
"Ei, kurang asem sekali kamu mengatakan aku jelek..!" Kata Dewi Baju Merah mendelik marah kepada Zhang Xiao Long yang berdiri di samping kanannya menghadapi sejumlah mayat hidup yang ternyata anggota Sekte Makam Kuno dari Desa Yu yang pimpinannnya berjuluk Tuan Muda Yu.
"Ish, diamlah kau..!" Kata Zhang Xiao Long yang tanpa sadar menggunakan ilmu kemauan kuat nya membungkam mulut Dewi Baju Merah yang seketika itu juga menjadi bius karena urat pita suara nya di totok kaku oleh ilmu kemauan kuat Zhang Xiao Long.
"Hmmmph..! Hmmmphh..!"
Dewi Bunga Merah tak bisa mengeluarkan suara nya yang membuat gadis itu hanya bisa melotot tajam kepada pemuda tampan yang sangatlah galak dan sombong itu.
Lima orang Sekte makam kuno dari desa Yu terkejut melihat gadis baju merah tak bisa bicara lagi tanpa di ketahui oleh mereka apa penyebab si gadis manis ini tiba -tiba menjadi bisu.
"Bocah, katakanlah siapa dirimu dan apa tujuan mu untuk mengunjungi desa Shen ?" Tanya salah seorang dari lima anggota sekte makam kuno dari desa Yu yang berubah nada suaranya yang menjadi sopan kepada Zhang Xiao Long.
" Mengunjungi kerabatku yang tinggal di desa Shen..!" Jawab Zhang Xiao Long asal saja.
"Siapakah kerabatmu itu bila Aku di izinkan oleh mu untuk mengetahui nama kerabat mu itu, anak muda ?" Tanya pria usia dua puluh lima tahun yang memakai pita kunciran warna kuning dan yang mewakili para anggota sekte makam kuno dari desa Yu dengan nada sopan kepada Zhang Xiao Long.
" Maaf, Aku tak bisa memberitahu mu mengenai siapa nama kerabatku kepadamu karena hal ini adalah urusan pribadiku yang sama halnya Tuan Muda Yu kalian yang tak ingin ada orang ikut campur urusan pribadiku..." Jawab Zhang Xiao Long dengan nada tenang kepada pria yang jadi wakil dari Tuan Muda Yu.
" Huumm, sombong sekali kau..! Baiklah, kalau begitu kami tak akan merasa sungkan lagi untuk memberikan peringatan keras kepada mu dan teman wanita mu yang liar itu..!" Hardik pria itu yang sudah menggunakan kepalan tangannya menyerang Zhang Xiao Long.
Wutt..!
Dukk..!
Zhang Xiao Long dengan sikap tenang sekali tak mengelak sedikitpun dari serangan kepalan tangan pria wakil Tuan Muda Yu namun salah satu jari nya dengan cepat menotok dahi pria itu yang seketika roboh di tanah dengan tubuh kaku.
Bruak..!
" Ahh..! Kakak senior Yen..! " Seru Ke empat para anggota Sekte makam kuno dari desa Yu yang terbelalak kaget melihat senior mereka telah di robohkan dengan mudahnya oleh pemuda baju biru itu.
"Kurang ajar kau bocah ! Kami akan membunuh mu atas sikap kurang ajar mu terhadap Kakak senior kami yang telah kamu robohkan itu..! " Hardik ke empat anggota Sekte makam kuno dari desa Yu yang dengan marah menerjang ke arah Zhang Xiao Long dengan gerakan tangan mereka mengarah ke bahu, dada, dan perutnya Zhang Xiao Long.
Wuttz..!
Zhang Xiao Long menggerakkan kedua jarinya yang meluncur cepat ke dahi ke empat orang lawannya itu yang seketika itu juga roboh di tanah dengan posisi menumpuk di atas tubuh dari saudara seperguruan empat orang anggota Sekte makam kuno dari desa Yu.
Tuk..!
