melindunginya dan juga menyerang musuh-musuhnya.


Wushh!


Tranggg!


Zhang Xiao Long yang melihat istrinya dikeroyok oleh delapan belas pedang di tangan delapan belas anak buah Siang Jin dan Siang Kun segera melemparkan pedang naga merah yang telah meluncur dengan bebas telah memotong habis delapan belas orang anak buah Siang Jin dan Siang Kun dalam waktu singkat.


Wuttzz!


Crakk!


Crakk!!


Amira Ming segera menyimpan kembali pedang di sarung pedang sambil tersenyum manis untuk Zhang Xiao Long yang melebarkan kedua lengan untuk menyambutnya dengan senyuman cinta yang besar terhadapnya.


"Kak Long, kita harus tempat makan lain yang lebih baik dari tempat ini." kata Amira Ming nada manja kepada Zhang Xiao Long.


"Ya,Adik Ming." kata Zhang Xiao Long memeluk istrinya lalu mengajak istrinya ke sebuah losmen yang telah berhasil mereka temukan di sudut kota bulan Luo.


Di losmen itu, Zhang Xiao Long memesan satu buah kamar dan makanan kepada pihak losmen yang segera menyediakan pesanannya sehingga ia dan istrinya dapat makan malam bersama di losmen.


"Kak Long, kota bulan Luo ini sungguh cantik di malam hari." kata Amira Ming sesudah mereka makan malam bersama.


"Ya, rumah Tabib Xi harus segera kita temukan untuk kita bisa bertemu dengan Raja Dewa Obat Utara itu." kata Zhang Xiao Long yang duduk di kursi kayu di depan balkon kamar losmen sambil menatap rembulan di malam hari itu.


"Mudah sekali jika kita mencari tahu keberadaan Nona Ying Ying dan ayahnya juga temannya itu di kota ini." kata Amira Ming yang berjalan ke arah kamar mandi di sudut kanan kamar losmen.


Zhang Xiao Long memusatkan pendengarannya yang tajam untuk mencari tahu keberadaan tiga orang yang di carinya di kota bulan Luo dengan mendengarkan percakapan seluruh warga di kota tersebut.


"Locianpwe, dimana kita bisa menemukan Tabib Xi untuk mengobati penyakitmu?" tanya seorang pemuda yang menggendong pria paruh baya di punggungnya.


"Terus saja berjalan ke arah barat kota bulan Luo maka kita akan datang menemukan Tabib Xi." jawab pria paruh baya yang bernama Ying Yun di punggung Guan Xiao Tong pemuda tampan yang tidak sengaja menyelamatkan Nona Ying Ying dan ayahnya dari pengepungan orang-orang sekte tiga raja gunung Luo yang membuat ketiga orang ini bertemu dengan para anggota Lu San Pai dan Nona Luo Guo Xiang di luar pintu masuk ke kota bulan Luo.


Bersambung!!