
Wuttzz..!
Tarikan ujung pecut yang di alirkan ilmu sinkang yang cukup hebat dari Li Hong Xiu sangat hebat dan mengejutkan Rong Rong yang memegangi tali pecut pada gagang pecut dengan sekuat tenaga.
Zhang Xiao Long yang memerhatikan kedua orang gadis remaja ini saling menarik pecut dengan ilmu sinkang masing -masing menjadi merasa jenuh sekali dengan suara ramai dari perdebatan kasar kedua gadis remaja yang sama -sama memiliki watak keras hati dan keras kepala.
" Emm..Silakan kalian berdua bertarung dengan memperebutkan pecut untuk memperoleh satu kemenangan kosong belaka di sini..! Aku tak ada waktu untuk menemani kalian di sini..! " Kata Zhang Xiao Long di dalam hatinya sebelum diam -diam pemuda remaja ini telah meninggalkan Rong Rong dan Li Hong Xiu di hutan luar gunung Shen tanpa sepengetahuan kedua orang gadis remaja yang sedang bertarung dengan sengit itu satu sama lainnya.
Zhang Xiao Long berjalan dengan santai sekali sambil menikmati panorama keindahan alam di sekitar pegunungan Shen yang sangat luar biasa indahnya sampai Zhang Xiao Long ingin sekali memainkan seruling bambu nya untuk dirinya bisa menyuarakan hati kagumnya terhadap alam karya Tuhan Yang Maha Esa mengenai gunung yang indah itu.
Suara merdu seruling bambu yang di tiup oleh Zhang Xiao Long menimbulkan ketenangan yang hakiki bagi siapa pun yang mendengarkan suara seruling pemuda remaja yang sangat tampan dan menarik hati itu. Kulit putih, wajah halus dan tubuh yang perawakan sedang dan gagah sekali menambah daya tarik tersendiri untuk melukis tentang seorang Zhang Xiao Long yang saat ini masih berusia enam belas tahun dan belum lama melakukan perantauan ke dunia persilatan.
Di sebuah perkampungan yang sudah tampak di depan sepasang matanya terlihatlah sebuah pertarungan yang menurutnya tak adil sama sekali karena pertarungan itu dilakukan oleh seorang Kakek tua renta yang sudah terluka parah melawan tujuh orang pria berpakaian ala Pendeta asal Tibet namun memiliki lambang tanda tengkorak bersilang dua dan titik bintang warna perak hitam di pakaian dari tujuh orang itu.
" Ummm..Sungguh pertarungan yang curang sekali..! " Kata Zhang Xiao Long yang sudah ingin turun tangan untuk menolong si kakek tua renta tetapi sejumlah kuaci yang datang dari atas pohon telah menyerang tujuh orang pria aneh itu dengan hebatnya.
Suit..!
Suit..!
Suit..!
Tujuh orang berpakaian ala pendeta Tibet yang ada lambang tengkorak silang bintang perak hitam itu secara otamatis melakukan gerakan menangkis dengan menggunakan senjata tajam yang mereka miliki itu agar menyelamatkan diri mereka dari serangan kuaci yang di sambitkan oleh seorang gadis remaja berpakaian serba merah menyala yang duduk santai di atas dahan pohon di hutan perkampungan luar gunung Shen yang sangat indah itu.
Trak..!
Trak..!
Senjata tajam miliki tujuh orang aneh itu dapat meruntuhkan sejumlah kuaci itu tetapi mereka tak bisa meruntuhkan serangan lain yang telah di luncurkan oleh gadis pakaian merah menyala yang berupa daun -daun yang di lepaskan dari dahan pohon bunga Shen kuning oleh gadis itu.
Wutt..!
Wutt...!
Cep..!
Cep..!
Cep..!
" Kurang ajar..! Siapakah kamu gadis cilik yang sudah begitu lancang melakukan penyerangan yang melukai tiga orang anak anggota Sekte Tengkorak Bintang Perak Hitam kami..?! " Hardik salah satu dari tujuh anggota Sekte Tengkorak Bintang Perak Hitam kepada gadis baju merah menyala dengan ruyung nya atau tombak lemas atau tipisnya terhunus ke arah gadis remaja itu.
" Aku adalah Dewi Baju Merah yang merasa tak suka dengan kecurangan kalian dalam bertarung melawan Kakek Ji Ketua Sekte Elang Giok yang ku ketahui sebagai salah satu tokoh ternama di dunia persilatan dari kaum putih atau bersih..! " Jawab gadis remaja baju merah menyala itu dengan nada suaranya begitu lantang sekali dan tegas bukan main kepada salah satu dari tujuh anggota Sekte Tengkorak Perak Hitam.
" Ahh..! Diakah gadis remaja yang baru -baru ini di kenal oleh seluruh dunia persilatan dengan julukan Dewi Baju Merah..?! " Seruan ini datang dari anggota yang paling muda dari tujuh orang anggota Sekte Tengkorak Perak Hitam dengan suara tercekat begitu mendengar nama gadis remaja yang berani menantang mereka itu ialah Dewi Baju Merah.
" Sepertinya..! Kita lihat saja dengan kita dapat membuktikan sendiri kemampuannya dalam menghadapi kita..! " Kata salah seorang dari tujuh orang anggota Sekte Tengkorak Perak Hitam yang kini melangkah maju untuk hadapi gadis remaja yang amat di kenal sangat lihai itu.
" Ummm..! Bedebah tua yang bau tanah lapuk..! Majulah dan silakan kau merasakan ketajaman kuku macan ku ini...! " Tantang Dewi Baju Merah yang sudah melompat turun dari dahan pohon bunga Shen kuning untuk menghadapi salah seorang dari tujuh orang anggota Sekte Tengkorak Perak Hitam.
Seerrtt...!
Tombak tipis di tangan pria tua yang akan di hadapi oleh gadis baju merah sudah bergetar di tangan kiri pria tua anggota Sekte Tengkorak Perak Hitam yang sudah merasa tak sabar lagi untuk menghadapi gadis remaja yang amat sombong itu.
Gadis baju merah dengan sikap tenang sekali telah bersiap untuk maju dengan telapak tangan nya sudah terbuka lebar di depan wajah jelita nya.
Kemudian pria tua itu melesat dengan kecepatan tinggi dengan ujung tombak tipisnya terarah ke gadis baju merah yang merendahkan dirinya sedikit lalu menangkis tombak tipis dari arah samping melalui telapak tangannnya memukul tombak lawan untuk di patahkannya.
Wutt..!
Plakk..!
Seerrtt..!
Pria tua itu segera menarik tombak tipis nya itu terhindar dari patah nya tombak nya itu di tangan gadis remaja yang lihai itu tetapi telapak tangan lain dari gadis remaja itu telah mengenai pipinya hingga giginya rontok dan pipinya telah penyok terkena ilmu pukulan angsa merah dari gadis baju merah itu.
Bruakk..!
" Aughh...! Gigikuu...! " Jerit pria tua dari salah seorang tujuh anggota Sekte Tengkorak Perak Hitam yang kesakitan dan melihat giginya telah rontok semua dari rongga mulutnya ke tanah oleh pukulan gadis remaja yang amat lihai itu.
" Emmm..Jangan khawatikan gigi mu tetapi kau harus mengkhawatirkan nyawamu yang tak kan lama lagi akan terlepas dari raga mu olehku..! " Ujar Dewi Baju Merah yang berkelebatan yang amat gesit luar biasa telah menerjang leher pria itu dengan pukulan saktinya dengan tepat sekali telah meremukkan batang leher salah satu dari anggota Sekte Tengkorak Perak Hitam.
Plakk...!
Bersambung..!