Bruak..!
"Murid siapakah bocah aneh ini dan siapakah orang tua nya ?" Pikir Dewi Baju Merah yang tak sadar bahwa dirinya tertarik dengan keanehan sikap dan watak pemuda aneh itu.
Zhang Xiao Long tak menghiraukan kelima jasad lawannya melainkan pemuda ini melenggang santai memasuki desa Shen yang seharusnya asri dan ramai dengan para penduduknya yang sibuk menjalankan aktivitas mereka sebagai seorang petani dan pedagang umbi -umbian.
Tapi, nyatanya desa Shen begitu sepi dan sunyi sekali dengan sejumlah mayat yang tak wajar bentuknya berserakan di jalanan maupun rumah -rumah penduduk desa Shen sampai dahi Zhang Xiao Long berkerut.
" Keterlaluan siapakah gerangan yang begitu keji membantai para penduduk desa Shen?" Tanya Zhang Xiao Long nada geram.
" Disana ada pertarungan sengit antara Tuan Muda Yu melawan Pendekar Pisau Dapur Hu Jin Tao yang akan menjawab pertanyaanmu itu.." Jawab Dewi Baju Merah yang tak sadar kalau suaranya sudah kembali lagi karena pengaruh totokan pada pita suaranya telah hilang.
"Hmmm..!" Gumam Zhang Xiao Long yang tak menyia -yiakan waktunya lagi telah melesat ke arah pertarungan sengit dua orang sakti yang sedang bertarung di tengah -tengah tumpukan jasad para penduduk desa Shen dan sejumlah kaum pesilat yang pakaian dan tubuhnya sudah hancur.
"Sekte -sekte silat apa sajakah yang menjadi korban keganasan dari tokoh gila yang telah membunuh mereka ?" Tanya Dewi Baju Merah yang menutup mulut dan hidung dengan tangan karena bau busuk dari bangkai para jasad yang berserakan di tanah jalanan desa Shen.
"Kakak senior Guo..! " Pekik Rong Rong yang di lihat oleh Zhang Xiao Long memeluk jasad pria muda yang lehernya telah nyaris putus.
"Ayahhh..! " Jerit tangisan seorang gadis baju kuning yang menubruk jasad pria paruh baya yang ususnya keluar dari rongga perutnya yang di korek oleh benda tajam.
" Ibuuuuu..! " Jeritan Li Hong Xiu menubruk jasad seorang wanita yang dadanya berlubang.
"Ada apa ini ? Siapakah mereka ? Dan, siapakah pembunuh mereka itu ?" Tanya Zhang Xiao Long dengan hati geram sekali.
" Entahlah, Afung..! Saat kami tiba di desa Shen mereka sudah tak bernyawa lagi..! " Jawab Rong Rong yang memanggil Zhang Xiao Long dengan nama Afung.
"Hmmm..! Jadi, nama mu Afung? " Tanya Dewi Baju Merah yang terdengar senang sekali dapat mengetahui nama pemuda aneh itu.
Zhang Xiao Long tak menjawab gadis itu karena pemuda remaja ini sedang memperhatikan dua orang sakti yang sedang bertarung sengit di sekitar jasad -jasad yang berserakan di jalanan desa Shen.
"Nona Rong Rong...Dimanakah Guru mu itu Si Bidadari Ungu dari Gunung Xian yang katamu ingin berjumpa denganku? " Tanya Zhang Xiao Long kepada Rong Rong tanpa mengalihkan tatapan kedua matanya ke pertarungan antara Tuan Muda Yu dan Pendekar Pisau Emas Hu Jin Dao yang tampaknya semakin lama semakin menegangkan.
"Guruku ? Ohya, dimana Guruku? Seharusnya Beliau berada di desa Shen ini..! " Kata Rong Rong yang baru ingat kembali tentang Gurunya itu ketika di tanyakan oleh Afung pemuda aneh yang entah kenapa menarik perhatiannya itu.
Bersambung..!