Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Malam Yang Tak Berbelas Kasih.


Sesudah Zhang Xiao Long berhasil menemukan satu dari tiga buah pusaka dunia persilatan yang hilang yaitu pedang Naga merah yang telah di temukannya di lembah sungai gunung Li atau lebih tepatnya di pulau buatan rahasia keluarga Kekaisaran Li yakni pulau petir hitam.


Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam di depan api kremasi yang meleburkan jenazah istri pertamanya yang bernama Liu Lu Sian yang meninggal dunia karena sakit keras yang telah di derita oleh istrinya itu sejak lama.


"Kak Long, abu jenazah Kak Sian ingin kamu apakan? Di sempurnakan (Larung) atau di simpan di guci abu jenazah ? " Tanya Yu Lian Shing mengulurkan sepanjang sumpit kepada Zhang Xiao Long yang telah menerima mangkuk kosong yang di berikan oleh Tilana dari sisi kanannya.


"Aku ingin menyempurnakan jenazah Liu Lu Sian di Teluk Li yang berdekatan dengan Teluk Persia yang jarak nya dekat dengan pesisir barat sungai Li dari kota di pintu masuk utama ke Ibukota Kekaisaran Li. " Jawab Zhang Xiao Long yang berlutut di bawah tanah halaman depan markas besar sekte Naga merah cabang kota bunga Li.


Zhang Xiao Long menggunakan sumpit untuk mengumpulkan tulang belulang milik mendiang istrinya di mangkuk kosong berikut abu jenazah dari istrinya itu dan tutup rapat dengan pita warna hitam putih tanda berkabung.


Malam hari itu Zhang Xiao Long menaruh guci abu jenazah Liu Lu Sian di meja depan tempat tidur lalu ia melangkah ke kamar mandi untuk mandi yang airnya telah di siapkan oleh Yu Lian Shing sebagai pengganti posisi Liu Lu Sian yang memiliki tugas untuk melayani keperluan mandi Zhang Xiao Long.


"Kak Long, apakah suhu airnya sudah sesuai dengan keinginanmu dan apakah sabun mandi aroma bunga mawar merah dan daun mint cukur untuk kau pakai untuk acara mandi mu malam ini? "Tanya Yu Lian Shing membantunya untuk membuka pakaiannya.


" Cukup, ya, terimakasih untuk bantuanmu yang telah mempersiapkan air mandi untuk ku." Jawab Zhang Xiao Long melangkah masuk ke dalam bak mandi lalu berendam di dalam air mandinya.


"Oh, kau tak perlu mengucapkan terimakasih untuk semua yang telah aku lakukan untukmu, Kak Long. Aku ingin istrimu juga yang memiliki kewajiban untuk melayani segala sesuatu yang kamu perlukan. " Kata Yu Lian Shing yang telah bersimpuh di dekat bak mandi untuk membantu Zhang Xiao Long keramas dan membasuh tubuh pemuda sangat tampan itu.


"Adik Shing untuk posisi Permaisuri Agung ku?Ahm, aku masih belum memikirkan apakah aku akan memilihmu ataukah yang lainnya.. Hal ini dikarenakan aku masih dalam suasana hati berkabung atas meninggalnya Liu Lu Sian dan Mu Yanmi dalam waktu yang amat singkat ini. Jadi, ku mohon maaf untuk kamu dan yang lain bisa bersabar untuk menunggu keputusan resmi dari ku. " Kata Zhang Xiao Long mengambil dua kuntum bunga mawar merah dari tangan Yu Lian Shing dari arah belakang kepalanya.


"Ya, Kak Long. Aku mengerti." Jawab Yu Lian Shing yang memejamkan sepasang mata untuk menyembunyikan perasaan sedihnya karena Ia tidak pernah bisa menggantikan posisi Liu Lu Sian dan Mu Yanmi di hati Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long mengacuhkan gadis yang telah meninggalkan dirinya di kamar mandi untuk ia bisa menghabiskan waktunya untuk sendiri agar ia dapat meluapkan perasaannya sendiri yang sangat terluka dengan peristiwa menyedihkan yang datang kepadanya secara berturut-turut.


"Hari ini aku telah kehilangan dua orang yang pernah hadir di dalam hidupku yaitu Kakak Li Yun Shiang dan istriku Liu Lu Sian meskipun aku mendapatkan rejeki dengan ditemukannya salah satu dari tiga pusaka dunia persilatan yang hilang yang kini berada di tanganku. Ahhh, inilah kehidupan yang tidak sepenuhnya adalah rasa bahagia tetapi juga terdapat beberapa rasa lain di hati setiap manusia di dunia ini termasuk aku Zhang Xiao Long. " Kata Zhang Xiao Long pada dirinya sendiri seraya membaringkan dirinya di dalam air mandinya.


Dan, ketika ia memejamkan sepasang matanya untuk tidur di dalam air mandinya sendiri.Ia bisa merasakan bahwa ada seseorang yang diam -diam masuk ke kamar mandi dengan langkah- langkah sepasang kaki yang amat ringan dan halus sekali.


Ia sengaja membiarkan seseorang itu berdiri di belakang bak mandinya dan mengambil tusuk konde yang ingin di tusuk ke arah dadanya itu dan tiba-tiba tangannya bergerak cepat sekali menangkap tusuk konde seorang gadis muda yang sangat cantik jelita yang melayang ke arah seberang bak mandinya.


Zhang Xiao Long keluar dari bak mandi dengan tubuhnya telah mengambil jubah luarnya dengan cepat sehingga ia tidak bertelanjang bulat di depan gadis yang memekik kaget melihatnya berdiri begitu saja.


"Kyaa...! " Pekik gadis baju hitam yang menutup kedua mata di depannya.


"Heiii, seharusnya aku yang menutup mata ku karena kamu tidak sopan masuk ke kamar mandi seorang pria yang sedang mandi..! " Tegur Zhang Xiao Long yang menarik tangan gadis itu yang di lempar ke arah tempat tidur olehnya.


Brrr!


Gadis itu melawan Zhang Xiao Long dengan jari tangan gadis itu bergerak ke arah tenggorokan Zhang Xiao Long yang cepat menyambar tangan gadis itu yang di tekuk di belakang punggung gadis itu sendiri.


"Auwww.. Aduh sakit..! " Pekik gadis baju hitam yang tangannya di tekuk oleh tangan kuat Zhang Xiao Long namun ia menggunakan tangan lain untuk menyerang ke arah perut Zhang Xiao Long yang posisinya berada di atas gadis baju.


Zhang Xiao Long kembali menangkap tangannya dan mengikatnya dengan ujung kaki kiri Zhang Xiao Long menotok tubuh gadis baju hitam hingga gadis baju hitam itu kaku di depan mata Zhang Xiao Long.


Cus!


"Bocah, kau sudah gila ya ? Kau sudah dua kali berlaku tak sopan kepada ku?! Pertama kamu telah mencuri jamur cahaya pelangi di lembah gunung Thai San dan sekarang ini kau telah mencuri lihat tubuh ku..?! " Kata Zhang Xiao Long yang mengetuk kepala gadis baju hitam itu dengan kepalan tangannya.


Tuk!


"Zhang Xiao Long kau jangan membunuh ku karena kau salah orang..?! " Kata gadis baju hitam menatap ngeri kepada Zhang Xiao Long yang melemparkan dirinya ke dalam bak mandi dan di tenggelamkan di sana sampai meninggal dunia.


"Hmmm... Aku tak suka ada orang yang melihat tubuh ku dan mempermainkan ku dengan pura - pura meminta pengampunan dariku. " Kata Zhang Xiao Long yang tak mempedulikan jasad gadis baju hitam itu mengapung di bak mandi.


Zhang Xiao Long membuka pintu kamarnya dan berjalan dengan santai ke arah barat daya dari markas besar Naga merah kota bunga Li untuk menemui seseorang yang bermain alat musik Gucheng yang mendatangkan rasa penasaran di hati Zhang Xiao Long.


Bersambung!